Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Kecanduan FB, WA, IG

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
06/10/2021 05:00
Kecanduan FB, WA, IG
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

MARK Zuckerberg tak menyangka jika media sosial Facebook yang ia dan empat kawannya dirikan bakal menciptakan ketergantungan bagi lebih dari 2,8 miliar orang. Hanya dalam kurun satu setengah dasawarsa, Zuck dibantu empat teman sekamarnya di asrama kampus Harvard tempatnya berkuliah, yakni Eduardo, Saverin, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes, mampu membuat orang 'mati gaya' jika medsos raksasa itu mendadak down.

Itulah yang terjadi mulai sekitar pukul 23.00 hingga 05.30 WIB, Selasa, kemarin, saat Facebook dan dua anaknya, Whaatsapp dan Instagram, tumbang di banyak negara. Dunia seperti kolaps. Miliaran orang kelabakan. Di Twitter, jalur medsos yang tidak ikut-ikutan tumbang, gerutu bertalu-talu. Yang tak sabar menahan gelisah ada yang bahkan mencuitkan serapah.

Zuck pun meminta maaf. Namun, ia tidak menjelaskan penyebab tumbangnya medsos yang awalnya dibikin hanya dalam waktu dua pekan itu. Ia hanya berkata, "Setelah 6 jam berhenti, kini semua sudah lancar dan terkendali."

Ia mencoba menghibur diri. Namun, kata maaf seolah tidak cukup untuk mengobati luka bagi yang kepalang nyandu. Kurun 6 jam untuk mati suri tidak mampu membendung miliaran orang yang telanjur serbabergegas. Jangankan begitu. Mati setengah jam saja serasa kiamat bagi mereka yang hidupnya keburu dihela waktu.

Maka itu, laju bisnis 'kerajaan' Facebook pun terkikis. Hanya butuh mati 6 jam bagi FB, IG, dan WA untuk merugi US$7,7 miliar, alias nyaris Rp100 triliun. Dari pasar global, akibat ambruknya tiga aplikasi tersebut, saham Facebook dilaporkan hangus hingga 5%. Dibuat dalam tempo cepat, melesat cepat, merugi pun juga cepat.

Beberapa organisasi dan website pengukur iklan global memprediksi kerugian yang diterima Mark Zuckerberg setelah tiga aplikasi andalannya down semalaman, ditaksir merugi hingga US$7 miliar atau setara Rp99,8 triliun. Standard Media Index memperkirakan Facebook kehilangan sekitar US$545 ribu, setara Rp7,7 miliar per jam selama gangguan itu terjadi. Sementara itu, pada Senin 4 Oktober 2021, Facebook, Whatsapp, dan Instagram tidak bisa diakses sekurangnya selama 6 jam.

Sementara itu, Bloomberg Billionaires Index melaporkan Zuckerberg, yang sebelumnya mejeng sebagai orang terkaya di dunia urutan kelima dengan harta senilai US$121,5 miliar, harus kehilangan US$366 juta akibat gangguan tersebut. Posisi Zuckerberg kini terlempar di bawah Bill Gates.

Mengutip laman Forbes, 'pemadaman' ketiga aplikasi tersebut juga membuat Zuckerberg rugi US$5,9 miliar. Hal itu disebabkan turunnya kepercayaan investor buntut melemahnya Facebook di pasar saham. Beberapa ahli menyebut masih banyak estimasi kerugian lain yang memungkinkan Zuckerberg dan petinggi lainnya harus kehilangan puluhan triliun rupiah.

Reputasi dibangun berhari-hari. Namun, hanya butuh beberapa jam untuk menggerus taji. Benar belaka peringatan komposer Adie MS. Dalam sebuah acara bincang-bincang di Metro TV, ia berkata, "Butuh berhari-hari untuk menata harmoni dari ratusan orang dalam sebuah konser. Tapi hanya butuh satu orang dan dalam hitungan menit untuk membuyarkan semuanya."

Respons atas kolapsnya FB, IG, dan WA itu kiranya memberi sinyal penting bahwa ruang-ruang kesabaran kian menyempit. Dalam dunia yang kian bergegas, kesabaran sudah serupa aib. Teknologi menciptakan kemudahan, imajinasi tanpa henti, kreativitas tanpa batas. Akan tetapi, ia juga melahirkan hukum besi: yang tidak bergegas akan ditebas.

Namun, ada juga kawan yang menghibur diri. Setelah aplikasi WA siuman, ia menulis, "Ternyata enak, ya, hidup tanpa medsos. Telinga tidak terganggu dengan ‘tang, ting, tang, ting’..." Ia seperti menegaskan salah satu penggalan syair karya Ebiet G Ade, saksikan bahwa sepi lebih berarti dari keriuhan.

Akan tetapi, saya bersyukur tiga aplikasi tersebut, terutama WA, kini sudah siuman. Saya pun bisa menyusun kata-kata untuk saya antarkan menuju Podium ini. Saya maafkan Zuck.



Berita Lainnya
  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.