Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BELUM hilang dari ingatan kita ketika terjadi teror Bom Bali 2002. Sebanyak 202 orang dari mancanegara harus menjadi korban. Akibatnya, perekonomian terpukul berat. Orang takut untuk datang ke Bali dan pariwisata Pulau Dewata nyaris mati suri.
Berbagai langkah pemulihan dilakukan Presiden Megawati Soekarnoputri ketika itu. Waktu berlibur sengaja diperpanjang agar orang mau berlibur ke Bali. Namun dibutuhkan waktu lama untuk mengembalikan kepercayaan pada keamanan di negeri ini.
Apalagi serangan teror nyaris tidak pernah berhenti setelah itu. Ada Bom Kedubes Australia, ada Bom Marriot, dan bahkan Bom Bali II. Puncak kekesalan rakyat terhadap aksi serangan muncul ketika terjadi teror Bom Marriot II 2009. Kelompok anak-anak muda seperti Pandji Pragiwaksono dengan lantang mengatakan, mereka tidak takut kepada teror.
Enam tahun kita merasakan hidup dengan ketenangan. Sampai Kamis lalu terjadi serangan teror lagi. Tidak tanggung-tanggung serangan teror yang telanjang terjadi di jantung ibu kota negara yaitu di kawasan Jalan Muhammad Husni Thamrin.
Serangan teror ini bukan hanya mengoyak rasa aman, tetapi memukul perekonomian yang sedang tertatih-tatih bangkit dari perlambatan. Kepercayaan pasar terhadap iklim investasi di Indonesia langsung terkoyak. Begitu serangan teror terjadi, indeks harga saham gabungan langsung terjerembab, begitu pula dengan nilai tukar rupiah.
Serangan teror Kamis itu merupakan ujian berat bagi Presiden Joko Widodo. Sejauh mana Jokowi mampu menunjukkan kepemimpinannya untuk bisa mengendalikan keadaan. Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi mampu memadukan kekuatan polisi sebagai penjaga keamanan dan Tentara Nasional Indonesia sebagai kekuatan pertahanan.
Jangan lupa yang sedang kita hadapi kelompok teroris. Ketika terjadi terjadi serangan teror di Paris, Presiden Prancis Francois Hollande menggelar semua kekuatan yang dimiliki negaranya. Polisi dan tentara mengejar pelaku teror ke seluruh pelosok negeri.
Tidak hanya itu Hollande menggalang rasa kebersamaan di antara warga bangsanya. Hari berkabung nasional ditetapkan tujuh hari dengan puncaknya mengadakan malam penghormatan bagi para korban di Istana Versailles. Dengan kebersamaan itulah kemudian Bangsa Prancis membangun kembali negaranya.
Begitu pulalah yang seharusnya kita lakukan di sini. Bagaimana negara menunjukan sikap tegasnya menghadapi aksi terorisme. Bukan hanya sekadar retorika, tetapi pasukan terbaik dari bangsa ini mengejar para pelaku teror untuk mengembalikan keamanan dan rasa aman dari warga bangsa ini.
Kita tidak bisa lagi bersikap permisif seperti sekarang. Keamanan merupakan harga mati dan harus bisa diciptakan di negeri ini. Kita tidak boleh berkompromi dan berlindung atas nama demokrasi. Yang tidak boleh adalah salah guna kekuasaan dan tindakan berlebihan untuk menciptakan keamanan.
Keamanan merupakan pilar utama untuk mencapai kesejahteraan bersama. Tidaklah mungkin kita bisa bekerja dan membangun negeri ini tanpa keamanan. Kita harus menyadari, biaya untuk menciptakan keamanan itu tidaklah murah.
Namun semahal apa pun biaya untuk menciptakan keamanan itu, tetap lebih murah dibandingkan ketika rasa aman itu sudah terkoyak seperti sekarang ini. Sedikitnya tujuh orang harus menjadi korban dari tindakan biadab para pelaku teror itu. Biaya ekonomi dan sosial jauh lebih mahal lagi akibat kekhawatiran dan ketidakpercayaan yang ditimbulkannya.
Kita semua menunggu executive order yang disampaikan Presiden untuk mengembalikan keamanan dan ketertiban. Tidak boleh lagi ada kelompok teroris yang bisa bebas membawa senjata dan granat untuk menyerang anggota masyarakat, apalagi itu jaraknya hanya satu kilometer dari Istana Presiden Republik Indonesia.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved