Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Para Penyangkal Covid-19

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
28/11/2020 05:00
Para Penyangkal Covid-19
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

KITA seperti sedang terus berperang melawan hantu. Hantu itu kita yakini ada dan sangat membikin kita ketakutan, tapi tidak bisa kita deskripsikan secara persis bentuknya bagaimana.

Begitulah gambaran peperangan melawan covid-19, yang juga tidak bisa kita ketahui kapan akan berakhir. Beberapa orang sempat mengira bahwa covid-19 bakal melandai di penghujung tahun.

Eh... ternyata, menjelang akhir tahun angkanya tiba-tiba mendaki.

Bahkan, pada 25 November kemarin, penambahan kasus covid-19 di Indonesia mencapai

5.534 orang dalam sehari. Angka itu merupakan penambahan kasus harian tertinggi sejak pandemi covid-19 menyerang Indonesia pada 2 Maret 2020.

Akumulasi pasien positif covid-19 per hari itu juga sudah lebih dari 511 ribu orang. Padahal, hingga tiga bulan pascatemuan covid-19 pertama di Indonesia pada awal Maret, ada sejumlah orang yang yakin jumlah yang terkena korona tak akan sampai 500 ribu orang.

Banyaknya prediksi yang meleset itu ternyata belum juga membuat semua orang bulat-bulat memercayai virus korona amat nyata dan berbahaya. Kondisi tersebut sangat mirip dengan ‘ramalan’ dalam f lm Contagion yang dirilis pada 2011.

Dalam film garapan Steven Soderbergh itu, banyak orang tidak percaya pada keberadaan virus mematikan yang menyebar ke seluruh dunia. Situasi serupa juga terjadi di dunia nyata saat ini. Dalam beberapa bulan terakhir, dunia maya masih saja disesaki beberapa unggahan orang yang tidak percaya atas keberadaan covid-19, apalagi bahayanya. Mereka berkicau mengenai teori konspirasi bahwa korona hanyalah ‘akalakalan elite global’ atau ‘persaingan bisnis vaksin antarnegara’.

Kondisi tersebut terjadi di berbagai belahan dunia. Tiap-tiap tempat punya bumbu tersendiri terkait dengan teori konspirasi yang beredar. Para influencer di media sosial pun turut bergemuruh mengamplifi kasi informasi yang beredar.

Di dunia nyata, ‘penyangkalan’ terhadap keberadaan covid-19 dan bahayanya menemukan bentuk paling telanjang pada masih gampangnya orang berkerumun tanpa jarak fi sik, tanpa masker, dan tanpa alat pencuci tangan. Di Petamburan, Jakarta Pusat, di Tebet, Jakarta Selatan, di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan di beberapa tempat sebelumnya, menjadi bukti sahih betapa orang-orang merasa sudah memenangi peperangan, bahkan merasa sudah menang tanpa perlu berperang.

Kenyataan bahwa setelah rangkaian acara kumpul-kumpul tersebut ada lebih dari 200 orang terkonfi rmasi positif covid-19, tak juga bisa meyakinkan para penyangkal itu untuk ‘bertaubat’. Sebagian malah menolak untuk dites usap dengan dalih sehat-sehat saja. Kelindan antara penyangkalan dan kejenuhan ini membuat korban terus berjatuhan saban hari. Cucuran keringat dan persabungan nyawa para tenaga medis dan relawan garda depan seperti tidak diapresiasi secara pantas oleh para penyangkal itu.

Kondisi seperti itu mesti diakhiri. Ketegasan aparat negara, peringatan keras para penegak hukum, juga kontranarasi untuk para penyangkal ialah tindakan-tindakan yang mesti terus mendapat ruang seluas-luasnya di tengah-tengah publik.

Sebaliknya, jangan beri ruang, panggung, dan speaker untuk para penyangkal itu. Tutup rapatrapat peluang mereka karena kita mesti menyelamatkan semuanya. Carpe diem, bertindaklah hari ini, karena kita tidak tahu apa yang bakal terjadi esok hari.



Berita Lainnya
  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.