Headline

Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.

Tayo

Saur M Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
17/9/2021 05:00
Tayo
Saur M Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

KEMATIANMU tragis. Dua lelaki berkendaraan becak, membawa tali dan dua karung goni, menangkapmu. Kamu dimasukkan ke dalam karung. Kamu dibawa ke sebuah rumah. Dan, terjadilah pembunuhan itu.

Pembunuhan? Tubuhmu dipukuli dengan kayu sampai mati. Pembunuhan? Tepatnya penjagalan, sekalipun tanpa penyembelihan.

Tak hanya nyawamu melayang. Jasadmu dibakar. Daging bakarmu dijual Rp20.000 per kilogram.

Tayo, engkau tak sendirian. Ada 15 'Tayo-Tayo’ lainnya yang tak diketahui namanya mengalami nasib serupa. Serupa dalam hal modus penangkapan, pengarungan, penjagalan, juga serupa terjadi di 'rumah jagal' yang sama, oleh dua orang yang sama.

Otak penjagalan belum tertangkap. Buron. Yang tertangkap dan diadili ialah Rafeles Simanjuntak, 29. Dia pemilik becak. Di rumahnyalah penjagalan Tayo dilakukan.

Itu terjadi di Kota Medan pada Januari 2021. Delapan bulan kemudian, pada 31 Agustus 2021, Pengadilan Negeri Medan memvonis Rafeles 2,5 tahun penjara. Dia terbukti melanggar Pasal 363 ayat 1 KUHP (mencuri hewan peliharaan) dan Pasal 406 ayat 2 KUHP (membunuh hewan orang lain).

Tayo adalah kucing piaraan milik Sonia. Berbulu warna hitam dan putih, Tayo kucing jenis persia. Rafeles dan temannya yang masih buron itu berbecak berkeliling mencari kucing untuk dijagal dan dagingnya dibakar untuk dijual. Begitu melihat Tayo yang bertulang besar, Rafeles turun dari becak, menangkapnya, mengarungkannya. Mereka mengeksekusi Tayo di rumah Rafeles.

Sidang pengadilan itu dihadiri pendiri Animal Defenders Indonesia Doni Hendaru Tona. Doni menilai putusan majelis hakim yang diketuai Hendra Utama Sutardodo dalam kasus pencurian dan pembunuhan Tayo itu sebagai babak baru perlindungan hukum terhadap hewan peliharaan. Babak baru karena selama ini tindak pidana terhadap hewan peliharaan paling banter dihukum kurungan tiga bulan penjara. Kasus Tayo bahkan nyaris tidak diproses secara hukum. Netizen dan pecinta hewan meributkannya, memviralkannya, akhirnya perkara diadili. Putusan majelis hakim atas perkara Tayo bahkan dinilai menciptakan babak baru perlindungan hukum terhadap hewan peliharaan.

Sayangilah makhluk hidup kiranya bukan seruan baru. Yang terdalam dan terlama di dalam sejarah kehidupan ialah seruan orang suci untuk mengasihi orang lain seperti mengasihi diri sendiri. Tak ada disebut di berita mengenai vonis Tayo ini, apakah majelis hakim memasukkan pertimbangan 'menyayangi makhluk hidup itu' di dalam putusannya.

Hakim penegak keadilan. Penyayang hewan terpenuhi rasa keadilannya atas putusan hakim terhadap perkara Tayo. Kiranya hakim dapat menghukum terdakwa Rafeles lebih berat karena yang dilakukannya bukan hanya dua perkara (mencuri dan membunuh), melainkan tiga perkara (mencuri, membunuh, menjual dagingnya).

Bayangkanlah seandainya majelis hakim pengadilan tinggi perkara Pinangki yang mengadili perkara Tayo di pengadilan negeri. Majelis hakim kiranya akan meringankan hukuman Rafeles dengan alasan kasihan dia seorang tukang becak. Hakim pengadilan tinggi meringankan hukuman jaksa Pinangki karena hakim kasihan dia seorang ibu yang punya anak balita berusia 4 tahun. Hukuman Pinangki dikurangi dari 10 tahun menjadi 4 tahun penjara. Padahal sebagai penegak hukum yang menyalahgunakan jabatannya, jaksa Pinangki sepantasnya dihukum berat.

Sebaliknya, bayangkanlah jika perkara jaksa Pinangki di pengadilan tinggi itu diadili oleh majelis hakim pengadilan negeri yang mengadili Tayo, kiranya terciptalah babak baru terhadap pemberantasan korupsi.

Apa yang aneh dengan semua yang dibayangkan itu? Yang aneh ialah terjungkirbaliknya posisi hakim pengadilan tinggi dan hakim pengadilan negeri yang lebih 'rendah' kedudukannya. Yang lebih aneh lagi, betapa keadilan lebih tegak di atas perkara pidana terhadap hewan piaraan daripada di atas perkara pidana terhadap korupsi yang dilakukan penegak hukum.



Berita Lainnya
  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.