Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Jokowi dicandrakan seperti pemain sulap. Simsalabim, dalam setahun, semua berubah menjadi indah.
Apakah perlakuan seperti itu hanya menimpa Presiden Jokowi?
Jawabnya tidak.
Umumnya presiden, siapa pun dia, dalam setahun memerintah dituntut membuat perubahan dalam tempo cepat, sangat cepat. Bak pemain sulap. Bahkan, lebih dini lagi, baru seratus hari berkuasa, kinerja presiden telah ramai dievaluasi dan dihakimi.
Demikianlah, sesungguhnya tak ada yang baru dalam perkara itu. Presiden selalu dituntut memproduksi hal-hal yang tidak biasa di mata publik karena memang seorang presiden dipersepsikan bukan manusia biasa.
Berbagai elite negara memiliki berbagai privilese, termasuk presiden. Namun, hanya presiden seorang yang memiliki hak prerogatif. Ia memiliki kekuasaan dan amunisi lebih dari cukup untuk membuat perubahan cepat, sangat cepat. Lagi pula, sudah lama bangsa ini terjangkiti hasil serbainstan.
Negeri ini, bukan hanya penghasil dan pelahap mi instan, melainkan juga telah terasuk nilai-nilai serbainstan.
Kalau ada jalan pintas, mengapa berjalan jauh?
Memintas berbeda dengan menerabas. Yang terjadi dan berkembang ialah memintas dengan cara menerabas.
Mentalitas menerabas bukan tumbuh kemarin sore. Mentalitas seperti itu, menurut pakar antropologi mendiang Prof Koentjaraningrat, telah bersemi sejak zaman penjajahan Jepang.
Contoh, tak usah heran bila yang tersemai kekayaan instan, hasil korupsi. Akan tetapi, siapa bisa membangun infrastruktur dalam setahun?
Siapa pula bisa membuat negara ini berswasembada beras dalam setahun, terlebih di tengah kemarau panjang?
Semua pertanyaan itu jelas mengandung excused.
Sebuah pembelaan, memang, tetapi tiada berniat melenyapkan fakta ihwal membuncahnya harapan publik bahwa presiden harus bekerja cepat, supercepat.
Sejujurnya, itulah ekspektasi publik. Padahal, semakin tinggi harapan, semakin tinggi pula potensi kecewa. Namun, hasil survei terhadap Jokowi masih positif.
Dari total 1.220 responden yang disurvei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengenai 1 tahun kinerja Presiden Jokowi selama 7-13 Oktober 2015 menunjukkan sebanyak 52% menyatakan puas dengan kinerja Jokowi dan pemerintahannya.
Bukan penilaian yang membuat hati berbunga-bunga. Namun, tidak pula membuat hati luluh lantak.
Karena itu, dapatlah dipahami 62% responden hasil survei yang sama menyatakan keyakinannya atas kemampuan Jokowi memimpin pemerintahan.
Keyakinan, pada 20 Oktober 2019, ketika masa jabatan Jokowi berakhir, kiranya rakyat bergembira karena tidak salah memilih presiden.
Yang dipilih memang bukan tukang sulap, melainkan sejatinya seorang presiden, yang tidak membiarkan negara dikendalikan autopilot.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved