Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Purbaya Vs Bahlil

07/10/2025 05:00
Purbaya Vs Bahlil
Ade Alawi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

KEPEMIMPINAN Presiden Prabowo kembali diuji. Kali ini ujian datang tidak jauh-jauh, yakni dari para pembantunya di Kabinet Merah Putih.

Dua menteri yang memiliki jabatan sangat strategis dan masih dalam satu kementerian koordinasi (Kemenko Perekonomian) terlibat silang pendapat di ruang publik.

Mereka ialah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait dengan soal harga asli dan besaran subsidi gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (elpiji) 3 kilogram.

Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Selasa (30/9), Menkeu Purbaya menyatakan negara melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) menanggung beban subsidi sebesar 70%, atau setara Rp30 ribu/tabung elpiji 3 kg sehingga harga jual eceran yang diterima masyarakat bisa ditekan ke level Rp12.750/tabung.

Pernyataan mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu kemudian dibantah Menteri ESDM Bahlil, yang menuding data yang disampaikan meleset sebab Menkeu salah baca dan masih perlu penyesuaian mengingat Purbaya baru menjabat. "Itu mungkin menkeunya salah baca data itu, biasalah mungkin butuh penyesuaian," kata Bahlil kepada awak media di Kantor BPH Migas, Kamis (2/10).

Menurutnya, mungkin bawahan Purbaya tidak memberikan informasi yang akurat perihal data gas melon. "Mungkin menkeunya belum dikasih masukan oleh dirjennya dengan baik atau oleh timnya," lanjut Ketua Umum Partai Golkar itu.

Pada APBN 2024 , kata Purbaya, subsidi untuk elpiji 3 kg mencapai Rp80,2 triliun dengan jumlah penerima manfaat sekitar 41,5 juta pelanggan.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya menuding PT Pertamina (persero) bermalas-malasan membangun kilang minyak baru. Akibatnya, negara mengimpor bahan bakar minyak (BBM) sehingga subsidi BBM terus membengkak.

Dia mengaku tidak habis pikir kenapa kondisi tersebut dibiarkan bertahun-tahun. Menteri yang mengaku 'koboi' itu mengungkit janji Pertamina membangun tujuh kilang baru dalam lima tahun pada 2018 silam, tetapi sampai sekarang sudah tujuh tahun berlalu, tak satu pun kilang dibangun.

Namun, Bahlil memilih tidak berkomentar jauh soal kritik tersebut dan meminta agar pernyataan langsung dikonfirmasi kepada Purbaya.

“Tugas saya adalah bagaimana memastikan agar mengawasi pihak-pihak yang berkolaborasi (pembangunan kilang) dengan Pertamina yang sedang berjalan bisa cepat selesai,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor BPH Migas, Kamis.

Permasalahan komunikasi dan koordinasi yang buruk sesama anggota kabinet bukan sekali-dua kali terjadi. Sebelumnya, pemandangan tak elok muncul antara Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto dan Kementerian ESDM yang dipimpin Bahlil Lahadalia terkait dengan kebijakan diskon tarif listrik 50% yang direncanakan diterapkan pada Juni dan Juli 2025. Akhirnya, rencana pemberian diskon tarif listrik itu dibatalkan.

Tak hanya kasus-kasus di atas yang menunjukkan buruknya komunikasi dan koordinasi antarkementerian. Beberapa kasus lain yang menyedot perhatian masyarakat juga sempat mencuat.

Presiden Prabowo harus menata ulang komunikasi dan koordinasi kabinetnya. Para menteri boleh berbeda pendapat dalam rapat kabinet, berdebat secara terbuka dengan sejumlah argumentasi.

Akan tetapi, jika di ruang publik, para menteri sebaiknya menahan diri untuk bersilang pendapat. Terlebih berbeda pendapat dilatarbelakangi mencari popularitas atau motif politik tertentu.

Prabowo sebagai komandan kabinet tidak perlu mengetahui masalah-masalah yang bersifat detail karena hal itu tugas kementerian koordinasi yang kini berjumlah tujuh menko.

Mantan Danjen Kopassus itu hanya menetapkan prinsip-prinsip good governance. Selebihnya, para anggota kabinet berkreasi dengan komunikasi yang hangat dan efektif demi tercapai Astacita, delapan misi utama pemerintahan Prabowo-Gibran.

Dasar hukum prinsip tata kelola pemerintahan di Indonesia meliputi UUD 1945, UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan yang menetapkan asas-asas umum pemerintahan yang baik (AUPB), dan UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.

Pasal 10 ayat (1) UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan menyebutkan AUPB ialah kepastian hukum, kemanfaatan, ketidakberpihakan, kecermatan, tidak menyalahgunakan kewenangan, keterbukaan, kepentingan umum, dan pelayanan yang baik.

Presiden Prabowo harus membenahi komunikasi internal pemerintah dan komunikasi publik pemerintah. Komunikasi publik perlu sinkronisasi antara Presiden, menteri, dan Badan Komunikasi Pemerintah atau Presidential Communication Office (PCO) agar tidak tumpang tindih, berbeda-beda, sehingga menimbulkan kesengkarutan informasi yang membingungkan publik.

Akhiri drama Purbaya dan Bahlil. Demikian pula Purbaya jangan kebablasan dengan gaya koboinya yang menembak ke sana-kemari sehingga mengganggu kohesivitas pemerintah.

Meskipun publik menyukai gaya komunikasi Purbaya, pada akhirnya publik menanti lahirnya kebijakan yang membuat kondisi negeri berubah lebih baik. Bukan 'tembakan' ke segala penjuru angin yang hanya seksi dalam pemberitaan (media darling).

Kini, ujian terberat komunikasi publik pemerintahan Prabowo ialah soal kesengkarutan program makan bergizi gratis (MBG). Berbagai kasus keracunan massal siswa bukan semakin berkurang.

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat total korban keracunan MBG hingga 4 Oktober 2025 telah mencapai 10.482 anak. Sangat memprihatinkan.

Korban siswa yang keracunan terus berjatuhan. Tak terbendung. Pemerintah jangan malu menyatakan program MBG gagal sehingga harus mengubah strategi atau berganti pada prioritas lain.

Senjata terbaik pemerintahan diktator, kata Niels Bohr, dokter dan ahli fisika dari Denmark (1885-1962), ialah kerahasiaan, sedangkan senjata paling baik pemerintahan demokratis semestinya keterbukaan. Tabik!



Berita Lainnya
  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk.