Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Yang Mulia yang Durjana

04/12/2015 00:00
Yang Mulia yang Durjana
Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group(MI/Seno)
MARI kita catat secara saksama sejarah ini. Sejarah bahwa untuk pertama kali publik bisa menonton langsung sidang--dengan para hakim berjubah warna merah dan putih di tengah--di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.

Lebih dari itu, yang diadili ialah Ketua DPR RI Setya Novanto. Orang ramai pun bisa mendengar seluruh rekaman percakapan yang sungguh tak patut dilakukan seorang pejabat tinggi negara!

Ketika menyimak rekaman itu, betapa publik umumnya marah sebab ada upaya percaloan Novanto di PT Freeport Indonesia yang tengah bernegosiasi dengan pemerintah Indonesia. Bahkan, banyak yang menyimpulkan ada dugaan pelanggaran pidana.

Karena itu, mari kita catat dan nilai dengan saksama satu per satu seluruh majelis hakim di Mahkamah Kehormatan Dewan. Mari kita catat benarkah mereka mulia atau durjana.

Mari kita catat dan nilai sang pengadu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dan yang teradu Ketua DPR Setya Novanto. Kita catat saksi Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

Maroef-lah yang merekam percakapan dirinya, Novanto, dan pengusaha Muhammad Riza Chalid. Siapakah yang berjiwa agung dan yang lancung?

Jika kesalahan Novanto terbukti, tapi tetap dibela dengan segala cara, kita mesti sebut mereka membela orang lancung. Secara khusus kita sebut Partai Golkar, tempat Novanto berasal, partai yang dulu menjadi mesin politik Orde Baru dengan malapraktik kekuasaan korup.

Jika kini Golkar tetap berteguh memproteksi Novanto, partai ini memang kembali pada watak aslinya: mendukung mengelola negara dengan cara durjana.

Jika Golkar ingin menyelamatkan partai, mestinya ia menjadi yang terdepan mendukung sidang. Postulatnya jelas: yang tak bersalah jangan resah.

Mari kita selisik arti kata 'mahkamah' di kamus. Ia berarti pengadilan, lembaga tempat memutuskan hukum atas suatu perkara. Artinya, sebagian 'hakim' yang merupakan penegak kehormatan DPR, sebagian justru sudah berpihak. Mahkamah macam apa, bah!

Ini sebuah sidang yang sesungguhnya subjek dan objek hukumnya sudah amat jelas. Diakui oleh yang merekam, Maroef Sjamsoeddin, pengadu Sudirman Said, bahkan Novanto sendiri. Jika masih ada yang bermanuver, ia sesungguhnya menegasi kebenaran fakta yang telah diakui!

Kita tahu politik sesungguhnya segala urusan tentang publik. Seperti kata Vaclav Havel, politik seharusnya merupakan suatu pernyataan terhadap kerinduan untuk mendukung kebahagiaan dan kepentingan umum.

Apa yang dilakukan Novanto justru jabatan publik untuk kepentingan pribadi. Mengutip obrolan seorang guru di Jakarta, apa yang dilakukan Novanto bisa jadi jamak dilakukan para politikus dan elite kita. Hanya skalanya yang berbeda-beda.

Namun, ada anaforisme atau pepatah mengingatkan, orang bisa berbuat lancung berkali-kali, tetapi tak bisa selamanya. Ah, Novanto yang selama ini licin, bisa jadi mesti terhenti di sini.


Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.