Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KITA seperti sedang terus berperang melawan hantu. Hantu itu kita yakini ada dan sangat membikin kita ketakutan, tapi tidak bisa kita deskripsikan secara persis bentuknya bagaimana.
Begitulah gambaran peperangan melawan covid-19, yang juga tidak bisa kita ketahui kapan akan berakhir. Beberapa orang sempat mengira bahwa covid-19 bakal melandai di penghujung tahun.
Eh... ternyata, menjelang akhir tahun angkanya tiba-tiba mendaki.
Bahkan, pada 25 November kemarin, penambahan kasus covid-19 di Indonesia mencapai
5.534 orang dalam sehari. Angka itu merupakan penambahan kasus harian tertinggi sejak pandemi covid-19 menyerang Indonesia pada 2 Maret 2020.
Akumulasi pasien positif covid-19 per hari itu juga sudah lebih dari 511 ribu orang. Padahal, hingga tiga bulan pascatemuan covid-19 pertama di Indonesia pada awal Maret, ada sejumlah orang yang yakin jumlah yang terkena korona tak akan sampai 500 ribu orang.
Banyaknya prediksi yang meleset itu ternyata belum juga membuat semua orang bulat-bulat memercayai virus korona amat nyata dan berbahaya. Kondisi tersebut sangat mirip dengan ‘ramalan’ dalam f lm Contagion yang dirilis pada 2011.
Dalam film garapan Steven Soderbergh itu, banyak orang tidak percaya pada keberadaan virus mematikan yang menyebar ke seluruh dunia. Situasi serupa juga terjadi di dunia nyata saat ini. Dalam beberapa bulan terakhir, dunia maya masih saja disesaki beberapa unggahan orang yang tidak percaya atas keberadaan covid-19, apalagi bahayanya. Mereka berkicau mengenai teori konspirasi bahwa korona hanyalah ‘akalakalan elite global’ atau ‘persaingan bisnis vaksin antarnegara’.
Kondisi tersebut terjadi di berbagai belahan dunia. Tiap-tiap tempat punya bumbu tersendiri terkait dengan teori konspirasi yang beredar. Para influencer di media sosial pun turut bergemuruh mengamplifi kasi informasi yang beredar.
Di dunia nyata, ‘penyangkalan’ terhadap keberadaan covid-19 dan bahayanya menemukan bentuk paling telanjang pada masih gampangnya orang berkerumun tanpa jarak fi sik, tanpa masker, dan tanpa alat pencuci tangan. Di Petamburan, Jakarta Pusat, di Tebet, Jakarta Selatan, di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan di beberapa tempat sebelumnya, menjadi bukti sahih betapa orang-orang merasa sudah memenangi peperangan, bahkan merasa sudah menang tanpa perlu berperang.
Kenyataan bahwa setelah rangkaian acara kumpul-kumpul tersebut ada lebih dari 200 orang terkonfi rmasi positif covid-19, tak juga bisa meyakinkan para penyangkal itu untuk ‘bertaubat’. Sebagian malah menolak untuk dites usap dengan dalih sehat-sehat saja. Kelindan antara penyangkalan dan kejenuhan ini membuat korban terus berjatuhan saban hari. Cucuran keringat dan persabungan nyawa para tenaga medis dan relawan garda depan seperti tidak diapresiasi secara pantas oleh para penyangkal itu.
Kondisi seperti itu mesti diakhiri. Ketegasan aparat negara, peringatan keras para penegak hukum, juga kontranarasi untuk para penyangkal ialah tindakan-tindakan yang mesti terus mendapat ruang seluas-luasnya di tengah-tengah publik.
Sebaliknya, jangan beri ruang, panggung, dan speaker untuk para penyangkal itu. Tutup rapatrapat peluang mereka karena kita mesti menyelamatkan semuanya. Carpe diem, bertindaklah hari ini, karena kita tidak tahu apa yang bakal terjadi esok hari.
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.
'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)
JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved