Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DI Asia Tenggara perempuan rupanya punya takdirnya yang agung.
Sejarah seperti menitahkan para puan untuk menunaikan tugas luhur itu, yakni menjadi penantang para penguasa yang lancung.
Di Filipina, Qory Aquino menjungkalkan Ferdinand Marcos.
People power yang digerakkannya tak hanya menumbangkan sang diktator, tapi juga menjadi inspirasi banyak negara.
Sejarah pun mengukir penanya: Aquino, perempuan lembut itu, menjadi presiden perempuan pertama di Asia (1986-1992).
Di Indonesia, Megawati Soekarnoputri, jelas menjadi penantang Soeharto yang membuat penguasa jadi berang.
Lewat Partai Demokrasi Indonesia, yang lalu menjadi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Mega melawan. Di Malaysia, setelah tokoh oposisi Anwar Ibrahim dipenjara, Wan Azizah wan Ismail dan Nurul Izzah (istri dan anak Anwar) menjadi penantang penguasa.
Lewat Partai Keadilan Rakyat ibu-anak itu menjadi ikon demokrasi yang kini mulai jadi mimpi di negeri itu.
Tentu saja, cerita penuh drama dan ketegangan, ada di Birma (kini Myanmar).
Aung San Suu Kyi, yang kini baru beberapa tahun menikmati kebebasan, memenangi pemilu yang digelar November lalu.
Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) menguasai parlemen.
Pada Selasa (15/3), orang kepercayaan Suu Kyi, Htin Kyaw, terpilih menjadi presiden dengan dukungan 367 suara dari total suara parlemen.
Sarjana komputer berusia 69 tahun itu akan mengakhiri kekuasaan rezim militer yang telah berkuasa lebih dari setengah abad.
Htin akan didampingi wakilnya, Myit Swe, yang memenangi 213 suara.
Namun, tunggu dulu! Benarkah kemenangan sepenuhnya ada di tangan?
Benarkan Htin akan dilantik akhir bulan ini dan Jenderal Thein Sein akan meninggalkan kursinya?
Memori lama wajar mengemuka, di sebuah masa, 1990, ketika kemenangan partai Suu Kyi dirampas tentara dan ia justru dipenjara.
Wajar jika memori itu muncul kembali.
Fakta bahwa Suu Kyi dijegal tentara lewat konstitusi, agar tak bisa menjadi presiden, tanda yang paling benderang bahwa tentara menyimpan ketakutan hingga ke ubun-ubun pada 'Si Kamboja Baja dari Asia Tenggara' itu.
'Asal bukan Suu Kyi' pastilah batas minimal negosiasi kubu tentara, sementara batas minimal Suu Kyi 'yang penting demokrasi mulai bersemi di Birma'.
Menyaksikan sepenggal biografinya dalam The Lady (2012), putri pasangan pejuang kemerdekaan Birma Jenderal Aung San dan aktivis sosial Daw Khin Kyi, memang punya modal psikososial yang kuat.
Sang ayah ditembak mati ketika ia berusia 2 tahun.
Tiga bersaudara itu yatim sejak balita.
Adiknya meninggal ketika masih belia, sang kakak menjadi warga Amerika.
Ia memikul beban sejarah itu.
Ia harus berpisah dengan suami, Michael Aris, dan dua anaknya yang tinggal di Inggris.
Bahkan, ketika Aris meninggal, militer melarang ia melihat untuk terakhir kali wajah suaminya.
Kita terpesona segala ketabahan wanita yang ditahan tanpa pengadilan selama bertahun-tahun.
Ada rasa sakit terpilin-pilin.
Kelahiran Yangon, 19 Juni 1945 itu, punya pendidikan bagus, doktor ekonomi-politik, punya suami hebat, juga anak-anak.
Namun, ia memilih melaksanakan titah sejarah: membebaskan rakyat Myanmar dari para bigot.
Namun, jangan lupa, wakil Htin Kyaw, ialah Myint Swe, tak hanya didukung tentara, tapi ia sohib pemimpin junta militer Than Shwe. Dengan 20% tentara di parlemen, demokrasi di Myanmar sesungguhnya baru akan memasuki musim tanam.
Belum musim semi.
Namun, galibnya banyak patriot, seluruh kendala itu jadi nisbi karena ia percaya pada tanah airnya, bahwa di sana ada harapan, meski itu kerap serupa fatamorgana.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved