Headline

Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.

Janji Swiss

Abdul Kohar orangtua, khususnya ibu. Dewan Redaksi Media Group
28/4/2021 05:00
Janji Swiss
Abdul Kohar orangtua, khususnya ibu. Dewan Redaksi Media Group(MI. Ebet)

FEBRUARI tahun lalu, sejumlah pengusaha asal Swiss yang tergabung dalam Swiss-Indonesian Chamber of Commerce (Swiss Cham) berjanji akan melipatgandakan investasi langsung ke Indonesia. Syaratnya, beleid sapu jagat bernama Undang-Undang Cipta Kerja (waktu itu masih RUU omnibus law) dilaksanakan secara murni dan konsekuen.

Swiss Cham yang menaungi perusahaan-perusahaan asal Swiss menyebutkan beleid itu akan memberikan percepatan dan kemudahan investasi bagi negara Pegunungan Alpen tersebut. Luthfi Mardiansyah, Chairman Swiss Cham Indonesia, waktu itu menyebut beleid omnibus law akan memastikan iklim berusaha di Indonesia akan lebih baik.

Sebabnya aturan tersebut memuat semua aturan yang mempermudah, tidak hanya dari sisi perizinan, tetapi juga sinergi dengan daerah dan tenaga kerja. Pada 5 Oktober tahun lalu, UU Cipta Kerja pun diketuk.

'Janji Swiss' juga ditegaskan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat bersama Menteri BUMN Eric Thohir berkunjung ke negeri produsen jam tangan termasyhur di dunia itu, Oktober 2020. Pemerintah Swiss, kata Menlu, telah memasukkan Indonesia sebagai daftar negara prioritas kerja sama pembangunan periode 2021-2024.

Selama ini, Swiss ialah mitra penting bagi Indonesia di bidang investasi. Swiss menduduki peringkat keempat sebagai investor asing terbesar dari Eropa di Tanah Air.

Dalam hitungan lima bulan sejak UU Cipta Kerja diresmikan dan lima bulan seusai kunjungan Menlu Retno Marsudi, 'janji' pengusaha dan pemerintah Swiss untuk membenamkan investasi ke Indonesia mulai ditunaikan. Itu terlihat dari catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tentang realisasi penanaman modal asing di triwulan pertama 2021. BKPM menyebutkan untuk kali pertama Swiss masuk lima besar negara yang paling banyak berinvestasi ke Indonesia.

Sejak reformasi, belum pernah Swiss masuk lima besar PMA di Indonesia. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menjelaskan nilai investasi yang masuk dari Swiss ke Indonesia mencapai US$446,2 juta, disalurkan ke 118 proyek, dengan porsi investasi 6,1%. Sektor yang paling banyak digarap Swiss ialah bidang makanan dan minuman, kehutanan, perdagangan, reparasi, perikanan, dan industri lainnya.

"Industri makanan paling besar. Ini saya pikir mulai bergairah, harapannya bisa memengaruhi persepsi dunia, khususnya Eropa, lewat Swiss dan Belanda," jelas Bahlil, pada konferensi pers awal pekan ini.

Betul bahwa nilai investasi itu baru sekitar 6,1% dari rata-rata total investasi Swiss dalam kurun triwulan ke berbagai negara yang mencapai sekitar US$7,5 miliar. Namun, itu cukup untuk menunjukkan betapa berkomitmennya Swiss menunaikan janji mereka, sekaligus pula menampakkan betapa seriusnya Indonesia mewujudkan janji ramah investasi.

Masuknya Swiss sebagai negara paling banyak berinvestasi di Indonesia pada kuartal I 2021, juga menggeser Jepang dari posisi lima besar. Kini, Jepang berada pada urutan ke-7 dengan investasi mencapai US$322,7 juta, di bawah AS yang berada pada urutan ke-6 dengan investasi mencapai US$447,1 juta.

Singapura masih menjadi negara urutan pertama yang membukukan realisasi investasi terbesar di Indonesia, dengan nilai US$2,6 miliar. Selanjutnya Tiongkok sebesar US$1 miliar, Korea Selatan US$900 juta, Hong Kong US$800 juta, dan Swiss US$466,2 juta. Realisasi investasi RI pada kuartal I 2021 secara keseluruhan mencapai Rp219,7 triliun, terdiri dari realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp108 triliun dan penanaman modal asing Rp111,7 triliun.

Capaian itu sekitar 25,66% dari target investasi tahun ini sebesar Rp856 triliun. Realisasi investasi tersebut tumbuh 2,3% secara kuartalan dari kuartal IV 2020 dan tumbuh 4,3% secara tahunan dari kuartal I 2020. Naiknya realisasi investasi dari PMA itu memberikan gambaran bahwa saat ini secara merata, dunia sudah mulai memercayai Indonesia. Itu merupakan buah dari tekad Indonesia untuk melayani investasi tanpa membeda-bedakan negara.

Namun, jangan pernah berpuas diri. Di sana-sini masih banyak celah yang mesti ditambal. Janji pemangkasan birokrasi yang selama ini melingkar-lingkar masih jauh dari kelar. Begitu pula jaminan keamanan serta efektivitas investasi dalam menyerap lapangan pekerjaan belum sepenuhnya memuaskan. Kerja keras untuk membereskan itu selekas mungkin mesti dilakukan agar makin banyak 'janji-janji Swiss' lainnya menjadi kenyataan.



Berita Lainnya
  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.