Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo memutuskan pengolahan gas Blok Masela dilakukan di darat. Keputusan yang disampaikan di Pontianak itu mengakhiri polemik yang terjadi sekaligus merevisi keputusan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono pada 2010. Ketika itu pemerintah menyetujui plan of development (PoD) dilakukan di laut, dekat sumber gas ditemukan.
Pilihan pengelolaan di darat dilakukan untuk mendorong pembangunan di Maluku. Proyek dengan investasi US$16 miliar atau sekitar Rp200 triliun--menurut hitungan Kemenko Maritim--tersebut akan memberikan efek ekonomi luar biasa bagi daerah, apalagi jika benar ada yang mau berinvestasi di industri lanjutan (pabrik pupuk) di sana.
Menarik menyimak tanggapan masyarakat Maluku terhadap rencana kehadiran proyek raksasa itu di program Bedah Editorial Media Indonesia di Metro TV, Jumat (25/3). Mereka mengapresiasi keputusan pengolahan liquefied natural gas di darat. Persoalan tidak berhenti pada keputusan. Kini, yang harus dilakukan ialah musyawarah dengan pimpinan daerah serta tokoh-tokoh berpengaruh Maluku. Intinya bagaimana proyek itu dilihat sebagai proyek bersama dan bermanfaat bagi seluruh rakyat. Musyawarah itu akan mengarah kepada lokasi yang akan digunakan. Jangan sampai ada kecemburuan antardaerah. Bahkan, bupati harus bisa menjamin tersedianya lahan 800 hektare.
Persoalan teknis penetapan lokasi juga tak bisa diabaikan. Selain membutuhkan struktur tanah padat, dibutuhkan pula kedalaman laut yang cukup. Bagaimanapun lalu lintas LNG butuh pelabuhan memadai, ditopang kedalaman laut yang memungkinkan kapal besar bisa bersandar. Hal kedua yang penting dilakukan ialah penyiapan sumber daya manusia. Pembangunan pengolahan LNG membutuhkan keterampilan tinggi karena menuntut presisi tinggi. Demikian pula ketika pengelolaan dijalankan saat proyek beroperasi pada 2024. Kalau masyarakat Maluku ingin jadi bagian pembangunan dan pengelolaan, enam tahun ini harus dipakai untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya.
Hal lain yang harus menjadi perhatian ialah pelaksanaan seluruh proyek. Kini operator Blok Masela, Inpex Corporation dan Shell, harus membuat ulang PoD. Rencana pengembangan ini akan diikuti pembuatan front-end engineering and design (FEED) yang akan menjadi acuan pengadaan barang dan konstruksi fasilitas pengilangan LNG. Semua biaya, mulai pengadaan tanah, pembangunan pelabuhan, sampai konstruksi, memang akan dibayar terlebih dahulu oleh kontraktor. Namun, semua pengeluaran itu harus dibayar kembali oleh negara dan biasanya diperhitungkan dari pendapatan yang diperoleh dari penjualan LNG kelak.
Terakhir, yang harus menjadi perhatian, akan digunakan untuk apa LNG yang dihasilkan kelak? Ada sekitar 7,5 juta ton per tahun LNG yang akan dihasilkan Blok Masela. Berbeda dengan minyak yang produksinya bisa disimpan sehingga tidak bergantung pada pembeli, LNG harus jelas dulu terkait dengan pembelinya sebelum diproduksi. Proyeksi kebutuhan energi harus bisa kita petakan. Kita harus mempunyai gambaran kebutuhan gas dalam negeri enam tahun ke depan. Pemanfaatan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat tidak hanya diukur dari devisa yang diperoleh, tetapi juga ketika sekarang kita menjadi net importir. Penggunaan sebesar-besarnya untuk kebutuhan dalam negeri merupakan keuntungan bagi seluruh rakyat. Itulah pekerjaan rumah kita ke depan.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved