Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Langkah Gila

Saur Hutabarat/Dewan Redaksi Media Group
14/3/2016 05:30
Langkah Gila
(MI/Panca Syurkani)

PERLUKAH BNN sebagai lembaga naik kelas agar lebih gila menghajar narkoba?

Ide yang mencuat ialah menjadikannya setingkat menteri.

Gagasan ini layak diwujudkan, menimbang narkoba bukannya kian terkikis, malah merajalela.

Presiden menyebut Indonesia berada dalam status darurat narkoba.

Yang terkena narkoba bukan saja person, tetapi juga institusi.

Pembantu rektor menjadi korban, terakhir anggota DPR, bahkan narkoba diperdagangkan di sebuah kompleks militer.

Oleh karena itu, menurut Presiden, tidak ada maaf bagi pelaku narkoba.

Banyak terhukum narkoba meminta pengampunan Presiden.

Semua ditolak.

"Saya juga banyak tekanan dari sana dan sono. Tapi sekali lagi, kita memang berada pada posisi darurat narkoba. Kenapa? Ada 4,5 juta pemuda tidak bisa direhabilitasi."

Terakhir, dalam rapat terbatas di Istana, Jokowi menyebut ada tiga musuh utama, yaitu korupsi, terorisme, dan narkoba.

"Saya ingin ada langkah pemberantasan narkobal lebih gencar lagi, yang lebih berani lagi, yang lebih gila lagi."

Apakah menaikkan kelas kelembagaan BNN setingkat kementerian tergolong langkah gila?

BNN sekarang, menurut UU No 35/2009, merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang berkedudukan di bawah presiden dan bertanggung jawab kepada presiden (Pasal 64).

Bukankah tidak ada lagi lembaga pemerintah lebih tinggi daripada deskripsi, 'berkedudukan di bawah presiden dan bertanggung jawab kepada presiden'.

Undang-undang itu pun mengatur pengangkatan dan pemberhentian kepala BNN seperti kedudukan menteri, yakni diangkat dan diberhentikan oleh presiden (Pasal 68).

Lalu, apa yang bakal berubah menjadikan BNN setingkat kementerian?

Baiklah menjawabnya dengan urusan kecil, menjadikan kedudukan BNN setingkat kementerian mestinya turut mengubah protokoler pengangkatan kepala BNN.

Dari selama ini dilantik oleh Kapolri menjadi dilantik presiden.

Sama seperti menteri.

Dilantik presiden, maka sempurnalah posisi Kepala BNN bertanggung jawab kepada presiden.

Apakah dengan perubahan itu pedagang dan pengedar narkoba menjadi gentar?

Langkah yang diambil mesti lebih gila lagi.

Kenapa tanggung-tanggung?

Jenderal bintang tiga bertanggung jawab kepada presiden kayaknya tidak pas.

Seyogianya kepala BNN, jenderal bintang empat.

Kiranya terasa sangat bergigi karena sejak BNN ada belum terpikirkan, out of the box.

Namun, semua itu belum cukup gila di mata penjahat narkoba.

Perubahan menjadi setingkat kementerian kudu diikuti perubahan besarnya anggaran yang cukup gila pula.

Perang melawan narkoba bukan perang sporadis, melainkan perang sistematis berkelanjutan.

Narkoba tidak hanya menghancurkan anak bangsa, tetapi juga modus pencucian uang besar-besaran.

Terorisme patut ditengarai dibiayai hasil pencucian uang narkoba.

Pemerintah AS melalui Offi ce of National Drug Control Policy, konsisten menganggarkan US$100 miliar per tahun untuk menghajar empat macam narkoba ilegal, yaitu heroin, kokain, methamphetamine, dan marijuana.

Beres?

Masih ada urusan lebih gila lagi: menghapus ego kekuasaan.

Siapakah lebih berkuasa, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Polri atau BNN yang telah naik kelas setingkat kementerian?

Tidakkah terjadi tumpang tindih?

ila keduanya jalan sendiri-sendiri, semua yang gila di atas balik menjadi langkah biasa.

Sebaliknya, ego dapat dibereskan, yakinlah kita Polri dan BNN bakal lebih gila menghajar kejahatan narkoba.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.