Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Harapan, Indonesia

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
05/4/2016 05:30
Harapan, Indonesia
(imaamcenter.org)

INDONESIA ialah harapan. Tumpuan dari dunia yang ditimpa kekerasan berkali-kali dan kehendak hidup damai seperti yang kita mau jadi kian menjauh.

Setelah berderet bom mematikan di Brussels, Paris, London, Ankara, dan begitu banyak kota dunia, hidup damai seperti memasuki ruang gelap, memasuki labirin penuh jalan dan lorong yang berliku dan penuh persimpangan.

Dunia pun seperti dalam keputusasaan paling tak terkirakan menghadapi gelombang kekerasan yang ganti-berganti.

Kita tak tahu kota mana lagi, kapan lagi, dan berapa banyak lagi yang dilanda teror mengerikan.

Timur Tengah, tanah yang subur tempat lahir dan bersemainya agama-agama samawi, ternyata seperti terus menyebarkan bara api.

Alih-alih menjadi model bagaimana menyemai hidup damai, justru terus tenggelam dalam problem sendiri-sendiri.

Islam yang kehadirannya merupakan rahmat bagi semua ternyata beratus-ratus tahun kemudian belum menunjukkan buktinya yang paling nyata.

Konflik di zaman lama dalam masyarakat Arab yang bersuku-suku dan berkabilah-kabilah seperti dilanggengkan dalam rentang waktu lebih dari satu melanium.

Itu sebabnya Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam kunjungannya ke Amerika Serikat tampak berbahagia ketika tahu Masjid Indonesia Muslim Association in Amerika (IMAAM), di Maryland, menampilkan wajah moderat.

Wajah yang memberi penghargaan kepada perbedaan.

Bahkan menurut imam Masjid IMAAM, masjid yang ia pimpin dipakai juga sebagai tempat dialog dengan pihak gereja dan sinagoge.

Dua tahun lalu bangunan yang dulunya geraja itu dibeli pemerintahan Indonesia untuk digunakan sebagai masjid.

Kalla mengapresiasi kegiatan masjid Indonesia di Amerika yang sangat moderat itu.

Nilai penting Masjid IMAAM, katanya, bertujuan mengenalkan Islam yang tidak identik dengan Timur Tengah.

Islam di Indonesia memang masuk lewat jalur dagang, jalur damai, jalur yang memberi tempat bagi perbedaan.

Bukan jalur pedang dan perang.

Menurut Hisanori Kato, ahli sosial keagamaan, dalam penelitiannya yang panjang di Indonesia, Islam telah menjadi modal sosial sangat berharga.

Ia sangat menghormati perbedaan yang begitu warna-warni karena agama itu, katanya, memberi napas baru bagi kebudayaan setempat.

Ia pun percaya Islam Indonesia yang damai bisa menjadi model perdamaian di dunia.

"Sumbangkanlah sesuatu yang berharga itu bagi dunia," katanya Desember tahun lalu ketika memberi kuliah umum di Universitas Islam Negeri Jakarta.

Begaimana dunia tak limbung? Setiap teroris beraksi, bukankah setelah itu kematian yang mengerikan dan rasa takut yang tak terkirakan muncul?

Kepanikan, rasa takut, doa, kutukan, solidaritas, dan tekad memburu dan menghabisi para pembunuh menjadi gema yang sepi bagi mereka.

Perkabungan atas orang-orang yang tak berdosa, tentu saja, seperti tak membekaskan apa-apa bagi sang pencari mati itu sebab 'di sana', klaim dan sorak kemenangan, pujian pada para 'martir', menjadi maklumat bahwa keberanian telah disuntikkan tanpa garis batas.

'Di sana' yang disebut kebiadaban justru diklaim sebagai jalan perlawanan penuh kemuliaan.

Indonesia yang berbeda dengan Timur Tengah itu mestinya memang pantas menjadi model Islam masa depan.

NU dengan 'Islam Nusantara' dan Muhammadiyah dengan 'Islam berkemajuan', bersama pemerintah, mestinya bergandengan tangan meneguhkan Islam yang benar-benar rahmatan lil alamin itu, yang membawa rahmat, dan kesejahteraan bagi semesta.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.