Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Orang Baik

14/1/2016 00:00
Orang Baik
Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI/Seno)

JOHAN Budi SP, mantan juru bicara KPK, mendapat sambutan istimewa di istana. Istimewa karena Presiden Jokowi sendiri dengan ceria, dalam konferensi pers khusus, mengumumkan pengangkatan Johan sebagai juru bicara presiden.

Kata Presiden, bertambah 'orang baik' bergabung di istana.

Orang baik itu bakal memikul tugas lebih berat ketimbang juru bicara presiden di era pemerintahan sebelumnya. Ia tidak saja bersuara perihal presiden, mengomunikasikan program-program presiden, tetapi juga program-program pemerintah kepada masyarakat.

Presiden mengatakan Johan akan mengoordinasikan humas-humas kementerian agar solid. Beban yang terpikul itu disebabkan Johan berpengalaman 12 tahun menjadi wartawan dan 10 tahun sebagai juru bicara KPK.

Jabatan juru bicara presiden lowong sejak Jokowi menjadi RI-1. Kendati tanpa juru bicara, komunikasi publik istana berjalan baik dan efektif karena Presiden terbuka kepada pers. Lagi pula para menteri, Kapolri, dan Jaksa Agung bebas berbicara kepada pers. Bahkan, ada menteri kebablasan sampai-sampai Presiden mengingatkan agar sesama menteri tidak berpolemik di media.

Istana tanpa juru bicara sepertinya bakal berlanjut. Terlebih dengan masuknya Pramono Anung ke istana sebagai sekretaris kabinet. Peran spokesperson itu sebagian diperankan politikus senior itu.

Presiden tak lagi melaksanakan tugas komunikasi publik sendiri.

Pramono, mantan Wakil Ketua DPR, berjam terbang tinggi, berkepribadian luwes, tidak menghindar dari kejaran pers, membuat pers kian dimudahkan. Karena itu, logis saja bila ada yang berpandangan istana tidak memerlukan juru bicara presiden.

Kenyataannya Presiden memerlukan juru bicara.

Jauh hari sebetulnya telah terdengar, juru bicara yang diinginkan Presiden sosok seperti Johan Budi, yang memerankan tugas juru bicara KPK, efektif dan simpatik.

Tidak saja pesan/substansi yang disampaikannya jelas, tidak pula semata mudah diakses media, tetapi juga gayanya sederhana, apa adanya.

Juru bicara KPK itu diapresiasi publik karena 'tahu diri', 'tahu batas'.

Tak lebih, tak pula kurang. Bukankah ada juru bicara melebihi yang dijurubicarai?

Johan Budi tidak pernah berlakon, apalagi berlagak, sepertinya dialah Ketua KPK di hadapan media.

Bisalah dibayangkan betapa rusaknya persepsi atas istana bila juru bicara presiden berlakon, beraksi, berlagak, seakan-akan dialah presiden. Bahkan, lebih daripada presiden.

Bukan mengada-ada, di kolong langit ini, selalu saja ada orang diberi hati minta jantung.

Johan termasuk yang dinominasikan panitia seleksi untuk menjadi pimpinan KPK. Ia gugur di hadapan seleksi DPR.

Apa pasal?

Selain syarat formal bukan sarjana hukum, ia tegas menolak revisi UU KPK.

Ia berpendirian, berkarakter, tidak berkompromi demi jabatan. Akan tetapi, dunia karier tidak kiamat baginya. Istana membutuhkan dan memanggilnya.

Menurut Kepala Staf Presiden Teten Masduki, sejak awal Presiden sudah kesengsem kepada sosok Johan.

"Jadi, yang naksir (Johan Budi) Pak Presiden langsung. Pak Presiden perintahkan saya untuk berkomunikasi dengan Johan untuk kemungkinan bisa bantu Presiden," kata Teten (Media Indonesia, 13/1).

Demikianlah, Presiden Jokowi tidak mendapatkan orang seperti Johan Budi, tipe komunikator publik yang dicarinya, tetapi Johan Budi itu sendiri.

Presiden mendapatkan yang asli, orisinal.

Apakah semua kalangan happy dengan pengangkatan Johan Budi?

Jawabnya tidak karena demikianlah adanya di dunia nan fana ini.

Kedudukan juru bicara tidak diatur undang-undang, terlebih diatur konstitusi, seperti kedudukan menteri.

Terhadap kedudukan menteri, orang tak perlu cawe-cawe, merecoki hak prerogatif presiden.

Apalagi untuk juru bicara presiden.

Biarlah Presiden memilih orang yang diinginkannya, sesuai kriteria dan versi yang ditegakkannya, yaitu 'orang baik'.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.