Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BELUM hilang dari ingatan kita El Nino yang melanda pada 1998. Hampir 11 bulan kita mengalami kekeringan luar biasa.
Lahan pertanian nonirigasi teknis nyaris tidak bisa diolah. Kebakaran hutan tidak bisa dihindarkan.
Dalam kondisi seperti itu, Presiden Soeharto menugasi staf untuk memantau kondisi riil di lapangan. Bahkan intelijen diturunkan untuk menganalisis kondisi terburuk yang bisa terjadi dan langkah penanganan apa yang harus dilakukan untuk mencegah kelangkaan pangan.
Presiden Soeharto sangat paham pentingnya urusan pangan. Ia tidak pernah main-main dengan urusan yang satu itu. Pemerintah akan melakukan langkah apa pun untuk menjaga ketersediaan pangan rakyat.
Pengalaman 1970-an Presiden Soeharto bahkan menugasi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Prof Widjojo Nitisastro untuk mengawal perjalanan beras.
Kini kondisi yang kita hadapi tidak bisa dianggap enteng. Meski El Nino tidak separah 1998, periodenya panjang.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, El Nino diperkirakan terjadi hingga Januari 2016.
Seorang mantan pejabat tinggi intelijen yang terlibat dalam pengendalian krisis 1998 mengingatkan pemerintah lebih antisipatif.
Ia tidak melihat tim khusus dibentuk Presiden untuk memantau kondisi riil di lapangan.
Beberapa mantan pejabat Badan Urusan Logistik mengingatkan stok tergolong minimum.
Memang stok di Bulog masih sekitar 1,7 juta ton, termasuk bantuan untuk masyarakat miskin.
Sampai akhir tahun, jumlah itu mencukupi. Persoalannya, untuk tahun depan, dari mana pasokan akan bisa didapatkan?
Pemerintah akan menghadapi tantangan berat pada tiga bulan pertama 2016. Itulah titik krusial di saat masa panen raya belum tiba, sedangkan stok beras menipis.
Kita senang dengan sikap optimistis Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Namun, menyederhanakan masalah sangat berbahaya. Lebih baik kita berhitung lebih cermat agar tepat 'menyiapkan payung sebelum hujan'.
Kita hidup di dunia nyata, bukan utopianisme. Apalagi urusan pangan tidak cukup dijawab dengan sikap heroik semata.
Kita harus menjejakkan kaki di Bumi dan tidak terus dibuai dengan seremonial panen raya.
Lebih baik seperti Prof Widjojo dulu, membentuk desk khusus untuk menyusun langkah strategi menghadapi El Nino sekarang ini.
Wapres Jusuf Kalla pada peringatan Hari Pangan mengingatkan kita semua untuk tidak main-main dengan data pangan.
Kekeliruan membaca data bisa berujung salah mengambil kebijakan. Kalau sudah urusan pangan, dampaknya pada stabilitas sosial.
Pada 1998 Presiden Soeharto menyiapkan tim khusus mengantisipasi kondisi terburuk El Nino. Namun, Presiden Soeharto tidak mampu melawan alam.
Meski sudah berusaha keras, akhirnya ia harus menyerah dan bahkan turun dari kursi kekuasaan.
Kita tidak ingin kondisi seperti 1998. Namun, Presiden Jokowi harus belajar dari pengalaman dan tidak terbuai oleh laporan 'asal bapak senang'.
Kadang kita tidak bisa melawan kondisi alam dan itu harus dihadapi dengan kearifan, bukan keangkuhan.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved