Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Miskin Inovasi, Pemda belum Mandiri

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
24/6/2021 05:00
Miskin Inovasi, Pemda belum Mandiri
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

TIDAK ada korelasi antara keberadaan kepala daerah dan rakyat. Kepala daerah yang dipilih dengan biaya mahal itu ternyata tidak mampu menggali pendapatan asli daerah untuk menyejahterakan rakyat.

Ikhtiar awalnya, pemberian otonomi seluas-luasnya kepada daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat.

Mewujudkan kesejahteraan rakyat harus didukung peningkatan kemampuan fiskal daerah. Karena itu, kepala daerah diberi instrumen perluasan desentralisasi fiskal. Ia berhak memungut pajak dan retribusi daerah sebagai bagian dari pendapatan asli daerah (PAD).

Harus jujur diakui bahwa kepala daerah yang terpilih setiap kali pilkada bukanlah orang yang punya kecakapan bisnis. Kemampuan politik mereka jauh lebih dominan sehingga lalai meningkatkan pendapatan daerah. Itulah fakta yang sangat terang benderang selama 20 tahun lebih pelaksanaan otonomi daerah.

Fakta itulah yang disampaikan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Agung Firman Sampurna dalam Rapat Paripurna DPR-RI, Selasa (22/6). BPK menemukan sebanyak 88,07% pemerintah daerah belum mandiri. "Sebagian besar pemda atau 443 dari 503 pemda (88,07%) masuk kategori belum mandiri," kata Agung.

Standar internasional menyebutkan daerah bisa disebut mandiri fiskal manakala PAD minimal 20% dari total APBD. Dengan demikian, daerah-daerah itu masih disusui pusat. Mereka sangat bergantung kepada dana transfer dari pusat. Lebih menyedihkan lagi, dana transfer dari pusat itu lebih besar porsinya untuk belanja pegawai. Rakyat hanya menikmati sekitar 8%.

Pada tahun ini, menurut Menkeu Sri Mulyani, transfer daerah dan dana desa sampai Mei terkontraksi 2,8%, yaitu Rp298,02 triliun. Penyaluran transfer dana ke daerah sampai 31 Mei tercatat sebesar 37,5% terhadap total alokasi TKDD 2021.

BPK pernah melakukan review atas kemandirian fiskal daerah pada 2018 dan 2019 dengan menghitung indeks kemandirian fiskal (IKF) tiap pemda. Nilai IKF rata-rata provinsi pada 2019 ialah 0,36 dan IKF rata-rata kabupaten/kota ialah 0,11.

Hasil review BPK menunjukkan kesenjangan kemandirian fiskal antardaerah di Indonesia sangat tinggi. Pemprov DKI Jakarta dengan IKF tertinggi sebesar 0,7107 dan pemprov dengan IKF terendah, Papua Barat, sebesar 0,0427.

Kesenjangan kemandirian fiskal juga terjadi pada level pemkab/pemkot. Kabupaten Badung, Provinsi Bali, memiliki IKF tertinggi, yaitu 0,8347, yang artinya dapat membiayai 83,47% belanja daerah dari PAD, sedangkan Kabupaten Deiyai, Papua, memiliki IKF terendah, yaitu 0,0031, yang artinya hanya dapat membiayai 0,31% belanja daerah dari PAD.

Hasil review BPK juga menunjukkan sebagian besar pemerintah daerah belum mandiri. Pada 2018, sebanyak 10 pemprov belum mandiri dan turun menjadi 8 pemprov pada 2019. Sementara itu, 471 pemkab/pemkot belum mandiri pada 2018 dan turun menjadi 458 pemkab/pemkot pada 2019.

Harus tegas dikatakan review atas kemandirian fiskal daerah merupakan salah satu bentuk evaluasi atas transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah dalam melakukan pengelolaan keuangan daerah.

Menurut Pasal 280 ayat (1) huruf a UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, pemerintah daerah berkewajiban melakukan pengelolaan keuangan daerah secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Review BPK atas kemandirian fiskal daerah itu sejalan dengan temuan Kementerian Dalam Negeri terkait dengan Indeks Inovasi Daerah 2020. Terdapat lima provinsi yang memiliki nilai indeks inovasi terendah, yaitu Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Maluku, Kalimantan Timur, dan Gorontalo. Kelima provinsi tersebut masuk kategori kurang inovatif.

Kemendagri juga menemukan 55 kabupaten dan 3 kota yang tidak dapat dinilai inovasinya (disclaimer). Di antaranya Kabupaten Boalemo, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Manggarai Timur. Kota dengan kategori disclaimer, yaitu Kota Sorong, Kota Gunungsitoli, dan Kota Subulussalam.

Sudah tiba saatnya, apalagi di tengah pandemi covid-19, kepala daerah mengurangi ketergantungan kepada pusat. Dibutuhkan kepala daerah yang kreatif dan inovatif mencari sumber penghasilan melalui upaya peningkatan PAD. Potensi unggulan di daerah saat ini begitu banyak, misalnya panas bumi, tapi belum dimanfaatkan secara maksimal.



Berita Lainnya
  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.