Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Bersyukur

Suryopratomo/Dewan Redaksi Media Group
06/1/2016 00:00
Bersyukur
(ANTARA/PUSPAPERWITASARI)
MENTERI Keuangan Bambang PS Brodjonegoro telah melakukan tutup buku kinerja keuangan negara 2015. Di sisi pendapatan, pemerintah memperoleh penerimaan dari pajak, bea dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp1.491,5 triliun atau 84,7% dari target. Di sisi pengeluaran, belanja negara mencapai Rp1.810 triliun atau 91,4% dari pagu.

Dengan begitu, defisit anggaran 2015 mencapai Rp318,5 triliun atau 2,8% dari produk domestik bruto. Walaupun lebih tinggi daripada target defisit 1,9% dari PDB, angka tersebut belum melampaui 3% seperti ditetapkan undang-undang. Apakah dengan kinerja seperti itu kita pantas puas? Menkeu mengatakan kita boleh tidak puas karena banyak hal sebenarnya masih bisa dicapai. Namun, kita pantas bersyukur di tengah perlambatan global, kita masih tumbuh 4,73% dan inflasi terkendali di 3,35%.

Masa yang sudah berlalu tinggal sejarah. Kini yang harus dipikirkan ialah bagaimana membuat 2016 lebih baik dari tahun lalu.Kondisi 2016 tidaklah mudah. Arus kas yang ada di kantong pemerintah tidaklah banyak. Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran 2015 hanya Rp10,8 triliun. Itu jumlah minimal untuk membiayai pembangunan.

Kita berharap ada terobosan untuk mendapatkan penerimaan di awal tahun. Saat membuka perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Presiden Joko Widodo berharap perusahaan mau merevaluasi aset dan UU Pengampunan Pajak bisa disetujui DPR.

Pemerintah menyadari ketergantungannya kepada partisipasi rakyat. Dengan pajak yang dibayarkan rakyat, negara memiliki modal untuk membangun. Bahkan tidak hanya itu, Presiden berharap masyarakat tidak wait and see, tetapi langsung berinvestasi. Kita melihat kerja sama tiga sektor, negara-dunia usaha-masyarakat, merupakan kunci kemajuan bangsa. Pemimpin harus menyinergikan ketiga pilar agar pembangunan negara bisa lebih kukuh. Ketiganya tidak bisa dipisahkan dan saling membutuhkan.

Dari ketiga pilar itu yang paling lemah dan harus diperhatikan pemerintah ialah masyarakat. Selama ini mereka selalu menjadi objek. Padahal, dengan jumlah 250 juta jiwa, mereka bisa menjadi kekuatan yang luar biasa. Kalau daya beli bisa dijaga, mereka bisa menjadi penopang dunia usaha. Bahkan apabila kegiatan masyarakat bisa didorong menjadi produktif, mereka bisa menjadi penyumbang pajak yang besar.

Menko Perekonomian Darmin Nasution, dalam dialog akhir tahun di Economic Challenges, menyampaikan perekonomian Indonesia harus bertumpu kepada kekuatan rakyat. Saat ini penerimaan pajak 60% berasal dari dunia usaha dan hanya 40% dari rakyat. Seharusnya kita seperti negara lain, penyumbang pajak terbesar itu rakyat sehingga penerimaan negara tidak terlalu terpengaruh oleh gejolak ekonomi.

Transformasi struktural, kata Darmin, juga harus terjadi di pembiayaan investasi. Saat ini 95% pembiayaan berasal dari perbankan. Hanya 5% dari pasar modal. Porsi pasar modal harus diperbesar agar beban pembiayaan tidak terpusat di perbankan. Untuk itu, pemerintah harus bersahabat dengan dunia usaha. Jangan hanya memperlakukan mereka sebagai 'sapi perah'.

Di kita, pengusaha kerap diartikan pencari untung. Akibatnya mereka kerap dimusuhi dan dicurigai. Padahal, pengusahalah yang paling banyak membuka lapangan kerja dan menyumbang pajak. Mereka juga akan membuat kita menjadi negara industri. Kata kuncinya, kerja sama dan saling percaya.


Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.