Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Kadin

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
21/11/2015 00:00
Kadin
(ANTARA/AUDY ALWI)
ADA hal menarik saat mendengarkan penjelasan Ketua Kehormatan Kamar Dagang dan Industri Sumatra Selatan, Ahmad Rizal.

Ia menggambarkan pasang surut perekonomian dan bisnis di daerahnya.

Ketergantungan yang tinggi kepada komoditas membuat pertumbuhan perekonomian Sumsel tidak berkelanjutan.

Rizal menyebut kehidupan petani sawit sebagai contoh.

Ketika harga minyak kelapa sawit mencapai US$1.200 per ton, para petani sawit hidup makmur.

Mobil Pajero ada di hampir semua rumah petani.

Namun, ketika harga CPO terpuruk seperti sekarang, mobil-mobil tadi ditarik perusahaan leasing karena mereka tidak mampu membayar cicilan.

Menurut Rizal, ketika harga komoditas melambung tinggi, pertumbuhan ekonomi Sumsel selalu berada di atas pertumbuhan nasional.

Namun, sekarang ketika harga komoditas sedang terpuruk, pertumbuhan ekonomi Sumsel di bawah pertumbuhan nasional.

Apabila Sumsel tidak ingin menghadapi kondisi seperti ini, bentuk ekonomi daerah ini harus berubah.

Sumsel harus mampu menarik investasi di sektor hilir.

Sumsel harus mampu mengolah sumber daya alam yang dimiliki agar bisa memberi nilai tambah dan dengan itu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Apa yang disampaikan Rizal sebenarnya merupakan persoalan dari bangsa ini.

Kita tidak memiliki arah pembangunan industri yang jelas.

Akibatnya, kita terlambat untuk memanfaatkan era booming harga komoditas untuk melakukan transformasi pada perekonomian kita.

Kita menyia-nyiakan kesempatan emas yang kita miliki.

Akibatnya, kita cenderung menghambur-hamburkan modal ekonomi dan kini kita termenung ketika era harga komoditas tinggi itu sudah berakhir.

Pemilihan Ketua Umum Kadin mulai Minggu besok menjadi penting untuk ikut menata peta jalan pembangunan perekonomian kita.

Sudah tiga era 'keemasan' kita lewati.

Namun, kita masih seperti ini.

Padahal, pada 1970-an kita pernah menikmati era bonanza minyak.

Pada 1990-an kita merasakan era 'buruh murah', dan pada 2000-an kita menikmati era 'komoditas'.

Memang tugas utama berada di tangan pemerintah untuk menetapkan arah pembangunan kita ke depan.

Namun, kita tidak lagi hidup di era etatisme. Peran dunia usaha menjadi penting untuk mempercepat transformasi pembangunan ekonomi dari bangsa ini.

Dengan tantangan seperti itu, kita membutuhkan sosok Ketua Umum Kadin yang bukan hanya berpengalaman di dunia bisnis, melainkan juga memiliki jejaring di lingkungan pemerintah dan dunia internasional.

Kita harus berpikiran besar dan berbuat besar, think big and act big too.

Karena Kadin akan bergerak di sektor riil, yang diperlukan ialah pemimpin yang profesional, bukan pemimpin yang bertumpu kepada kekuatan politik.

Kita bisa melihat bagaimana peran yang dilakukan organisasi pengusaha di negara lain.

Keidanren merupakan kumpulan industriwan yang memberikan input kepada pemerintah agar pengusaha Jepang menjadi pemenang di era globalisasi.

Hal yang sama dilakukan Kamar Dagang dan Industri Amerika atau Kamar Dagang dan Industri Inggris.

Mereka berorientasi ke luar dan memberikan masukan ke dalam agar bisa memenangi persaingan,

Ada dua calon yang akan tampil pada pemilihan Ketua Umum Kadin, yaitu Rachmat Gobel dan Rosan Perkasa Roeslani.

Kita sudah mengenal kemampuan kedua calon itu.

Apalagi, para pengusaha yang memiliki hak suara.

Pilihan kita tinggal menunjuk orang yang kapabel dan memiliki visi membawa Indonesia maju atau sekadar memiliki ketua umum.

Selamat memilih!


Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.