Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
TERDAPAT julukan sehari-hari buat etnik-etnik yang ada di Kota Medan. Ada sebutan manipol (orang Mandailing polit, pelit), Aceh pungo (orang Aceh gila), Padang pancilok (orang Padang pencuri), Batak makan orang atau Batak tembak langsung (BTL), lagak Deli (orang Melayu berlagak), keling mabuk (orang Keling suka mabuk), Jakon (Jawa kontrak) atau Jadel (Jawa Deli), dan Cimed (Cina Medan).
Julukan atau sebutan itu bisa dikatakan rasialisme atau rasialisme kategori stereotipe. Stereotipe ialah generalisasi terhadap kelompok orang tertentu. Tentu ada orang Mandailing pelit, tetapi pasti tidak seluruhnya. Sebutan manipol jelas menggeneralisa si orang Mandailing atau Tapanuli Selatan pelit.
Akan tetapi, masyarakat Medan menganggap julukan atau sebutan itu biasa-biasa saja, bagian dari keseharian, dan candaan belaka. Julukan-julukan itu tidak lantas memantik orang untuk saling lapor ke polisi. Pun julukan dan sebutan itu tak sampai memicu konflik etnik dahsyat serupa yang terjadi di Maluku atau Kalimantan Selatan.
Bila kita periksa profil Wali Kota Medan sepanjang masa, sebagian besar beretnik Mandailing. Banyak pejabat di bawah wali kota juga beretnik Mandailing. Etnik Mandailing merepresentasikan dominasi primordial, yakni etnik asli Sumatra Utara, Batak, dan Islam. Dalam hal ini, etnik Mandailing tidak hanya mendominasi akses ke sumber kekuasaan, tetapi juga ke sumber ekonomi.
Dominasi orang Mandailing dalam jabatan di struktur Wali Kota Medan bisa disebut rasialisme dengan kategori etnosentrisme. Etnosentrisme ialah preferensi terhadap kelompok etnik tertentu.
Jika dibiarkan, etnosentrisme semacam itu bisa menghadirkan apa yang oleh Stewart disebut kesenjangan horizontal (horizontal inequality). Kesenjangan horizontal ialah kesenjangan yang terjadi di antara kelompok identitas etnik, agama, ras, dan gender. Meritokrasi mesti diutamakan untuk menghadang etnosentrisme ini. Meritokrasi memberikan peluang setara kepada orang dari berbagai etnik, agama, ras, dan gender untuk mendapat sumber kekuasaan dan ekonomi.
Ambroncius Nababan, Ketua Umum Pro-Jokowi-Amin, dianggap menyamakan Natalius Pigai, mantan komisioner Komnas HAM asal Papua, dengan, maaf, gorila. Ambroncius mengunggah gambar wajah Pigai bersisian dengan wajah gorila. Masyarakat Papua melaporkan Ambroncius ke polisi. Polisi menetapkannya sebagai tersangka.
Abu Janda juga dituduh rasialis. Dia menyebut kata ‘evolusi’ ketika menanggapi kritik Pigai terhadap vaksinasi. Charles Darwin dalam teori evolusi menyebut manusia ialah hasil evolusi monyet. Abu Janda juga dilaporkan ke polisi.
Aparat memaki mahasiswa asal Papua dengan sebutan ‘monyet’ di Surabaya, Jawa Timur. Makian itu memantik unjuk rasa masyarakat Papua yang berakhir dengan kerusuhan pada 2019.
Rasialisme terhadap Pigai dan orang Papua bisa dikategorikan stereotipe juga. Aparat, Ambroncius, dan Abu Janda dianggap menggeneralisasi etnik Papua yang berkulit hitam serupa, sekali lagi maaf, gorila atau monyet.
Rasialisme biasanya menimpa kalangan minoritas. Di Indonesia segala yang berhubungan dengan Tionghoa dan Tiongkok menghadapi
rasialisme dan diskriminasi. Tingkatnya sampai menolak berhubungan dengan segala yang berbau Tionghoa dan Tiongkok. Misalnya, ada penolakan terhadap vaksin Sinovac karena ia berasal dari Tiongkok. Rasialisme seperti itu masuk kategori miscegenation, yakni menolak hubungan dengan ras lain.
Masih ada orang dari sejumlah etnik di Indonesia yang menolak menikah dengan orang dari etnik lain. Orang Batak sebelum 1960-an, misalnya, enggan kawin dengan orang dari suku lain. Orang Batak paling tidak suka kepada orang Jawa yang dianggap tidak beradat. Itu termasuk rasialisme kategori miscegenation. Namun, setelah 1960-an, banyak orang Batak menikah dengan orang dari etnik lain, termasuk Jawa.
Bentuk rasialisme lain ialah xenophobia (xenofobia), ketakutan kepada orang asing atau orang dari kelompok etnik, ras, atau agama lain. Di Barat, dan dalam tingkat tertentu di Indonesia, berkembang islamofobia, ketakutan kepada muslim karena muslim dianggap teroris.
Prancis menganut yang disebut model universal untuk menghadang rasialisme. Model universal mengasumsikan seluruh warga negara punya hak setara sebagai individu, bukan kelompok. Prancis ingin membentuk color blind society, yakni masyarakat yang klasifikasi rasialnya tidak memengaruhi kesempatan seseorang.
Namun, model universal atau color blind society mendapat kritik. Kritiknya ialah ia menutup mata atas kenyataan manusia terdiri dari berbagai macam ras, etnik, dan agama. Itu menyebabkan kita lupa melakukan aksi afirmatif (affirmative action) untuk mengintegrasikan masyarakat.
Mendidik masyarakat sejak dini, sejak dalam keluarga, untuk menerima keberagaman kiranya menjadi model kultural untuk menghadang rasialisme. Penegakan hukum juga penting sebagai satu pendekatan struktural untuk menghadang rasialisme. Indonesia punya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnik serta KUHP untuk menindak dan menghadang rasialisme.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved