Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI perbankan diguncang rumor. Otoritas Jasa Keuangan diisukan akan mengeluarkan aturan tentang pembatasan net interest margin (NIM) dari perbankan. Untuk menekan suku bunga kredit, bank akan dibatasi NIM-nya antara 3% dan 4%.
Keruan saja harga saham perbankan bergejolak. Tekanan jual saham perbankan membuat harga saham perbankan tergerus sampai 5%. Pasar khawatir ekonomi komando akan diterapkan di Indonesia dan membuat saham perbankan tidak menarik.
Ketua Komisioner OJK Muliaman D Hadad sudah menegaskan tidak pernah ada ekonomi komando di Indonesia. OJK tidak pernah berencana mengeluarkan peraturan yang membatasi aktivitas dunia perbankan.
Belakangan ini adanya harapan dari pemerintah agar perbankan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi. Caranya dengan menurunkan tingkat suku bunga kredit agar dunia usaha lebih kompetitif. Sekarang ini tingkat suku bunga kredit dinilai terlalu tinggi sehingga tidak mendorong masyarakat menanamkan modal mereka.
Tekanan pertama-tama ditujukan kepada Bank Indonesia. Tingkat suku bunga acuan BI terlalu tinggi, di tengah tingkat suku bunga acuan dunia yang cenderung rendah. Dua kali pertemuan Dewan Gubernur BI akhirnya memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga 25 basis poin sehingga kini BI rate berada pada posisi 7%.
Penurunan BI rate memunculkan desakan agar perbankan ikut menurunkan tingkat suku bunga. Salah satu yang menjadi biang keladi ialah tingginya NIM. Penetapan NIM yang terlalu tinggi memang menguntungkan perbankan, tetapi mencekik para pengusaha.
Persoalan itu sebenarnya bukan masalah baru. Tingkat efisiensi perbankan kita memang rendah. Mereka mengompensasi hal itu dengan NIM yang tinggi. Selama ini NIM yang diterapkan perbankan di atas 6%. Itulah yang membuat biaya modal di Indonesia menjadi mahal.
Yang harus kita pikirkan ialah bagaimana membuat perbankan kita menjadi lebih efisien. Caranya tentu tidak dengan cara komando yang memaksakan. OJK, BI, Perbanas, dan pelaku perbankan harus duduk bersama-sama mencari jalan untuk membangun sistem perbankan yang solid.
Sistem perbankan yang baik itu bukan hanya memperkuat bank dengan keuntungan menggiurkan, melainkan juga bagaimana membuat bank mampu menjalankan fungsi intermediasi. Kita sering diingatkan, bank bukanlah lembaga yang 'beternak uang'. Uang itu alat untuk menggerakkan perekonomian.
Wapres Jusuf Kalla berulang kali menyampaikan hal itu. Kalau sekarang kita mengeluhkan soal deindustrialisasi yang terjadi, reindustrialisasi tidak pernah akan bisa kita lakukan apabila suku bunga terlalu mahal.
Sepanjang tidak ada gairah orang untuk berinvestasi, bank harus membayar dana simpanan pihak ketiga yang lebih mahal. Lingkaran setan itulah yang sekarang terjadi dan perbankan pun tidak pernah bisa menikmati manfaat optimal dari industri yang mereka kembangkan.
Sepanjang tidak ada keberanian untuk memutus rantai itu, kita akan terus berkutat pada persoalan yang sama. Kita bukan hanya terus saling menyalahkan, melainkan juga akan ketinggalan kereta karena bangsa bangsa lain lebih bergegas dalam membangun negara mereka.
Permintaan pemerintah agar dunia perbankan berbenah diri jangan dilihat sebagai perintah. Namun, itu imbauan agar perbankan ikut memikirkan solusi untuk bangsa ini agar lebih cepat membangun.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved