Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Bila Rakyat Menghendaki Presiden Tiga Periode

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
22/6/2021 05:00
Bila Rakyat  Menghendaki  Presiden Tiga Periode
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

RAKYAT kiranya satu mantra politik. Demokrasi, katanya, ialah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Populisme di berbagai belahan dunia mengatasnamakan rakyat. Parlemen, katanya, merepresentasikan rakyat.

Sebagai jargon politik, rakyat kiranya korban klaim elite. Dalam demokrasi, yang dimaksud rakyat ialah rakyat kebanyakan, sebagian besar rakyat, mayoritas rakyat; suara rakyat kebanyakan diklaim serupa suara seluruh rakyat. Dalam populisme, rakyat dianggap entitas homogen; populisme tak ubahnya peopleism, rakyatisme. DPR senantiasa mengklaim mewakili rakyat, meski sering kali kebijakan dan perilakunya jauh dari kehendak rakyat.

Presiden tiga periode yang kini baru sebatas wacana, katanya, juga atas kehendak rakyat. Baiklah, kita lihat apakah presiden tiga periode sungguh-sungguh suara rakyat atau sekadar klaim. Kehendak rakyat bisa dipotret dari survei dan dari hitung-hitungan di atas kertas suara wakil rakyat di parlemen.

Survei Saiful Mujani Research & Consulting menyebutkan 74% rakyat menghendaki aturan yang mengatur masa jabatan presiden maksimal dua periode tetap dipertahankan. Itu artinya, bila kita pakai makna rakyat sebagai mayoritas rakyat serupa dalam demokrasi, rakyat tidak menghendaki presiden tiga periode.

Akan tetapi, rakyat yang tidak setuju Presiden Jokowi mencalonkan diri sebagai presiden untuk ketiga kalinya, sebesar 52%. Ketika disodorkan nama Jokowi untuk kembali menjadi calon presiden pada 2024, jawaban para pendukung presiden dua periode goyah. Itu artinya, Jokowi masih memiliki pengaruh yang kuat terhadap rakyat. Rakyat yang setuju Jokowi menjabat presiden 3 periode sebanyak 40,2%. Sejumlah 6,9% tidak menjawab.

Bila konstitusi diamandemen dan memungkinkan presiden menjabat tiga periode, lalu Jokowi dicalonkan kembali, peluangnya dipilih rakyat untuk ketiga kalinya memang sangat besar. Survei lembaga KedaiKOPI menemukan nama Presiden Joko Widodo mendapat elektabilitas teratas calon presiden 2024.

Di atas kertas, amendemen kelima konstitusi sangat mungkin kesampaian. Amendemen diusulkan sepertiga jumlah anggota MPR. MPR selanjutnya bersidang dan harus dihadiri minimal dua per tiga anggota. Amendemen harus mendapat persetujuan 50% plus satu anggota parlemen. Melihat komposisi anggota parlemen yang sebagian besar anggota partai koalisi pendukung Presiden Jokowi, kun faya kun, jadilah amendemen kelima konstitusi. Itu artinya rakyat yang diklaim direpresentasikan parlemen setuju presiden (Jokowi) tiga periode.

Itu dengan asumsi amendemen mengizinkan seseorang menjadi presiden tiga periode berturut-turut. Konstitusi sejumlah negara, misalnya Iran dan Tanjung Verde di Afrika Barat, mengatur presiden boleh menjabat tiga periode, dengan dua periode berturut-turut dan satu periode berikutnya harus melalui jeda minimal satu periode. Bila amendemen konstitusi mengatur masa jabatan presiden serupa di kedua negara, yang bisa mencalonkan atau dicalonkan sebagai presiden 2024 ialah Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, bila amendemen mengatur presiden bisa menjabat tiga periode berturut-turut, Jokowi, SBY, juga Megawati yang baru satu periode menjabat, bisa mencalonkan atau dicalonkan menjadi Presiden 2024-2029.

Namun, bila amendemen kesampaian, ia kiranya mengatur presiden boleh menjabat tiga periode berturut-turut. Deklarasi relawan Jokowi-Prabowo 2024 kiranya mengindikasikan itu. Itulah sebabnya Presiden Jokowi kembali meresponsnya dengan mengatakan wacana itu ingin menampar mukanya, mencari muka, meski dia sudah punya muka dan menjerumuskannya.

Konstitusi bukan kitab suci. Konstitusi boleh diamendemen berkali-kali. Kita sudah melakukan amendemen keempat. Amerika tercatat 27 kali mengamendemen konstitusinya.

Namun, agar tidak ada kesenjangan antara suara rakyat kebanyakan dengan suara parlemen, supaya kehendak rakyat tidak sekadar klaim, wakil rakyat sepantasnya menyesuaikan suara mereka dengan suara rakyat hasil survei bila ingin mengamendemen konstitusi. Survei menggambarkan kenyataan suara rakyat. Parlemen juga mesti turun langsung ke lapangan menjaring suara rakyat sesungguhnya.

Terus terang, kita khawatir ‘rakyat menghendaki presiden tiga periode’ sebatas klaim. Pak Harto setiap menjelang periode baru kepresidenannya senantiasa mengucapkan mantra politik ‘bila rakyat menghendaki’ dan dia menjadi presiden selama 32 tahun. Pak Harto mengklaim kepresidenannya yang berlangsung berperiode-periode itu atas kehendak rakyat, bukan atas kehendak dirinya atau elite di sekitarnya. Reformasi yang merupakan suara autentik rakyat hadir untuk mengoreksinya melalui amendemen konstitusi yang mengatur masa jabatan presiden dibatasi dua periode.



Berita Lainnya
  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.