Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

The Runner

Suryopratomo/Dewan Redaksi Media Group
27/1/2016 05:00
The Runner
Perkebunan kelapa sawit di Sulung, Kalimantan Tengah.(MI/Adam Dwi)

ADA film berjudul The Runner yang dibintangi aktor Nicholas Cage. Film itu bercerita tentang seorang calon senator, Colin Price, yang berjuang merebut kursi dari Louisiana. Ia harus mengambil posisi berkaitan dengan kecelakaan pengeboran minyak British Petroleum (BP) yang mengakibatkan 11 pegawai tewas dan tumpahan minyak mencemari Pantai Louisiana.

Pilihan yang harus diambil, seperti biasa, jalan populis dengan menyalahkan BP dan industri perminyakan atau jalan tengah, yakni mendukung keberlanjutan pengeboran minyak dengan perbaikan tata kelolanya. Dalam pidato kampanyenya Price mengatakan, "Banyak teman saya yang bekerja di pengeboran minyak BP. Banyak sanak keluarga mereka yang hidupnya tergantung dari industri perminyakan. Amerika Serikat pun membutuhkan keberadaan industri minyak. Tidak mungkin AS mengirimkan terus miliaran dolar devisanya ke Timur Tengah (untuk mengimpor minyak). Oleh karena itu, kita tidak bisa memusuhi industri perminyakan. Kita harus bantu mereka terus berjalan di negeri ini.

"Kita sengaja kutip pidato kampanye itu untuk mengajak enlighten people di negeri ini untuk memiliki cakrawala pemikiran luas. Tidak bisa semua persoalan didekati dengan kacamata populis dan sekadar menyenangkan rakyat. Rakyat sering kali tidak bisa melihat akibat lebih besar, atau unintended consequences.

Tugas pemimpinlah menjelaskan duduk perkara agar kita bisa memetik manfaat optimal dan berjangka panjang bagi bangsa. Dalam kasus kita yang harus menjadi perhatian bersama ialah industri kehutanan. Hutan memiliki dua fungsi, yakni kelestarian lingkungan dan ekonomi. Keseimbangan mengelola kedua kepentingan itu harus dilakukan. Sering kali pejabat kita hanya melihat dari satu sisi, terutama setelah terjadi kebakaran hutan, industri kehutanan dianggap masalah. Lalu muncul semangat antiindustri kehutanan dan seakan industri kehutanan merupakan beban bangsa.

Pembentukan Badan Restorasi Gambut diharapkan mampu memainkan peran yang lebih mencerahkan kepada bangsa. Pendekatan yang harus diusung bagaimana membuat kepentingan lingkungan dan ekonomi bisa berjalan beriringan. Lalu, sebagai bangsa kita mendapat manfaat paling optimal. Industri kertas dan bubur kertas maupun industri perkebunan seperti kelapa sawit harus menjadi kekuatan bangsa. Tidak ada manusia di dunia ini yang tidak membutuhkan kertas mulus untuk keperluan tulis, kosmetik, maupun rumah tangga. Demikian pula kelapa sawit yang berguna untuk keperluan minyak goreng dan bahan bakar nabati.

Kini gangguan yang dihadapi industri itu luar biasa. Di Kalimantan Barat, di perbatasan antara Kabupaten Singkawang dan Bengkayang, pencurian buah tandan segar sudah berlangsung dua tahun. Perkebunan pun nyaris habis dijarah. Di tengah harga minyak kelapa sawit yang rendah, gangguan keamanan itu merupakan pukulan bagi industri kelapa sawit.

Seperti yang disampaikan Colin Price di atas, kita tidak bisa bersikap masa bodoh. Pemerintah harus hadir membantu industri kehutanan bisa berjalan baik sebab tidak bisa kita membuang devisa untuk mengimpor kebutuhan kertas dan minyak nabati dari Eropa dan AS. Kita harus mandiri dan bahkan menjadi negara terunggul untuk industri kehutanan.

Pengusaha senior Bob Hasan selalu mengatakan hutan merupakan tambang emas bagi bangsa ini. Lebih istimewa, tambang emas yang tidak pernah akan habis karena bisa terus kita tanam ulang. Yang diperlukan ialah kecerdikan dalam mengelola sumber daya yang tidak habis-habis itu.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.