Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pilar Keempat

30/9/2025 05:00
Pilar Keempat
Ade Alawi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

KEJAHATAN akan memenangi pertarungan bukan karena kejahatan itu kuat atau tangguh, melainkan karena orang-orang baik diam, asyik berpangku tangan, bahkan terjebak dalam zona nyaman.

Demikian pula kekuasaan bisa berkelindan dengan kejahatan, terlebih kekuasaan yang membesar dan terpusat, bisa tergelincir dalam praktik abuse of power.

Itulah kerisauan Edmund Burke (1729-1797), negarawan, penulis, filsuf, dan anggota parlemen Irlandia-Inggris yang hidup pada abad ke-18.

Burke dikenal sebagai bapak konservatisme modern. Meski Burke menolak revolusi radikal, seperti Revolusi Prancis, tetapi dia mendukung kebebasan konstitusional. Bukan kebebasan yang kebablasan, melainkan kebebasan yang sesuai dengan koridor hukum.

Dalam sebuah perdebatan yang riuh di parlemen Inggris, Burke menyoroti pentingnya eksistensi pers yang kala itu berada di balkon. Dia menyebut pers sebagai pilar keempat demokrasi (the fourth estate) setelah legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

Pers dinilai sebagai penyeimbang, bahkan menjadi perekat nilai-nilai demokrasi yang dikembangkan ketiga pilar demokrasi tersebut.

Walakin, perjalanan kehidupan pers hingga abad ke-21 tidak mudah seiring dengan menguatnya hak kebebasan berekspresi dan memperoleh informasi. Hak dasar yang tercantum dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.

Pada 1947, Komisi Hak Asasi Manusia PBB menyatakan kebebasan pers ialah salah satu hak asasi manusia yang sangat penting.

Dalam tragedi kemanusiaan di Gaza, Palestina, pembunuhan terhadap jurnalis menjadi bagian dari genosida terhadap rakyat Palestina oleh Israel. Gaza potret tragedi terbesar kehidupan jurnalis.

Negeri Zionis itu menganggap sampah hukum humaniter internasional, khususnya Konvensi Jenewa dan Protokol Tambahan I yang melindungi pers dalam zona perang.

Di Tanah Air, kehidupan pers mengalami pasang surut. Hubungan antara penguasa dan pers acap kali laksana hubungan Tom & Jerry.

Itu nama dari serial kartun klasik dan karakter utamanya, yaitu seekor kucing bernama Tom dan seekor tikus bernama Jerry. Keduanya menjalani hubungan yang kompleks antara persahabatan dan pertengkaran.

Kehidupan pers sejak era Orde Lama, Orde Baru, dan pascareformasi bak jalan terjal berliku. Krisis kebebasan pers di era Presiden Sukarno mencuat ketika masa demokrasi terpimpin 1959.

Krisis kebebasan di era Orde Baru bukan makin surut, sebaliknya menggila. Rezim Orde Baru mewajibkan pers memiliki surat izin usaha penerbitan pers (SIUPP).

Sejumlah pemenjaraan semena-mena terhadap tokoh pers dilakukan rezim Soeharto, di antaranya Mochtar Lubis karena membongkar kasus korupsi Pertamina. Selanjutnya pemberedelan di antaranya terhadap harian Prioritas, majalah Tempo, Detik, dan Editor.

Kemerdekaan pers era pascareformasi juga terus diganggu aktor-aktor negara, aktor sipil, dan perundang-undangan. Pembungkaman kemerdekaan pers bisa berlangsung secara kasar, brutal, kejam, dan halus baik di tingkat pusat maupun daerah.

Pembungkaman secara halus, misalnya, sang pejabat yang berada di ring 1 kekuasaan memerintahkan kementerian/lembaga pemerintah tidak beriklan di media-media yang tidak 'bersahabat' dengan rezim.

Pola yang sama berlaku di media-media daerah sehingga tak sedikit di antara mereka menghadapi sakaratul maut.

Kini, isu kemerdekaan pers di era pemerintahan Prabowo mencuat di tengah mencuatnya kesengkarutan program mercusuar, makan bergizi gratis (MBG). Namun, bola panas tidak sempat menjadi liar.

Pencabutan kartu identitas (ID card) peliputan khusus istana milik jurnalis CNN Indonesia TV, Diana Valencia, dianggap selesai karena pihak istana sudah mengembalikan ID card-nya.

Pihak istana yang diwakili Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden (Setpres) Yusuf Permana mengaku menyesal, meminta maaf, dan berjanji tidak akan terulang kembali penarikan ID card pers istana milik jurnalis.

Yusuf juga menegaskan pihaknya mendukung asas keterbukaan dan kebebasan pers sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penarikan ID card pers istana diduga terkait dengan pertanyaan tentang program MBG yang diajukan Diana kepada Presiden Prabowo Subianto di Pangkalan Udara TNI Halim Perdanakusuma, Sabtu (27/9).

Pertanyaan itu dilontarkan dalam doorstop setelah Prabowo menjelaskan hasil pertemuannya dengan sejumlah pemimpin negara dalam sidang umum PBB pada Sabtu (27/9).

Namun, pertanyaan Diana dianggap di luar konteks sehingga membuat berang pejabat Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Setpres.

Pencabutan ID card pers istana mengundang reaksi keras Dewan Pers dan komunitas pers lainnya. Dewan Pers yang dipimpin Komaruddin Hidayat menyeru kepada semua pihak untuk menghormati tugas dan fungsi pers yang mengemban amanah publik sebagaimana diatur dalam UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Jika Presiden Prabowo benar-benar mendukung kemerdekaan pers, mantan Danjen Kopassus itu harus menjatuhkan sanksi kepada pejabat istana yang memerintahkan pencabutan ID card pers istana tersebut.

Pasalnya, hal itu merupakan tindakan sewenang-wenang dan menghalangi kerja jurnalis yang dilindungi UU.

Di era echo chamber, efek ruang gema, dalam gelombang maut media sosial yang diserbu buzzer dan pendukung garis keras kekuasaan, pers menjadi penjernih dan sumber validitas informasi.

Kebijakan sporadis, high cost, dengan tata kelola yang buruk menjadi ancaman bagi keberlangsung negeri ini. Tugas pers menjaga negeri ini dari keterpurukan dan kehancuran dengan kerja-kerja jurnalistik yang profesional, mematuhi kode etik dan UU.

Pers, kata Thomas Jefferson, ialah instrumen paling baik dalam pencerahan dan meningkatkan kualitas manusia sebagai makhluk rasional, moral, dan sosial. Tabik!



Berita Lainnya
  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik

  • Tahun Lompatan Ekonomi

    02/1/2026 05:00

    SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.

  • Tahun Baru Lagi

    31/12/2025 05:00

    SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.

  • Tunas Terempas

    30/12/2025 05:00

    SUARANYA bergetar nyaris hilang ditelan hujan deras pada senja pekan silam. Nadanya getir mewakili dilema anak muda Indonesia yang menjadi penyokong bonus demografi.  

  • SP3 Setitik Gadai Prestasi

    29/12/2025 05:00

    IBARAT nila setitik rusak susu sebelanga. Benarkah nila setitik bernama surat perintah penghentian penyidikan (SP3) mampu menggadaikan sebelanga prestasi KPK?