Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Tak Kaget

10/4/2015 00:00
Tak Kaget
Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group(MI/SENO)
BELAJAR tak kaget konon seni menjadi bijaksana. Jujur saya sedang latihan untuk tidak mudah kaget mengarungi demokrasi yang penuh anomali ini. Namun, sama sekali tak berpretensi menjadi bijak. Itu semata agar tidak mudah jatuh sakit. Kalau mudah kaget, marah, lalu mengumbar sumpah serapah, kita bisa terkena gangguan neurosis, bahkan bisa majenun.

Karena itu, saya tak kaget ketika membaca berita dua anggota Komisi VII DPR berduel seusai rapat kerja dengan Menteri ESDM Sudirman Said, Rabu (8/4) silam. Saya 'bersyukur', Mulyadi (Partai Demokrat) dan Mustofa Assegaf (PPP), yang baku pukul itu, tak membuang watak asli: mereka yang bernalar pendek cenderung menyelesaikan persoalan dengan kekerasan. Tak peduli publik letih menunggu good news karena setelah dilantik awal Oktober tahun lalu, mereka masih 'asyik masyuk' dengan urusan mereka sendiri. Bukan urusan publik.

Saya tak kaget. Saya baru kaget kalau mengikuti galibnya negara bahwa anggota dewan itu 'terhormat'. Sejak politik diniagakan di pasar dan publik tak lagi dimuliakan, tapi diajak serta menjual suara, saya melihat anggota DPR serupa pedagang. Ia membeli suara di musim kampanye dan 'menjualnya' setelah duduk di parlemen (tentu anggota dewan yang terpilih bukan karena berdagang tak masuk golongan ini).

Saya tak kaget ketika mendengar anggota DPR, dulu aktivis ormas, kini kaya raya. Salah satu rumahnya di Jakarta amat besar dengan kolam renang menawan. Di kampungnya ia tokoh kebanggaan daerah. Saya juga tak kaget, meski jalan Jakarta macet luar biasa dan 30 juta penduduk Indonesia megap-megap dalam kemiskinan, ada anggota dewan yang mobil mewahnya berjejer tak hanya di rumah, tapi di banyak tempat. Sebagai pedagang politik dalam beberapa tahun pastilah mereka untung besar.

Saya tak kaget ketika membaca berita anggota DPRD di Lampung Timur, dua tahun lalu, bersekongkol dengan belasan pemerkosa daripada membela korban, gadis miskin yang putus SMP. Padahal, keluarga gadis itu melapor ke wakil rakyat agar keadilan bisa hadir (meski untuk seorang yang kegadisannya direnggut paksa beramai-ramai, keadaan tak akan bisa pulih dengan keadilan model apa pun). Gadis itu tak punya kuasa untuk menghimpun suara ketimbang belasan pemerkosa. Dalam usaha dagang politik, para pemerkosa lebih bisa meraih 'laba'. Para penjahat itu tetap berkeliaran!

Saya tak kaget ketika seorang kawan bercerita, tetangganya di Bogor setelah menjadi anggota DPRD kabupaten 'mengisolasi' diri. Rumahnya dibangun paling mewah, dipagar besi tinggi nan kukuh. Ia telah menjadi anggota dewan!

Ada begitu banyak 'cerita' tentang wakil rakyat kita. Contoh-contoh itu hanyalah butiran debu. Ada 3.600 anggta DPRD, 74 anggota DPR, 290 kepala daerah tersangkut korupsi. Angka-angka itu nyaris tak punya 'vibrasi' untuk mengurangi laku korupsi. Faktanya, menurut ICW, pelaku korupsi yang ditangkap KPK umumnya kelas teri. Anda bayangkan jika setiap ada pejabat publik tersangka korupsi, duel, pesta narkoba, dan lain-lain, kita kaget dan marah, alangkah habis energi kita. Terlebih lagi jika mereka yang kelas kakap tertangkap!

Hidup, kata Milan Kundera, adalah perangkap. "Kita lahir tanpa ditanyai, terkunci di dalam tubuh yang tidak pernah kita pilih. Namun, dunia yang terbentang luas juga harus menyediakan jalan keluar yang konstan." Jika demokrasi di tangan para politikus rakus/banal menjadi perangkap, harus ada aktor utama penyedia kemungkinan jalan keluar itu. Tak kaget hanya cara bertahan sementara.


Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.