Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Gereja Abdullah bin Nuh

Usman Kansong, Dewan Redaksi Media Group
18/6/2021 05:00
Gereja Abdullah bin Nuh
Usman Kansong, Dewan Redaksi Media Group(MI/EBET)

NAMA menunjukkan agama. Seseorang bernama Maria bia­sanya beragama Kristen. ­Orang Islam biasanya memakai nama Maryam. Bangunan bernama Maria biasanya nama gereja atau sekolah Kristen. Bila nama tidak menunjukkan agama, ia menjadi unik, lain daripada yang lain, menarik perhatian. Kita kepingin tahu ada apa di balik nama unik itu.

Contohnya Masjid Maria Bunda Yesus. Masjid di Kota Abu Dhabi, Uni  Emirat Arab, itu awalnya bernama Masjid Syekh Mohammed bin Zayed. Syekh Mohammed bin Zayed salah satu putra mahkota Kerajaan Emirat Abu Dhabi di Uni Emirat Arab. Atas permintaan sang putra mahkota sendiri, nama Masjid Mohammed Bin Zayed diubah menjadi Masjid Maria Bunda Yesus atau Mary Mother of Jesus Mosque.

Perubahan nama masjid itu wujud toleransi umat Islam kepada pemeluk Kristen. Inilah makna di balik perubahan nama masjid itu. Karena kemegahan arsitekturnya, masjid itu memang sering dikunjungi umat agama lain. Perubahan nama masjid semestinya membuat masjid itu dikunjungi makin banyak umat Islam dan penganut agama lain. Tokoh kristiani menyambut positif perubahan nama masjid itu.

Ismail lazimnya nama Islam. Akan tetapi, satu gereja di Alor, Nusa Tenggara Timur, bernama Gereja Ismail. Nama Ismail bukanlah nama lazim untuk sebuah gereja. Nama itu ternyata diambil dari nama seorang muslim yang ikut mendirikan rumah ibadah umat kristiani itu.

Pembangunan Gereja Ismail awalnya tidak memenuhi syarat kependetaan karena hanya ada empat kepala keluarga beragama Kristen. Beberapa orang Islam memasukkan nama mereka dalam daftar orang-orang yang mengajukan pembangunan gereja tersebut. Keluarga Ismail salah satu pendukung pembangunan gereja itu. Namanya diabadikan menjadi nama gereja yang berdiri pada 1949 itu.

Serupa dengan nama Masjid Maria Bunda Yesus, nama Gereja Ismail wujud toleransi beragama. NTT sangat tersohor toleransi beragamanya. Ketika di tempat lain umat beragama saling menolak pembangunan rumah ibadah, di NTT kaum muslim menyokong pembangunan gereja dan kaum kristiani membantu pembangunan masjid.

Di Bogor, Jawa Barat, umat Islam menolak pembangunan Gereja Kristen Indonesia Yasmin sehingga izin pembangunannya dibekukan. Mahkamah Agung pada 2009 membatalkan pembekuan izin pembangunan GKI Yasmin. Itu artinya pembangunan GKI Yasmin boleh dilanjutkan.

Namun, pembangunan GKI Yasmin tak kunjung diizinkan untuk dilanjutkan. Persoalan jadi berlarut-larut. Untuk menyelesaikannya, Wali Kota Bogor Bima Arya merelokasi gereja ke Jalan Abdullah Bin Nuh. Ini penyelesaian yang tidak ideal. Yang ideal tentu melanjutkan pembangunan gereja di tempat semula. Bagaimanapun itu solusi jalan tengah.

Jemaat gereja diberitakan bersepakat memberi nama gereja di lokasi baru itu Gereja Kristen Indonesia Abdullah bin Nuh. KH Abdullah bin Nuh pendiri Pesentren Al Gozali dan pejuang kemerdekaan di Bogor. Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Bogor KH Mustofa yang juga anak kandung Abdullah bin Nuh menyetujui nama orangtuanya diabadikan menjadi nama gereja.

Nama Gereja Abdullah bin Nuh tentu bagus sebagai wujud toleransi beragama di Kota Bogor. Ini serupa toleransi beragama melalui nama Gereja Ismail serta nama Masjid Maria Bunda Yesus.

Celakanya, sejumlah muslim tidak setuju gereja memakai nama Abdullah bin Nuh. Seseorang yang mengklaim meng­atasnamakan agama menolak gereja memakai nama Islam tersebut karena Abdullah Nuh ulama besar dan levelnya internasional.

Siapa pula yang memberi hak kepada orang itu untuk meng­atasnamakan agama? Apakah agama mengharamkan gereja memakai nama Islam dan masjid memakai nama Kristen? Bukankah nama Gereja Abdullah bin Nuh membawa pesan toleransi kepada dunia, membawa Abdullah bin Nuh, Bogor, dan Indonesia ke level internasional?

Umat Islam semestinya menyambut positif nama Gereja Abdullah bin Nuh di Bogor, serupa tokoh kristiani menyambut positif nama Masjid Maria Bunda Yesus di Abu Dhabi. Kita menantikan kehadiran Gereja Abdullah bin Nuh. 



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.