Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Benci, Norak, Jorok

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
28/3/2016 05:30
Benci, Norak, Jorok
()

DONALD Trump sepertinya tak terbendung lagi bakal memenangi pertarungan internal menjadi calon presiden AS dari Partai Republik, berhadapan dengan Hillary Clinton dari Partai Demokrat.

Bahagiakah republiken?

Kalangan mapan di tubuh Republik malah sangat khawatir, jika Trump presiden, lebih banyak mudaratnya.

Karena itu, mereka berusaha menghentikan Trump, antara lain kelak melalui konvensi.

Namun, banyak yang menilai telah terlambat.

Pemuja Trump ialah warga AS yang kecewa terhadap Barack Obama.

Selama Obama dari Demokrat berkuasa, pertumbuhan ekonomi di bawah 3%, upah tidak meningkat.

Raja realestat Trump dinilai mampu memberi harapan baru di bidang ekonomi.

Tak hanya itu.

Gaya intelektual Obama, juga Hillary Clinton, tidak pas lagi.

Sebagian warga AS kayaknya butuh pemimpin norak.

Trump memberinya.

Ia, misalnya, menyebut Marco Rubio, Senator Florida, saingannya di Republik, sebagai little Marco, Marco kecil, karena tubuhnya pendek.

Marco membalasnya dengan mengakui Trump lebih tinggi, sekitar 74 inci, tapi tangannya hanya seukuran orang dengan tinggi 62 inci.

Apa artinya orang bertangan kecil?

Tidak dapat dipercaya, kata Marco.

Pertarungannya dengan Ted Cruz, Senator Texas, menyerang istri. Ini bagian kampanye 'jorok'.

Trump bilang agar 'berhati-hati', atau ia akan membongkar rahasia.

Di sebuah tabloid, Ted disebut memiliki 5 gundik, pengkhianatan terhadap Heidi, istrinya.

Setelah itu, muncul foto Melania Trump telanjang di Facebook.

Foto itu dibuat pada 2000, kala Melania Knauss, perancang permata dan mantan model, belum menjadi istri Trump.

Bersama foto itu, ada komentar, 'itulah yang akan menjadi ibu negara, atau dukunglah Ted Cruz'.

Ted membantah foto telanjang itu berasal dari pihaknya.

Namun, itu tidak menghilangkan kenyataan, Trump membuat pertarungan di kalangan republiken norak dan jorok.

Akan tetapi, yang paling mengerikan, bahkan untuk dunia, Trump penganut kebencian.

Orang Meksiko dinilainya hanya pembawa laknat bagi AS.

Ia akan mendirikan tembok di perbatasan AS-Meksiko sehingga tidak terjadi lagi imigran gelap.

Tembok Berlin dirobohkan pada 1989, seiring jatuhnya komunis, tapi kini di negara bebas berpikir, pikiran kebencian Trump laku dijual.

Setidaknya menyenangkan warga Arizona, yang berbatasan dengan Meksiko.

Yang sudah diberitakan luas di sini, Trump membenci Islam. Ia akan melarang muslim masuk ke AS.

Bom di Bandara Brussels yang menewaskan setidaknya 31 orang, yang diklaim dilakukan IS, diperkirakan bakal menambah laku jualan kebencian Trump.

Trump juga membenci negara yang digolongkannya sebagai pembunuh lapangan kerja.

Dalam sebuah konferensi pers di Florida, ia menyebut defisit perdagangan dengan Jepang, lebih US$100 miliar per tahun.

"Mereka membunuh kita. Kamu tahu apa yang kita jual ke Jepang? Praktis nihil."

The Wall Street Journal (WSJ) membantahnya.

AS mengekspor barang dan jasa US$116 miliar per tahun ke Jepang.

Jepang bahkan negara keempat terbesar bagi ekspor barang-barang AS, setelah Kanada, Meksiko, dan Tiongkok.

Trump membanggakan bisnisnya.

Hotelnya di Chicago disebutnya sebagai nomor 1 di Amerika Utara.

Padahal, menurut Trip Advisor, Trump International Hotel & Tower bukan nomor 1, melainkan 12.

Apakah pembual, pembenci, norak, jorok, bakal menjadi presiden AS? Saya berharap, itu tidak terjadi.

Namun, bersiaplah menerima kelemahan demokrasi, yaitu tidak selalu menghasilkan pemimpin terbaik.

AS pun kiranya perlu membayar harganya.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.