Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Inflasi Deregulasi

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
07/11/2015 00:00
Inflasi Deregulasi
(ANTARA/Widodo S Jusuf)
ADA dua hal menarik terjadi Kamis (5/11).

Pertama, pengumuman pertumbuhan ekonomi kuartal III yang disampaikan BPS. Kedua, pengumuman paket deregulasi VI oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution.

Pertumbuhan kuartal III menunjukkan perbaikan, tetapi tidak sebesar yang diperkirakan BI.

Pertumbuhan kuartal III hanya mencapai 4,73%, padahal BI sempat memperkirakan 4,85%.

Fakta ini menunjukkan belum ada perbaikan nyata dalam perekonomian kita.

Kenaikan hanya 0,06% jika dibandingkan dengan kuartal II mencerminkan pertumbuhan yang relatif datar.

Kita melihat pemerintah terus berupaya memperbaiki iklim usaha.

Paket deregulasi terus dikeluarkan pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Terakhir Menko Darmin Nasution mengeluarkan paket yang memberikan kemudahan fiskal bagi pengusaha yang menanamkan modalnya di kawasan ekonomi khusus.

Presiden Joko Widodo sudah menegaskan pemerintah akan terus mengeluarkan paket deregulasi untuk memperbaiki iklim investasi.

Kalau perlu akan dikeluarkan 200 paket deregulasi.

Hanya, kita ingin mengingatkan pemerintah agar konsisten dengan janjinya dan lebih penting ialah melaksanakannya.

Pemerintah sudah mengeluarkan enam paket deregulasi, tetapi apakah paket deregulasi I sudah semuanya dilaksanakan? Kalau kita lihat, banyak rencana belum ditindaklanjuti.

Berbagai peraturan presiden berkaitan dengan pembangunan kilang, penggunaan elpiji untuk nelayan, hingga pelaksanaan pembangunan pembangkit listrik 35 ribu Mw belum dikeluarkan.

Bahkan janji untuk mengubah peraturan pemerintah di bidang pertambangan malah akan dibatalkan.

Faktor pendorong pertumbuhan kuartal III terlihat pada belanja pemerintah sebagai motornya yang tumbuh 6,56%.

Mulai lancarnya penggunaan anggaran membuat perlambatan pertumbuhan bisa dihentikan.

Namun, membalikkan pertumbuhan seperti diharapkan belum terjadi karena ekses likuiditas di bank daerah pada Juli-Agustus mencapai Rp1,8 triliun.

Artinya, banyak daerah belum menggunakan anggaran secara efektif.

Belajar dari pengalaman AS, tidak mudah mempertahankan momentum pertumbuhan itu.

Pertumbuhan ekonomi AS yang mencapai 3,89% pada kuartal II turun menjadi 1,5% pada kuartal III.

Padahal, Federal Reserve masih terus mempertahankan kebijakan bunga nol persen untuk mendorong konsumsi masyarakat.

Pada kita, konsumsi masyarakat pun stabil pada kisaran 4,96%.

Enam paket deregulasi sangat minimal memberi perhatian pada peningkatan konsumsi masyarakat, sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi kita.

Bagaimana dengan investasi? Memang dampak deregulasi baru terasa kuartal IV.

Namun, investasi tetap di sektor teknologi informasi, keuangan, dan asuransi menggembirakan karena tumbuh di atas 10%, sedangkan konstruksi tumbuh 6,82% dan sektor manufaktur tumbuh 4,33%.

Yang memprihatinkan ialah sektor pertambangan yang mengalami kontraksi hampir 6%.

Semua itu disebabkan ketidakjelasan sikap pemerintah.

Perubahan PP Mineral yang dijanjikan pada paket deregulasi I tiba-tiba hendak dibatalkan.

Itulah yang membuat kita khawatir terjadinya inflasi deregulasi.

Begitu banyak paket, tetapi tidak memberi dampak apa-apa kepada dunia usaha karena pemerintah tidak ada tindak lanjut, sekadar memberikan angin surga.


Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.