Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Surga yang Gelap

Djadjat Sudradjat
08/4/2016 05:50
Surga yang Gelap
(AFP / CHRISTOF STACHE)

Itulah moto negeri Panama yang berarti 'untuk kepentingan dunia'.

Negeri di tenggara Amerika Tengah berpenduduk 3,5 juta jiwa itu memang secara geografis mujur.

Salah satunya ia punya Terusan Panama, yang memang dirancang untuk memfasilitasi komunikasi antara pantai Samudra Atlantik dan Pasifik, serta lokus perdagangan global yang penting.

Negeri bekas koloni Spanyol itu tak hanya masyhur sebagai firdaus bagi 14.000 spesies ikan, tetapi surga bagi para investor.

Dalam soal investasi, ia serupa Dubai di Timur Tengah.

Akan tetapi, sisi kelam kenyamanan firdaus bagi para pemilik modal itu kini tengah dimaklumatkan kepada dunia. Investigasi wartawan global, International Consortium of Investigative Journalist, yang didukung ratusan organisasi pers di dunia, membuka praktik gelap di negeri surga menyimpan harta itu.

Investigasi itu mengungkap bocornya 11,5 juta dokumen selama 40 tahun milik firma hukum Mossack Fonseca, yang melibatkan selusin pemimpin negara, lebih dari 140 politikus, banyak pesohor, dan ribuan saudagar.

Beberapa nama saudagar kaya Indonesia juga disebut.

Para penyimpan fulus itu, sayangnya, untuk menyembunyikan aset, menghindari pajak, dan melakukan pencucian uang.

Itulah tsunami dokumen yang bisa jadi akan memorakporandakan tatanan politik di banyak negara, bahkan dunia.

Sebab, nama-nama yang disebut bukanlah figur biasa-biasa saja.

Tercatat, antara lain, Presiden Tiongkok Xi Jinping, Perdana Menteri Inggris David Cameron, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, PM Malaysia Najib Razak, Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Khalifa bin Sayed bin Sultan al-Nahyan, dan PM Eslandia Sigmundur David Gunnlaugsson.

Ini memang bocoran yang perlu verifikasi dan pendalaman, tetapi korban telah jatuh.

Gunnlaugsson mengundurkan diri Selasa silam.

Dia korban pertama, yang bisa jadi serupa bola salju.

Inilah skandal paling kelam dalam dunia investasi, transaksi, serta lalu lintas uang dan barang yang kian hari dituntut setia pada transparansi.

Wajar pula jika ada yang bilang, di Panama, yang laknat diberi panggung agung.

Adalah jamak mereka yang dituduh membela diri.

Presiden Putin menuduh pembocoran dokumen itu sebagai penyerangan terhadap negerinya.

Harian berbahasa Inggris Tiongkok, The Global Times, edisi 5 April, menuduh AS mengontrol penuh pemberitaan Dokumen Panama.

Sebab, yang menyangkut Barat beritanya seperti diredam, sedangkan yang berkaitan dengan negara bukan Barat diumbar besar-besar.

Berita tentang Putin, misalnya, amat gencar.

Adapun yang menyangkut Perdana Menteri Inggris, terkesan kalem-kalem saja.

Kabarnya, jaringan keadilan pajak yang berbasis di Inggris terlibat dalam bisnis gelap ini.

Mengherankan pula, AS yang tengah gencar memburu para penggelap pajak, hanya ada 240 nama, itu pun tak terlalu penting, yang ada dalam Dokumen Panama.

Sejak firma Mossack Fonseca berdiri pada 1977 dan berbasis di Panama, layanan hukumnya tersebar di 35 negara, bekerja sama sedikitnya dengan 14.000 bank dan firma hukum.

Wajar jika Panama menjadi negeri dengan pertumbuhan ekonomi berkilau.

Salah satu pendiri firma itu, Ramon Fonseca, berang bukan kepalang.

Ia menuding beberapa negara, terutama Amerika, tak suka dengan cara Panama berkompetisi untuk memajukan perekonomian.

Dokumen Panama merupakan sebuah ironi dunia global.

Antara tuntutan bisnis dan investasi dengan derajat transparansi tinggi versus membungkus rapat dalam-dalam.

Jika skandal itu benar, kian benar apa yang dikatakan Francis Bacon, "Ada banyak cara menjadi kaya, dan kebanyakan adalah kotor."

Indonesia yang punya banyak penyimpan uang dan pebisnis di banyak negara harus mengambil pelajaran berharga dari Panama.

Mereka yang berharta harus mampu membuktikan bahwa tuduhan Francis Bacon tak berlaku di negeri ini.

Negeri yang kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin kian meninggi.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.