Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Panama Papers

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
13/4/2016 05:30
Panama Papers
(AFP/CHRISTOF STACHE)

MENTERI Keuangan Bambang PS Brodjonegoro mengajukan permohonan kepada DPR untuk menurunkan pajak penghasilan badan, dari 25% jadi 20%. Menkeu berharap penurunan PPh badan berlaku tahun ini sehingga Indonesia bisa lebih kompetitif ketimbang negara tetangga. Usul penurunan tarif pajak sudah disampaikan sejak lama. Tarif pajak lebih tinggi tidak hanya membuat orang enggan membayar pajak, tetapi juga justru menguntungkan negara lain.

Bukan rahasia, banyak pengusaha melakukan transfer pricing, membuka perusahaan di negara bertarif PPh badan lebih rendah. Barang yang mereka hasilkan di Indonesia dijual dengan keuntungan minimal kepada perusahaannya di luar negeri. Baru keuntungan optimal diupayakan dari perusahaan di luar negeri.

Meski paham akan praktik itu, pemerintah tak berani membuat terobosan. Mereka khawatir bila tarif pajak diturunkan, target pajak tidak tercapai. Padahal, pengalaman di Rusia menunjukkan, ketika tarif pajak diturunkan, penerimaan pajak justru meningkat tajam karena warga lebih rela membayar pajak.

Bocornya data Panama Papers menyadarkan pemerintah bahwa kalau kita kukuh dengan sikap seperti sekarang, uang akan lebih banyak mengalir ke negara safe haven. Tidak perlu jauh-jauh ke Panama, Singapura ialah salah satu safe haven di Asia Tenggara. Kalau diduga ada uang orang Indonesia sampai Rp6.000 triliun di sana, itu disebabkan Singapura lebih cerdik. Dengan PPh badan 18%, orang pasti memilih memiliki badan usaha di Singapura daripada di Indonesia. Tidak ada pelanggaran hukum yang dilakukan dengan membuka perusahaan di Singapura. Ibarat air, ia akan mengalir ke dataran lebih rendah. Tiap negara dituntut adu cerdik memanfaatkan triliunan dolar uang di dunia yang mengalir tiap hari.

Indonesia bukan tidak memiliki keunggulan. Pajak untuk portofolio, misalnya, lebih rendah daripada negara-negara lain. Tidak usah heran apabila uang panas masuk. Padahal, yang kita lebih butuhkan investasi langsung agar bisa ikut membuka lapangan pekerjaan. Tantangan lain yang harus bisa dijawab pemerintah, selain persoalan tarif, ialah manfaat yang bisa dirasakan pembayar pajak. Saat ini, perusahaan yang mendapatkan keuntungan Rp10 miliar harus membayar PPh badan Rp2,5 miliar. Ketika hendak membagi dividen, mereka harus bayar pajak lagi 15% (Rp1,5 miliar). Hal yang sama berlaku untuk PPh perorangan yang pajaknya berjenjang, mulai 5% sampai 35%.

Di negara-negara yang menerapkan sistem kesejahteraan, orang mau membayar pajak karena manfaatnya bisa dirasakan. Apabila ia mengalami kecelakaan di jalan, dalam waktu 5 menit ambulans datang. Ketika dibawa ke rumah sakit, ia langsung ditangani agar nyawanya selamat, bukan sibuk mengurusi administrasi dan siapa yang akan menanggung biaya perawatan.

Sepanjang manfaat tidak bisa dirasakan, pajak menjadi beban apalagi tarif yang tinggi membuat orang merasa disuruh kerja rodi. Kasus Panama Papers harus jadi momentum membenahi diri.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.