Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DONALD Trump sepertinya tak terbendung lagi bakal memenangi pertarungan internal menjadi calon presiden AS dari Partai Republik, berhadapan dengan Hillary Clinton dari Partai Demokrat.
Bahagiakah republiken?
Kalangan mapan di tubuh Republik malah sangat khawatir, jika Trump presiden, lebih banyak mudaratnya.
Karena itu, mereka berusaha menghentikan Trump, antara lain kelak melalui konvensi.
Namun, banyak yang menilai telah terlambat.
Pemuja Trump ialah warga AS yang kecewa terhadap Barack Obama.
Selama Obama dari Demokrat berkuasa, pertumbuhan ekonomi di bawah 3%, upah tidak meningkat.
Raja realestat Trump dinilai mampu memberi harapan baru di bidang ekonomi.
Tak hanya itu.
Gaya intelektual Obama, juga Hillary Clinton, tidak pas lagi.
Sebagian warga AS kayaknya butuh pemimpin norak.
Trump memberinya.
Ia, misalnya, menyebut Marco Rubio, Senator Florida, saingannya di Republik, sebagai little Marco, Marco kecil, karena tubuhnya pendek.
Marco membalasnya dengan mengakui Trump lebih tinggi, sekitar 74 inci, tapi tangannya hanya seukuran orang dengan tinggi 62 inci.
Apa artinya orang bertangan kecil?
Tidak dapat dipercaya, kata Marco.
Pertarungannya dengan Ted Cruz, Senator Texas, menyerang istri. Ini bagian kampanye 'jorok'.
Trump bilang agar 'berhati-hati', atau ia akan membongkar rahasia.
Di sebuah tabloid, Ted disebut memiliki 5 gundik, pengkhianatan terhadap Heidi, istrinya.
Setelah itu, muncul foto Melania Trump telanjang di Facebook.
Foto itu dibuat pada 2000, kala Melania Knauss, perancang permata dan mantan model, belum menjadi istri Trump.
Bersama foto itu, ada komentar, 'itulah yang akan menjadi ibu negara, atau dukunglah Ted Cruz'.
Ted membantah foto telanjang itu berasal dari pihaknya.
Namun, itu tidak menghilangkan kenyataan, Trump membuat pertarungan di kalangan republiken norak dan jorok.
Akan tetapi, yang paling mengerikan, bahkan untuk dunia, Trump penganut kebencian.
Orang Meksiko dinilainya hanya pembawa laknat bagi AS.
Ia akan mendirikan tembok di perbatasan AS-Meksiko sehingga tidak terjadi lagi imigran gelap.
Tembok Berlin dirobohkan pada 1989, seiring jatuhnya komunis, tapi kini di negara bebas berpikir, pikiran kebencian Trump laku dijual.
Setidaknya menyenangkan warga Arizona, yang berbatasan dengan Meksiko.
Yang sudah diberitakan luas di sini, Trump membenci Islam. Ia akan melarang muslim masuk ke AS.
Bom di Bandara Brussels yang menewaskan setidaknya 31 orang, yang diklaim dilakukan IS, diperkirakan bakal menambah laku jualan kebencian Trump.
Trump juga membenci negara yang digolongkannya sebagai pembunuh lapangan kerja.
Dalam sebuah konferensi pers di Florida, ia menyebut defisit perdagangan dengan Jepang, lebih US$100 miliar per tahun.
"Mereka membunuh kita. Kamu tahu apa yang kita jual ke Jepang? Praktis nihil."
The Wall Street Journal (WSJ) membantahnya.
AS mengekspor barang dan jasa US$116 miliar per tahun ke Jepang.
Jepang bahkan negara keempat terbesar bagi ekspor barang-barang AS, setelah Kanada, Meksiko, dan Tiongkok.
Trump membanggakan bisnisnya.
Hotelnya di Chicago disebutnya sebagai nomor 1 di Amerika Utara.
Padahal, menurut Trip Advisor, Trump International Hotel & Tower bukan nomor 1, melainkan 12.
Apakah pembual, pembenci, norak, jorok, bakal menjadi presiden AS? Saya berharap, itu tidak terjadi.
Namun, bersiaplah menerima kelemahan demokrasi, yaitu tidak selalu menghasilkan pemimpin terbaik.
AS pun kiranya perlu membayar harganya.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved