Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Gaji ASN

Suryopratomo (Dewan Redaksi Media Group)
11/2/2015 00:00
Gaji ASN
(ANTARA/WIDODO S JUSUF)
SAAT menjabat menteri perindustrian dan perdagangan, Bob Hasan pernah ditanya Presiden Soeharto. "Berapa jumlah pegawai negeri sipil yang ada di Departemen Perindustrian dan Perdagangan?" tanya Pak Harto. "Ada sekitar 30 ribu pegawai, Pak," jawab Bob Hasan.

"Berapa jumlah pegawai yang kamu perlukan?" tanya Pak Harto lagi.

"Cukup 500 orang, Pak," jawab Bob Hasan.

"Lo, kok, cuma 500? Lalu sisanya mau dikemanakan?" tanya Pak Harto.

"Saya kira kita hanya perlu 250 pegawai yang mengurusi soal perizinan dan peraturan di dalam negeri serta 250 orang berkonsentrasi di WTO untuk menghadapi peraturan internasional dan kalau ada gugatan dagang. Dengan hanya 500 pegawai, kita bisa memberi gaji lebih layak. Sisanya kita beri pesangon masing-masing Rp1 miliar agar mereka menjadi pengusaha," kata Bob Hasan.

Pemerintahan terakhir Presiden Soeharto hanya berjalan tiga bulan dan bubar karena Pak Harto lengser. Bob Hasan pun ikut mundur dari jabatannya dan tidak pernah bisa menjabarkan pemikirannya itu.

Ketika menjadi menteri keuangan, Sri Mulyani Indrawati juga pernah berupaya melakukan reformasi birokrasi. Sistem remunerasi diperbaiki agar para pegawai negeri sipil bisa berkonsentrasi penuh pada pekerjaannya dan tidak perlu nyambi mencari uang tambahan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyetujui rencana itu dan meminta Kementerian Keuangan menjadi model. Sistem gaji diperbaiki agar pegawai Kementerian Keuangan tidak tergoda oleh iming-iming materi. Pegawai Ditjen Pajak bisa berani berhadapan dengan wajib pajak besar karena gaji mereka sudah mencukupi.

Kalau sekarang Gubernur Basuki Tjahaja Purnama memperbaiki sistem gaji di Pemrov DKI, ini sebenarnya bukan hal baru. PNS--atau sekarang disebut aparatur sipil negara (ASN)--tidak perlu banyak, tetapi harus berisi orang terbaik.

Mengapa? Karena tugasnya membuat peraturan dan perizinan berkualitas untuk menggerakkan kehidupan masyarakat ke arah lebih baik.

Karena ASN diharapkan menjadi kumpulan orang terbaik, remunerasi yang diberikan harus bisa menarik orang-orang terbaik mau menjadi ASN. Itulah yang dilakukan Singapura.

Gaji rata-rata pegawai pemerintah Singapura lebih tinggi 10% daripada rata-rata gaji pegawai swasta.

Dengan belajar dari pengalaman di Kementerian Keuangan, perbaikan sistem remunerasi tidak berdampak pada perbaikan kinerja kementerian karena prasyarat kumpulan orang terbaik tidak dipenuhi. Ketika jumlah pegawai masih banyak dan kualitasnya di bawah rata-rata, perbaikan sistem penggajian hanya menambah beban.

Itulah yang sebenarnya harus menjadi perhatian Ahok. Kalau perbaikan sistem remunerasi tidak berdampak pada hasil kerja, itu hanya menambah beban pemerintah provinsi.

Langkah perbaikan sistem remunerasi ternyata dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Wakil Gubernur Deddy Mizwar pernah mengatakan gaji terendah pegawai di Jawa Barat Rp18 juta.

Jorjoran sekadar pemberian gaji tidaklah benar. Meski sekarang ini era otonomi daerah, bukan berarti semua bebas melakukan apa saja. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi harus menata sistem remunerasi ASN di Indonesia.

Yang kita perlukan ASN yang melayani kepentingan masyarakat. Untuk itu, ASN harus paham kepentingan bangsa dan negara. Kita setuju ASN mendapatkan remunerasi layak, tetapi berlaku sama karena semuanya anggota Korpri.


Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.