Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Morowali Simpan Sunyi Berbahaya

01/12/2025 05:00
Morowali Simpan Sunyi Berbahaya
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

BANDAR Udara Khusus Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menyedot perhatian nasional. Pemicunya tentu saja pernyataan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin pada Kamis (20/11) yang menyebut ada negara dalam negara di bandara tersebut.

Praktik negara di dalam negara mesti dicegah. Apalagi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menetapkan Bandara IMIP dapat melayani penerbangan langsung dari dan/atau ke luar negeri dalam keadaan tertentu dan bersifat sementara. Ditetapkan dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 38 Tahun 2025.

KM 38/2025 ditetapkan pada 8 Agustus 2025. Umurnya hanya 66 hari karena dibatalkan dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55 Tahun 2025 tertanggal 13 Oktober 2025.

Publik baru mengetahui adanya pembatalan itu 46 hari kemudian setelah diunggah di situs resmi kementerian pada Jumat (28/11). Diunggah hanya delapan hari setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut bandara yang tidak diawasi Bea Cukai dan Imigrasi itu sebagai suatu hal yang anomali.

Bandara IMIP yang diresmikan pada 3 Oktober 2019 terletak di Bahodopi, sebuah kecamatan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Daerah itu berjarak sekitar 53 kilometer ke arah selatan ibu kota Morowali.

Luas daratan Kabupaten Morowali diperkirakan 15.490,12 km2, atau 22,77% dari luas daratan Provinsi Sulawesi Tengah. Posisinya sangat strategis berada di lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan ALKI III.

ALKI II melintasi perairan di sebelah barat Morowali, melalui Selat Makassar dan Laut Sulawesi, yang merupakan jalur utama dari utara ke selatan dan sebaliknya. ALKI III berada di sebelah timur Morowali, melewati Laut Maluku, Laut Seram, dan seterusnya, melayani navigasi di kawasan timur Indonesia.

ALKI ialah alur laut yang dilalui kapal atau pesawat udara asing di atas alur laut tersebut. Persoalan ALKI terkait erat dengan kedaulatan Indonesia sebagai suatu bangsa. Kedaulatan merupakan salah satu syarat berdirinya suatu negara. Posisi strategis Morowali itulah yang mengkhawatir jika ada bandara khusus tanpa kontrol negara.

Morowali bukan sekadar kawasan industri, ia simpul nikel dunia. Mengizinkan direct international flight tanpa perangkat negara lengkap sama dengan membuka simpul strategis itu pada potensi celah pengawasan.

Halaman 140 Dokumen Master Plan Pengembangan dan Penataan Sekitar Kawasan Industri, Kabupaten Morowali 2023 menyebut keberadaan Bandara Khusus IMIP. Dokumen itu disusun Kementerian PPN/Bappenas.

Dokumen itu menyebutkan rencana pengembangan sistem transportasi udara untuk pengembangan bandar udara umum pada kawasan perkotaan Bahodopi tidak ada. Saat ini yang ada hanya Bandara Khusus IMIP yang digunakan untuk melayani kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan sesuai dengan usaha pokoknya.

Keberadaan bandara khusus diatur dalam Pasal 247 hingga 252 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Pasal 248 menyebutkan pengawasan dan pengendalian pengoperasian bandara khusus dilakukan otoritas bandar udara terdekat yang ditetapkan menteri.

Pasal 249 menyatakan bandar udara khusus dilarang melayani penerbangan langsung dari dan/atau ke luar negeri kecuali dalam keadaan tertentu dan bersifat sementara, setelah memperoleh izin dari menteri.

Seperti dilansir dari laman resmi Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Bandara IMIP tercatat dikelola secara swasta dengan klasifikasi 4B. Operasionalnya berada di bawah Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar.

Sejauh ini belum ada penjelasan resmi terkait dengan pencabutan penerbangan internasional untuk Bandara Khusus IMIP. Bisa jadi pencabutan itu diambil setelah negara menilai ulang risiko setelah melihat dinamika lapangan. Atau baru menyadari bahwa infrastruktur strategis tak boleh dibiarkan beroperasi tanpa negara?

Polemik IMIP pada akhirnya membuka pertanyaan lebih besar dan mendasar. Sejauh mana korporasi, sekalipun sebesar kawasan industri raksasa, boleh mengoperasikan infrastruktur strategis tanpa kehadiran negara?

Pertanyaan itu menggantung di atas langit Morowali. Jangan biarkan kawasan itu terus menyimpan sunyi yang kelak bisa berubah menjadi bahaya bagi kedaulatan.



Berita Lainnya
  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.