Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Joe Biden sedang bungah. Senyumnya terus mekar saat berpidato untuk pertama kalinya di depan Kongres Amerika, tengah pekan ini. "Setelah 100 hari penyelamatan dan pembaruan, Amerika kini siap lepas landas. Kita bekerja kembali, bermimpi kembali, menemukan lagi dan kembali memimpin dunia,” kata Biden dalam sidang paripurna Kongres itu.
Luapan optimisme Biden tidak berangkat dari ruang kosong. Badan statistik Amerika mencatat ekonomi negeri Paman Sam itu tumbuh 6,4% pada tiga bulan pertama 2021. Pemulihan ekonomi kuartal pertama tersebut didasari oleh suksesnya program vaksinasi covid-19 dan pencabutan pembatasan kota atau lockdown di beberapa bagian negara AS, serta penggerojokan stimulus.
Kepercayaan konsumen pun naik pada April, ke level tertinggi dalam 14 bulan terakhir. Penggerojokan stimulus benar-benar efektif mendorong daya beli masyarakat, seperti pembelian mobil, sepeda, furnitur, dan barang-barang besar lainnya. Walhasil, perekonomian Amerika kuartal pertama tahun ini terdongkrak, meneruskan geliat yang terjadi di kuartal IV 2020, saat produk domestik bruto tumbuh 4,3%.
Departemen Perdagangan Amerika juga mencatat inflasi melonjak 3,5% pada periode Januari-Maret. Itu pertanda daya beli mulai pulih. Setahun yang lalu, pandemi covid-19 mendorong tingkat pengangguran di Amerika ke level tertinggi pasca-Perang Dunia II sebesar 14,8%. Lalu, perlahan tingkat pengangguran itu turun menjadi 6% karena perekrutan kerja yang dipercepat.
Kongres Amerika telah memberikan persetujuan bagi pemerintah untuk mengucurkan ribuan triliun dolar Amerika kepada masyarakat dan bisnis. Dukungan ekonomi yang luas juga datang dari bank sentral Federal Reserve. Hasilnya, sebagaimana pidato Biden, Amerika memimpin pemulihan ekonomi global, mengembalikan peran dari krisis 2008. Apalagi musim semi ini pemerintah AS juga berencana mengucurkan bantuan langsung tunai hingga US$1.400 (sekitar Rp20 juta) kepada tiap-tiap warga guna mempercepat pemulihan ekonomi.
Begitulah buah ketika pemerintah menunaikan segala janjinya, bahkan melampaui apa yang disampaikan saat kampanye. Soal vaksinasi, misalnya. Pada pidato innaugurasi Biden berjanji bakal memberikan 100 juta dosis vaksin untuk warganya di 100 hari pemerintahannya.
Faktanya, belum genap 100 hari pemerintahan, pemerintah Amerika telah menyuntikkan 200 juta dosis vaksin covid-19 kepada warganya. Biden bahkan berjanji bahwa Amerika siap mengirim vaksin ke seluruh dunia. Langkah itu boleh jadi bukan karena saking murah hatinya Amerika, melainkan ambisi Amerika kembali menancapkan pengaruh geopolitiknya di dunia.
Namun, apapun alasannya, pemerintahan Biden berhasil meyakinkan rakyat Amerika dan merebut kepercayaan mereka. Dua kata kunci ini, yakni keyakinan dan kepercayaan, merupakan modal utama kebangkitan kembali ekonomi. Kehilangan dua kata kunci tersebut, trust dan confidence amat mungkin membuat pemulihan ekonomi kian suram.
Joseph Stiglitz, penerima Nobel di bidang ekonomi 2001, berpendapat bahwa krisis keuangan global tahun 2007 berawal dari runtuhnya keyakinan para pelaku pasar terhadap perekonomian global. Lebih lanjut, Stiglitz juga menyatakan bahwa pasar keuangan bergantung pada kepercayaan dan kepercayaan telah mengalami erosi.
Keputusan yang diambil oleh para pelaku pasar dibuat dengan mempertimbangkan banyak hal, dengan kepercayaan dan keyakinan jadi faktor penentunya.
Biden tahu rumus itu. Ia tanamkan keyakinan bahwa Amerika bisa bangkit dari 'badai besar' karena punya sejarah mengalahkan Depresi Besar ekonomi. Ia seperti ingin mengulang great deal seperti yang dulu dilakukan Presiden Franklin D Roosevelt untuk menaklukkan Depresi Besar. Perlahan rakyat Amerika percaya Biden bisa mengatasi badai besar seperti Roosevelt mengalahkan Depresi Besar.
Di depan Kongres, dalam pidato pertamanya, Biden pun memanfaatkan kesempatan untuk memajukan proposal belanja pemerintah US$4 triliun (setara lebih dari Rp57 ribu triliun) untuk melanjutkan mimpi Amerika memimpin kebangkitan ekonomi dunia. Sekali lagi, kuncinya ialah kepercayaan dan keyakinan.
Dalam konteks Indonesia, masih adakah optimisme yang tersisa? Jawabnya: masih berlimpah. Negeri masih terus meraih surplus perdagangan. Ekspor kita tahun ke tahun, hingga Maret 2021 tumbuh lebih dari 30%. Pula, kita juga mencatatkan realisasi investasi yang melebihi target pada 2020 lalu, dengan capaian 2,1% di atas target.
Dari sisi kepuasan dan kepercayaan publik terhadap pemerintah, semua lembaga survei mencatatkan hasi yang sama: kepuasan kepada pemerintah di atas 60%. Kalaupun ada kritik, penyakitnya masih sama: tidak mampu menjaga amanah secara paripurna. Stimulus untuk menggerakkan ekonomi rakyat masih dipandang sebagai proyek mendulang fulus secara tidak legal oleh sejumlah pejabat. Saya menduga, perilaku lancung seperti inilah yang amat mengganggu mimpi pemulihan, kebangkitan, dan rencana besar membuat ekonomi kita maju. Kalau jumlah yang menggerogoti dan yang digerogoti besar, mimpi tinggal landas bisa menukik menjadi tinggal kandas.
Kalau Biden bilang Amerika segera lepas landas, kita juga bisa. Tinggal soal waktu. ***
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved