Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Lepas Landas

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
01/5/2021 05:00
Lepas Landas
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PRESIDEN Amerika Serikat Joe Biden sedang bungah. Senyumnya terus mekar saat berpidato untuk pertama kalinya di depan Kongres Amerika, tengah pekan ini. "Setelah 100 hari penyelamatan dan pembaruan, Amerika kini siap lepas landas. Kita bekerja kembali, bermimpi kembali, menemukan lagi dan kembali memimpin dunia,” kata Biden dalam sidang paripurna Kongres itu.

Luapan optimisme Biden tidak berangkat dari ruang kosong. Badan statistik Amerika mencatat ekonomi negeri Paman Sam itu tumbuh 6,4% pada tiga bulan pertama 2021. Pemulihan ekonomi kuartal pertama tersebut didasari oleh suksesnya program vaksinasi covid-19 dan pencabutan pembatasan kota atau lockdown di beberapa bagian negara AS, serta penggerojokan stimulus.

Kepercayaan konsumen pun naik pada April, ke level tertinggi dalam 14 bulan terakhir. Penggerojokan stimulus benar-benar efektif mendorong daya beli masyarakat, seperti pembelian mobil, sepeda, furnitur, dan barang-barang besar lainnya. Walhasil, perekonomian Amerika kuartal pertama tahun ini terdongkrak, meneruskan geliat yang terjadi di kuartal IV 2020, saat produk domestik bruto tumbuh 4,3%.

Departemen Perdagangan Amerika juga mencatat inflasi melonjak 3,5% pada periode Januari-Maret. Itu pertanda daya beli mulai pulih. Setahun yang lalu, pandemi covid-19 mendorong tingkat pengangguran di Amerika ke level tertinggi pasca-Perang Dunia II sebesar 14,8%. Lalu, perlahan tingkat pengangguran itu turun menjadi 6% karena perekrutan kerja yang dipercepat.

Kongres Amerika telah memberikan persetujuan bagi pemerintah untuk mengucurkan ribuan triliun dolar Amerika kepada masyarakat dan bisnis. Dukungan ekonomi yang luas juga datang dari bank sentral Federal Reserve. Hasilnya, sebagaimana pidato Biden, Amerika memimpin pemulihan ekonomi global, mengembalikan peran dari krisis 2008. Apalagi musim semi ini pemerintah AS juga berencana mengucurkan bantuan langsung tunai hingga US$1.400 (sekitar Rp20 juta) kepada tiap-tiap warga guna mempercepat pemulihan ekonomi.

Begitulah buah ketika pemerintah menunaikan segala janjinya, bahkan melampaui apa yang disampaikan saat kampanye. Soal vaksinasi, misalnya. Pada  pidato innaugurasi Biden berjanji bakal memberikan 100 juta dosis vaksin untuk warganya di 100 hari pemerintahannya. 

Faktanya, belum genap 100 hari pemerintahan, pemerintah Amerika telah menyuntikkan 200 juta dosis vaksin covid-19 kepada warganya. Biden bahkan berjanji bahwa Amerika siap mengirim vaksin ke seluruh dunia. Langkah itu boleh jadi bukan karena saking murah hatinya Amerika, melainkan ambisi Amerika kembali menancapkan pengaruh geopolitiknya di dunia.

Namun, apapun alasannya, pemerintahan Biden berhasil meyakinkan rakyat Amerika dan merebut kepercayaan mereka. Dua kata kunci ini, yakni keyakinan dan kepercayaan, merupakan modal utama kebangkitan kembali ekonomi. Kehilangan dua kata kunci tersebut, trust dan confidence amat mungkin membuat pemulihan ekonomi kian suram. 

Joseph Stiglitz, penerima Nobel di bidang ekonomi 2001, berpendapat bahwa krisis keuangan global tahun 2007 berawal dari runtuhnya keyakinan para pelaku pasar terhadap perekonomian global. Lebih lanjut, Stiglitz juga menyatakan bahwa pasar keuangan bergantung pada kepercayaan dan kepercayaan telah mengalami erosi.
Keputusan yang diambil oleh para pelaku pasar dibuat dengan mempertimbangkan banyak hal, dengan kepercayaan dan keyakinan jadi faktor penentunya. 

Biden tahu rumus itu. Ia tanamkan keyakinan bahwa Amerika bisa bangkit dari 'badai besar' karena punya sejarah mengalahkan Depresi Besar ekonomi. Ia seperti ingin mengulang great deal seperti yang dulu dilakukan Presiden Franklin D Roosevelt untuk menaklukkan Depresi Besar. Perlahan rakyat Amerika percaya Biden bisa mengatasi badai besar seperti Roosevelt mengalahkan Depresi Besar.

Di depan Kongres, dalam pidato pertamanya, Biden pun memanfaatkan kesempatan untuk memajukan proposal belanja pemerintah US$4 triliun (setara lebih dari Rp57 ribu triliun) untuk melanjutkan mimpi Amerika memimpin kebangkitan ekonomi dunia. Sekali lagi, kuncinya ialah kepercayaan dan keyakinan.

Dalam konteks Indonesia, masih adakah optimisme yang tersisa? Jawabnya: masih berlimpah. Negeri masih terus meraih surplus perdagangan. Ekspor kita tahun ke tahun, hingga Maret 2021 tumbuh lebih dari 30%. Pula, kita juga mencatatkan realisasi investasi yang melebihi target pada 2020 lalu, dengan capaian 2,1% di atas target.

Dari sisi kepuasan dan kepercayaan publik terhadap pemerintah, semua lembaga survei mencatatkan hasi yang sama: kepuasan kepada pemerintah di atas 60%. Kalaupun ada kritik, penyakitnya masih sama: tidak mampu menjaga amanah secara paripurna. Stimulus untuk menggerakkan ekonomi rakyat masih dipandang sebagai proyek mendulang fulus secara tidak legal oleh sejumlah pejabat. Saya menduga, perilaku lancung seperti inilah yang amat mengganggu mimpi pemulihan, kebangkitan, dan rencana besar membuat ekonomi kita maju. Kalau jumlah yang menggerogoti dan yang digerogoti besar, mimpi tinggal landas bisa menukik menjadi tinggal kandas.

Kalau Biden bilang Amerika segera lepas landas, kita juga bisa. Tinggal soal waktu. ***



Berita Lainnya
  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.