Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BENARLAH kata mantan Menteri Keuangan Chatib Basri bahwa dalam situasi krisis pemerintah selalu mampu melahirkan kebijakan yang baik.
Setelah 11 bulan perekonomian mengalami tren yang menekan, ada momentum bagi perbaikan.
Paket Kebijakan Ekonomi Tahap III yang dikeluarkan pada Rabu (6/10) mampu menjawab inti persoalan yang sedang kita hadapi, yakni dunia usaha yang menghadapi kelesuan pasar dan daya beli masyarakat yang menurun.
Pemerintah memutuskan untuk menurunkan harga solar Rp200 per liter serta keringanan membayar biaya listrik.
Untuk para petani yang mengalami gagal panen karena kemarau panjang, Otoritas Jasa Keuangan memberikan asuransi pertanian.
Pemerintah harus hadir menyelamatkan masyarakat. Itu dilakukan semua negara di dunia. Pemerintah Amerika Serikat memberi ganti rugi kepada petani ketika Sungai Mississippi meluap.
Tujuannya agar petani bisa kembali bekerja dan ketahanan pangan bisa dijaga.
Hal itu akan bermanfaat bagi perekonomian nasional, apalagi di negeri ini, yang lebih dari 50% penduduknya masih menggantungkan hidup dari pertanian.
Kalau pemerintah tidak hadir membantu petani, sama saja dengan membiarkan lebih dari 50% penduduk dalam kesulitan ekonomi dan berdampak lebih buruk bagi bangsa.
Di sinilah kita melihat mengapa dampak yang diakibatkan dari paket III jauh lebih baik.
Langkah terakhir itu baik untuk menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Pemerintah harus berkorban lebih dulu, tetapi kelak pasti akan memetik manfaat ketika perekonomian kembali menggeliat.
Kepentingan jangka pendek perlu mendapatkan perhatian karena prospek jangka panjang Indonesia sangat baik.
Kalau kita tak menangani persoalan jangka pendek, benar apa yang dikatakan John Maynard Keynes, "In the long run we are all dead."
Di tengah pasar global yang masih belum menentu, kita harus memanfaatkan kekuatan pasar domestik. Kita tidak boleh menafikan 60% pertumbuhan ekonomi kita didorong belanja masyarakat.
Di tengah keinginan kita untuk menarik investasi, tidak perlu kita menurunkan peran belanja masyarakat. Itu justru modal untuk semakin memperbesar kue ekonomi kita.
Bahkan pemerintah harus lebih aktif membela kepentingan pengusaha dalam bersaing di pasar global. Begitu banyak entry barrier yang diterapkan dengan menggunakan berbagai macam isu.
Pemerintah harus cerdik mencegah jangan sampai kita terkena dampak persaingan tidak sehat, seperti yang dilakukan Singapura dengan melarang penjualan produk kertas asal Indonesia dengan alasan kabut asap.
Benar bahwa kita sedang mengalami kebakaran hutan. Kita mendukung langkah pemerintah menegakkan aturan dan menghukum pembakar. Namun, pemerintah jangan terjebak dalam kampanye negatif yang merugikan pengusaha dan kepentingan Indonesia.
Generalisasi bahwa seluruh pengusaha membakar hutan ialah agenda global untuk menekan Indonesia. Apalagi, Indonesia merupakan kekuatan besar dunia untuk produk kertas dan minyak kelapa sawit.
Ekspor produk kertas bisa mencapai US$6 miliar dan CPO US$20 miliar per tahun. Negara pesaing menggunakan segala cara untuk mematikan Indonesia. Kalau pemerintah ikut-ikutan dengan konstelasi besar ini, perekonomian Indonesia bisa dalam bahaya.
Langkah seperti yang dilakukan Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli untuk menggarap pasar ekspor CPO bersama Malaysia sangat tepat.
Pemerintah harus membantu membangun kampanye positif dan melakukan pemasaran. Di dalam rumah kita awasi dan hukum anak kita, tetapi keluar kita harus membela kepentingan Indonesia.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved