Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Hasta la Vista, Baby

Saur Hutabarat/Dewan Redaksi Media Group
25/2/2016 05:31
Hasta la Vista, Baby
(AP/Jeff Chiu)

JUDUL itu cuplikan kata-kata Presiden Jokowi di San Francisco, AS, dalam sebuah konferensi dagang, berkaitan dengan berbagai paket kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah, khususnya untuk membabat hambatan investasi.

Terakhir, pemerintah merevisi daftar negatif investasi, mengizinkan kepemilikan 100% asing dalam 35 industri, serta meningkatkan batas pemilikan asing sampai 67% untuk lebih 40 industri lain. Kata Presiden,

"There are still many excessive permits, licenses and restrictions to which we will say, 'Hasta la vista, baby."

Pernyataan Presiden Jokowi itu diangkat dalam editorial koran terkemuka The Wall Street Journal edisi akhir pekan lalu (Jumat-Minggu, 19-21/2).

Di bawah judul Indonesia's Economic Opening, disebutkan pemerintah telah membuat perizinan satu pintu, mulai merevisi 80 peraturan yang menghambat bisnis, dan berjanji memenggal pajak korporasi dari 25% menjadi 18%.

Akan tetapi, masih banyak hambatan sehingga Presiden berkata, 'Hasta la vista, baby'.

Frasa Spanyol itu merupakan ucapan aktor Arnold Schwarzenegger dalam film Terminator 2 (1991), yang berarti 'Selamat tinggal'.

Agar tidak kehilangan muatan humor aslinya, ketika film itu dialihbahasakan dari Inggris ke dalam bahasa Spanyol, frasa itu justru digubah ke dalam bahasa Jepang, menjadi 'sayonara, baby'.

Ternyata, dalam bahasa Jepang itu, nuansa orisinalitas humor dalam Spanyol tetap terjaga.

Pada 1992, Schwarzenegger, sebagai pendukung George W Bush, mengajak pemilih di New Hampshire untuk mengatakan 'Hasta la vista, baby' kepada Pat Buchanan.

Schwarzenegger kemudian menjadi Gubernur California (2003-2011).

Karena itu, tepat sekali di San Francisco, negara bagian California, Presiden Jokowi mengatakan 'Hasta la vista, baby', selamat tinggal penghambat investasi.

Menjebol hambatan investasi juga diperlihatkan Presiden Jokowi melalui diplomasi bermain pingpong virtual dengan pendiri Facebook Mark Zuckerberg (17/2).

Sangat kontras luar biasa dengan apa yang dilakukan pemerintah India seminggu sebelumnya, memberedel program Free Basics.

Itu program gratis yang diimpikan Zuckerberg dapat menghubungkan bermiliar-miliar manusia di dunia.

Program itu merupakan jalan untuk memperkenalkan warga miskin dan gagap teknologi kepada potensi internet.

Di India, sedikitnya 132 juta pengguna Facebook.

Free Basics sekarang hadir di 25 negara, dari Indonesia sampai Panama (International New York Times, 10/2).

Presiden Jokowi jelas menggunakan mindset entrepreneur yang berorientasi ekspor ke pasar dunia yang kemudian disemainya kepada para gubernur dan bupati/wali kota di Istana, tiga hari lalu (Senin, 22/2).

Menurut Presiden, di dunia yang bergerak cepat, di tengah persaingan ekonomi antarnegara kian sengit, bila tidak bekerja lebih keras, Indonesia akan tertinggal.

Kendati sesama pemimpin ASEAN saling berjabat tangan di forum ASEAN,

"Saya pribadi melihat negara-negara ASEAN lain sebagai saingan."

Untuk menang bersaing, negara harus mengubah cara tradisional berbisnis demi menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Hasta la vista, baby pun harus diucapkan para kepala daerah kepada berbagai peraturan daerah yang menghambat investasi di daerahnya.

Memangkas birokrasi dan menerapkan pemberian izin melalui satu pintu, mestinya diadopsi semua daerah.

Mentalitas 'bila bisa dipersulit kenapa dipermudah', harus dibabat.

Tidak kalah penting juga 'sayonara, baby' terhadap penyerapan anggaran yang seret di daerah.

Perbankan pun hendaknya juga bergairah 'hasta la vista, baby' terhadap suku bunga kredit yang tinggi mencekik.

Perbankan nasional patutlah becermin, apakah telah mengelola lembaga keuangan itu efisien.

Jangan gampangan membebankan ketidakefisienan perbankan kepada nasabah.

Patutlah dipertanyakan, misalnya, apa perlunya BRI memiliki satelit?

Di tengah melambannya perekonomian dunia, di tengah anjloknya harga minyak dunia, di tengah terbitnya kebijakan bank sentral seperti Jepang menerapkan suku bunga negatif, selayaknya pula BI rate tinggi terus dievaluasi dengan spirit, hasta la vista, baby.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.