Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu potret paling buruk dari Jakarta ialah angkutan umum jalan raya.
Di luar Trans-Jakarta, angkutan umum yang ada amburadul.
Bukan hanya kelayakannya yang jauh dari standar, perilaku pengemudinya menakutkan. Mereka membahayakan keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya.
Kasus terakhir yang mengenaskan ketika metromini melewati pelintasan kereta di Tubagus Angke. Sebanyak 14 penumpang tewas ketika metromini mogok di tengah pelintasan dan ditabrak oleh kereta listrik.
Sebenarnya hampir setiap hari terjadi kecelakaan yang melibatkan entah itu metromini, kopaja, atau Koantas Bima.
Dengan perilaku berkendaraan yang ugal-ugalan bagaimana tidak terjadi kecelakaan di jalan raya. Akibatnya, fatal karena kendaraannya sudah tidak layak. Sosok kendaraan sudah tidak berbentuk.
Asap yang dikeluarkan tidak sesuai aturan emisi gas buang. Rem pun seringkali sudah tidak berfungsi optimal. Malam hari semua lampu tidak menyala.
Kaca yang dipakai, bukanlah kaca kristal yang pecah menjadi butiran kecil ketika terjadi benturan, tetapi kaca rumah yang bisa menembus leher penumpang.
Anehnya mobil-mobil itu bisa mendapatkan izin jalan.
Perbaikan yang dilakukan begitu minimal meski belum lama terjadi kecelakaan fatal. Tidak usah heran apabila kecelakaan terus berulang.
Belum lama memang Kepolisian Daerah Jakarta Raya menemukan buku uji kelayakan kendaraan umum palsu. Rupanya selama ini banyak angkutan umum yang tidak layak, tetapi bisa jalan karena mengantongi surat uji kelayakan palsu.
Pertanyaannya, mengapa Pemerintah Provinsi DKI tidak kunjung membenahi secara struktural?
Padahal, angkutan umum itu tidak memudahkan masyarakat, tetapi malah mencelakakan.
Angkutan umum tersebut menjadi penyebab kemacetan karena selalu berhenti seenaknya dan merusak citra Jakarta.
Begitu sering gubernur berganti, tetapi angkutan umum jalan raya di Jakarta nyaris tidak berubah. Tetap kacau dan tidak memberikan solusi memecahkan pergerakan manusia.
Jangankan orang asing, warga Jakarta pun akan tersesat apabila menggunakan angkutan umum. Padahal, salah satu ukuran tingkat peradaban kota besar ditentukan oleh angkutan umumnya.
Semua kota besar di dunia membangun sebuah sistem angkutan yang mudah, efektif, dan efisien.
New Delhi, yang dikenal sebagai kota paling chaos di dunia, mampu membangun sistem angkutan umum yang baik.
Jakarta tidak kekurangan ahli sistem transportasi.
Deputi gubernurnya ada yang bergelar profesor transportasi, tetapi tidak pernah bisa dibuat cetak biru bagaimana membuat angkutan umum lebih beradab.
Gubernur Basuki Tjahaja Purnama jangan hanya bisa marah-marah. Yang harus dilakukan ialah membenahi angkutan umum di Ibu Kota. Tidak bisa metromini dan sejenisnya dibiarkan beroperasi tanpa manajemen yang baik.
Angkutan umum bukan sekadar bisnis yang menghasilkan untung dan membuka lapangan pekerjaan. Mereka mempunyai peran membantu mobilitas manusia dan harus dijamin selamat sampai tujuan.
Bukan saatnya lagi angkutan umum dikelola dengan model rumah tangga biasa. Kendaraan hanya dipakai tanpa perawatan. Penggantian suku cadang dilakukan dengan model kanibal. Pengemudinya pun tak dibekali sikap tanggung jawab.
Ada yang mengatakan metromini merupakan potret kecil dari kehidupan bangsa ini.
Orang main 'tembak' dan masa bodoh dengan akibatnya kepada orang lain. Kepatutan dan kepantasan tidak jadi pegangan.
Logika dan akal sehat pun dijungkirbalikan.
Kasus 'papa minta saham' tak ubahnya seperti metromini.
Ironis! Kita pura-pura tutup mata dan terus membiarkannya.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved