Headline

Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.

Apriyani/Greysia Pemersatu Bangsa Seutuhnya

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
03/8/2021 05:00
Apriyani/Greysia Pemersatu Bangsa Seutuhnya
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

‘PELATIH saya keturunan Tionghoa tulen asal Solo. Pasangan saya di lapangan keturunan Papua-Blitar. Saya orang Minahasa tulen ada Tionghoa dikit. Kalau bukan Indonesia yang mempersatukan kami, kami tidak akan pernah bisa bersatu’.

Begitu cicitan akun @greyspolii milik atlet bulu tangkis kita, Greysia Polii. Menteri BUMN Erick Thohir mengunggahnya di grup aplikasi pertukaran pesan yang saya ikuti. Ketika itu, perbincangan di grup dipenuhi perayaan atas kesuksesan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu meraih medali emas cabang bulu tangkis di Olimpiade Tokyo 2020. 

Cicitan itu kiranya kicauan lama, ketika Greysia Polii berpasangan dengan Krishinda Maheswari. Ayah Krishinda pesepak bola asal Papua Panus Korwa dan ibunya berasal dari Blitar, Jawa Timur.

Cicitan lama Greysia kiranya masih relevan ditampilkan ketika kini dia berpasangan dengan Apriyani Rahayu. Apriyani lahir di Lawulo, Sulawesi Tenggara. Greysia dan Apriyani berbeda agama. Pasangan Greysia-Apriyani plus pelatih mereka tak kurang warna-warninya,
sama-sama Indonesia, jika dibandingkan dengan pasangan Greysia-Krishinda dan pelatih mereka.

Mereka tak mempersoalkan suku, agama, atau latar belakang seluruh anggota tim. Itulah yang membuat tim bulu tangkis kita solid dan tangguh hingga berkali-kali mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Bulu tangkis kiranya olahraga paling Indonesia sejak dahulu kala. Disebut paling Indonesia karena kita tidak mempersoalkan latar belakang para pemain atau pelatih yang dianggap ‘bukan Indonesia asli’ alias nonpribumi. Ketika di bidang lain kalangan Tionghoa ‘dianaktirikan’, di lapangan bulu tangkis mereka kiranya ‘dianakemaskan’.

Kita tidak mempersoalkan asal-usul Rudi Hartono, Alan Budikusumah, Susy Susanti, dan kawan-kawan, serupa kita tak mempertanyakan latar belakang Icuk Sugiarto, Ricky Subagja, atau Richard Mainaky. Kita bahkan menyebut Susy Susanti orang Tasikmalaya, Jawa Barat, bukan orang Tionghoa.

Negara bahkan membiarkan beberapa di antara mereka memakai nama Tionghoa seperti Liem Swie King atau Tjun Tjun. Padahal, Orde Lama, juga dalam tingkat tertentu Orde Baru, mengharuskan orang-orang Tionghoa mengganti nama Tionghoa mereka dengan nama Indonesia.

Sejak dulu pemain, pelatih, dan ofisial bulu tangkis kita bersatu di bawah bendera Indonesia. Sejak dulu Indonesia mempersatukan mereka. Sejak dulu pula tim bulu tangkis kita mempersatukan Indonesia.

Kini Indonesia mempersatukan Greysia-Apriyani. Greysia-Apriyani juga mempersatukan Indonesia. Bila Gisella Anastasia, Maria Vania, dan Tante Erni dikatakan artis pemersatu bangsa, Greysia-Apriyani-lah atlet pemersatu sesungguhnya bangsa kita. Gisel, Maria Vania, dan Tante Erni kiranya cuma pemersatu bangsa laki-laki. GreysiaApriyani pemersatu bangsa seluruhnya, seutuhnya.

Lihatlah bagaimana warganet yang biasanya bersengketa pendapat dalam segala hal, tiba-tiba bersepaham, bersatu. Mereka membagikan gambar ilustrasi menampilkan pasangan Greysia/Apriyani. Mereka memberikan ucapan selamat. Mereka bangga menyaksikan merah putih berkibar diiringi lagu Indonesia Raya berkumandang di arena Olimpiade Tokyo 2020. Mereka juga berucap ‘Alhamdulillah, ya Allah’.

Bisa dikatakan hampir semua grup aplikasi pertukaran pesan yang saya bergabung di dalamnya merayakan kemenangan Greysia/Apriyani. Padahal, di beberapa grup di antaranya, banyak peserta yang doyan nyinyir, menyalahkan pemerintah, meremehkan Indonesia, mempersoalkan Tiongkok, dan segala yang beraroma Tiongkok.

Ironis rasanya bila di era Reformasi ini masih ada yang mempersoalkan asal-usul kita. Ajaib kiranya bila di era demokratisasi kini masih ada yang mempersoalkan latar belakang kita. Bila ada yang masih doyan mempersoalkan latar belakang, kita sebut saja mereka orangorang terbelakang.

Pantaslah bila Presiden Jokowi ber-video call dengan Greysia/Apriyani. Presiden melakukan itu kiranya bukan cuma karena mereka meraih medali emas di Olimpiade, melainkan juga karena mereka telah mempersatukan bangsa. Sebagai pemersatu bangsa, prestasi mereka didaulat presiden dan rakyat Indonesia sebagai kado indah di Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia.

Bila raihan medali emas Greysia/ Apriyani kado terindah peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, ia semestinya kita jadikan momentum memerdekakan diri kita dari rasialisme dan perpecahan, kita jadikan momentum memproklamasikan kembali persatuan Indonesia seraya mengukuhkannya.



Berita Lainnya
  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.