Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PAMERAN Seafood Amerika Utara merupakan ajang tahunan para pelaku industri perikanan untuk saling memperkenalkan produk yang dihasilkan. Pertemuan di Boston, Amerika Serikat, itu tidak hanya berbicara soal bisnis, tetapi juga tata kelola perikanan.
Salah satu tema hangat yang diangkat ialah tata kelola perikanan yang bertanggung jawab (responsible fisheries). Pelaku industri perikanan dituntut memperhatikan keberlanjutan.
Selama ini, industri perikanan lebih fokus pada penangkapan. Sepanjang bisa dijaring, semua jenis dan ukuran ikan yang bisa ditangkap mereka angkat.
Akibatnya, jumlah ikan betina yang dibutuhkan untuk bereproduksi berkurang. Anak ikan yang seharusnya dibiarkan tumbuh terlebih dahulu pun gagal mencapai pertumbuhan optimal.
Tata kelola yang tidak memperhatikan faktor keberlanjutan, apabila dibiarkan, akan membahayakan masa depan umat manusia. Padahal, laut dan seluruh isinya merupakan penyangga kehidupan paling esensial.
Untuk itulah banyak negara membuat pengaturan perdagangan produk perikanan. Pemerintah AS, misalnya, sedang menyusun rancangan undang-undang yang mengharuskan pernyataan tentang asal ikan yang masuk ke negara mereka.
Para eksportir produk perikanan kelak harus menuliskan lokasi penangkapan, jenis kapal yang dipakai, hingga jenis jaring yang dipakai saat memasarkan produk ke AS.
Peraturan itu mau tidak mau membuat industri perikanan Indonesia harus berubah. Kita tidak bisa lagi asal menangkap, tetapi harus memperhatikan cara menangkap yang benar. Bahkan, ke depan, industri perikanan harus menggunakan sistem teknologi yang mendukung aturan penangkapan ikan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai penerapan tata kelola industri perikanan berkelanjutan sesuai dengan langkah yang selama ini dilakukan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, seperti pembatasan tentang ukuran ikan yang boleh ditangkap dan diperjualbelikan. Aturan tersebut membuat ikan-ikan tidak hanya bisa terjaga keberadaannya, tetapi juga tumbuh optimal.
Apalagi pemerintah keras melarang penangkapan ikan secara ilegal, termasuk dengan menenggelamkan kapal-kapal tanpa izin resmi. Kini nelayan bisa lebih mudah menangkap ikan dengan ukuran lebih besar. Semua itu ditempatkan dalam tiga strategi pengembangan perikanan, yaitu sovereignty (kedaulatan), sustainability (keberlanjutan), dan prosperity (kesejahteraan).
Menteri Susi menyadari, agar kesejahteraan meningkat, kapasitas para nelayan harus diperbaiki. Semua itu bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan Hanya dengan itulah nelayan dan industri perikanan Indonesia mampu memanfaatkan pasar ikan dunia.
Tentu tidak bisa sekali jadi, sebab itu berkaitan dengan mengubah kebiasaan. Pemerintah sendiri tidak akan ragu meminta negara-negara besar memberikan waktu tambahan bagi pelaksanaan responsible fisheries bagi nelayan Indonesia. Namun, ke depan, nelayan dan industri perikanan Indonesia harus menyesuaikan itu dengan aturan dunia yang sangat memperhatikan soal keberlanjutan.
Salah satu persyaratan agar nelayan Indonesia bisa memenuhi peraturan internasional ialah dengan memperbaiki kualitas kehidupan mereka. Nelayan tidak bisa lagi dibiarkan masuk kelompok masyarakat miskin.
Menteri Susi melihat saat ini kualitas kehidupan nelayan jauh membaik. Apabila pada 2014 indeks kehidupan nelayan berada pada angka 102,97, sekarang sudah 107,37. Akan tetapi, perjalanan memang masih jauh.
Apalagi seperti disampaikan Profesor Emeritus Universitas Harvard, Gustav Papanek, perikanan Indonesia harus mampu membuka lapangan pekerjaan bagi mininal satu juta orang. Itu hanya bisa terjadi kalau kita mampu membangun industri perikanan yang menyejahterakan nelayan.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved