Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJADI orang nomor satu Partai Komunis Tiongkok lebih dari cukup untuk bergigi dan berkuasa. Akan tetapi, postulat itu tidak berlaku bagi Presiden Xi Jinping. Ia menjadikan diri pemimpin Tiongkok paling berkuasa dengan cara mengambil semua posisi tertinggi negara dan semua posisi strategis di tangannya, dalam genggamannya.
Sebagai presiden, ia kepala negara dan kepala pemerintahan. Sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok, jabatan tertinggi di partai, dia ex-officio anggota komite politbiro, badan tertinggi pengambil keputusan. Namun, semua itu masih kurang. Ia jadikan dirinya Ketua Komisi Militer Pusat.
Cukup? Ternyata tidak. Xi Jinping secara personal mengontrol pengambilan keputusan ekonomi, keamanan nasional, hubungan luar negeri, sampai soal internet, lingkungan, sengketa maritim. Geremie R Barme, sinolog, profesor sejarah Tiongkok di Australian National University yang memimpin the Australian Centre on China in the World, sampai-sampai membahasakan Xi Jinping sebagai Chairman of Everything, ketua semua hal.
Namun, itu belum memuaskannya. Xi memerlukan pemujaan pribadi. Wajahnya banyak muncul di ruang publik. Bila di Roma ada Papa Francesco, Paus Gereja Katolik Roma (2005-2013), sekalipun Partai Komunis Tiongkok tak beragama, kini di Beijing ada Xi Dada alias Big Papa Xi, Romo Besar Xi. Kekuasaan Xi semula ditengarai hanya melebihi Hu Jintao dan Jiang Zemin, dua pemimpin Tiongkok sebelumnya. Namun, kini pemujaan diri dan otoritas Xi ditengarai lebih dari pemimpin mana pun sejak era Mao Zedong. Fenomena kekuasaan Xi begitu penting, sampai majalah Times dan The Economist, edisi pekan ini, mengangkatnya sebagai cover story.
Xi Jinping, 63, menjadi presiden pada 2012. Ia semula dipujikan bakal membangun pemerintahan bersih. Ia melarang kader partai bermain golf, memecat 270 ribu kader korup. Namun, kini Tiongkok dilanda skandal korupsi besar-besaran anggaran kesehatan. Nilainya puluhan juta dolar AS, antara lain, pembelian vaksin kedaluwarsa yang dijual kepada pasien sehingga menghasilkan uang besar. Paling aktual, keluarga Xi Jinping termasuk dalam daftar skandal ‘Panama Papers’.
Dua tahun berkuasa, Jinping mengatakan Tiongkok akan menyuarakan narasi baik kepada dunia. Tujuan Tiongkok ialah menjadi negara adikuasa sosialis-kultural. Kira-kira sebuah tandingan AS, negara adikuasa kapitalis. Namun, setahun kemudian, 3 September 2015, di Lapangan Tiananmen, Chairman of Everything menggelar parade militer besar-besaran yang belum pernah terjadi. Parade untuk mengingat kekalahan Jepang pada Perang Dunia II itu dihadiri Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye, dan Sekjen PBB Ban Ki-moon.
Yang jauh lebih penting, kekuatan militer di laut. Seperti hebatnya kekuatan AS di Pasifik Barat, Tiongkok berkeinginan membangun kekuatan setanding di Laut China Selatan dan sekitarnya. Di Laut China Timur, Tiongkok ribut dengan Jepang. Di Laut China Selatan, Tiongkok bersengketa dengan Brunei, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Taiwan.
Indonesia berperan penting di kawasan itu. Karena itu, ambisi Xi Jinping sebagai Chairman of Everything perlu dicermati. Apakah ia bakal menjunjung tinggi code of conduct, menghormati dialog? Bila ya, Indonesia bisa tersenyum mendayung di antara dua karang, melaksanakan politik luar negeri bebas aktif. Bila tidak, hanya negara bodoh yang mau menabrak karang.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved