Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA memang tak hanya menghadapi problem duka para TKI, tingginya daerah tertinggal (127 kabupaten), korupsi yang bertubi-tubi, terorisme, narkoba, dan seterusnya.
Indonesia juga ada pianis Joy Alexander yang memukau di ajang Grammy Awards dan penyanyi Anggun C Sasmi yang ternama di Prancis.
Ada pula perancang busana Farah Angsana yang ngetop di Eropa, Nelson Tansu, profesor fisika termuda di Amerika, sutradara muda Livi Zheng yang Bursh With Danger-nya masuk nominasi Oscar, dan seterusnya.
Indonesia yang besar ini memang harus sebanyak mungkin menyimpan 'deposito' capaian aneka prestasi di panggung dunia.
Kini, Indonesia juga ada Rio Haryanto.
Pemuda kelahiran Solo, 22 Januari 1993 itu kini tengah menjadi harapan kita di arena balapan paling bergensi di dunia, Formula 1.
Rio sampai ke anak tangga itu setelah belasan tahun menapaki anak tangga demi anak tangga sejak masih bocah enam tahun.
Saat itu ia juara nasional gokar kelas kadet.
Ia terus bertekun. Lalu, ia pun berkali-kali meng-ukir prestasi, antara lain di Formula Asia, Formula Renault Asia, Formula BMW Pacific, GP3 Series, dan GP2 Series.
Itulah yang membuat Tim Manor Racing terpincut kepada Rio untuk masuk Formula 1.
Rio tak hanya mewakili Indonesia, tapi juga Asia Tenggara, bahkan Asia.
Pemuda santun itu memang masuk Tim Manor Racing dengan membeli kursi (pay driver) yang mahal.
Tak mengapa, juara Formula 1 Fernando Alonso (juara 2 kali), Niki Lauda (juara 3 kali), dan Michael Schumacher (juara 7 kali), legenda balapan yang belum tertandingi, juga melakukan debut F1 lewat pay driver.
Kini Rio tinggal fokus menghadapi balapan Maret nanti di Australia.
Tentu dengan syarat dana beres.
Formula 1 adalah mimpi para pembalap, dan Rio kini tengah sampai di depan pintu gerbang mimpi itu.
Seusai menjalani tes pramusim pertama F1 2016 dengan mobil Manor Racing MRT05 di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, Rabu (24/2), Rio bungah bukan kepalang.
"Manor memberi saya banyak pelajaran, tapi masih banyak pelajaran lain yang akan saya dapat," katanya.
Bahkan, meski jet darat Rio sempat keluar lintasan di tikungan kelima, Manor tetap bangga pada pembalap Indonesia itu.
Rio didamba mengharumkan nama bangsa.
Akan tetapi, soal besarnya dana memang membuat kita ternganga.
Fulus Rp225 miliar yang harus dibayar kepada Tim Manor Racing membuat antara harapan dan kenyataan jadi berkelindan.
Publik ingin Rio didukung, tapi jika dana sebesar itu keluar dari kocek negara, terasa tak adil.
Akan ada banyak olahraga profesional lain menuntut hak yang sama.
Dari jumlah itu, pihak Rio dan Pertamina sebagai sponsor bisa mengatasi.
Separuhnya lagi inilah yang harus cepat dicarikan solusi, sebab ada kabar Malaysia Tourism Board (MTB) tertarik mensponsori debut Rio.
Kita membayangkan akan ada tagline Truly Asia berkibar-kibar di jet darat Rio.
Siapa yang bisa melarang jika sampai pada waktunya, selain Pertamina, perusahaan lain tak ada yang bersedia menjadi sponsor?
"Yang pasti, kalau itu terjadi (MTB mensponsori Rio), paling tidak saya yang akan galau bersama BUMN dan swasta nasional. Saya kira harus galau dengan kenyataan ini," kata Menpora Imam Nahrawi.
Sebagai 'kompor', MTB boleh juga.
Menteri Pariwisata Arief Yahya pun mulai mengkaji untuk mensponsori Rio dengan label Wonderful Indonesia.
Agaknya itu jalan keluar terbaik.
Pada akhirnya, Rio di ajang Formula 1 tak semata balapan. Ia olahraga, bisnis, dan gengsi negara.
Tak 'haram' pihak mana pun menjadi sponsor, tetapi terasa menjadi pemandangan 'ganjil' jika pihak Indonesia (terutama korporasi) tak peka, akan ada balapan orang Indonesia yang ditonton ratusan juta pasang mata di dunia dengan cita rasa Malaysia.
Alangkah sayangnya.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved