Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Belanda

07/10/2015 00:00
Belanda
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Seno)

PEKAN lalu saya mendapat kesempatan mendampingi dua peternak sapi perah dari Lembang dan dua dari Pangalengan melakukan shadowing ke peternak di Belanda. Keempat peternak itu pemenang kompetisi Farmer's to Farmer's yang diselenggarakan Frisian Flag. Experience journey yang didapatkan pasti bermanfaat untuk membuka wawasan peternak tentang pengelolaan peternakan sapi perah yang baik.

Barjat Sudrajat, Dede Rachmat Endang, Enang Sulaeman, dan Warpu mendapat kesempatan tinggal di dua peternak. Mereka dilibatkan dalam praktik pengelolaan peternakan mulai penanganan sapi pedet, sapi dara, sapi kering laktasi, sapi laktasi, pembuatan pakan hijau, pemerahan, hingga inseminasi buatan.

Pada dasarnya tata kelola tidak jauh berbeda. Hanya, peternak Belanda bekerja lebih efisien dan ditopang teknologi. Jumlah sapi 250 ekor hanya ditangani sepasang suami istri dan tiga tenaga lepas yang membantu masing-masing dua hari dalam seminggu.

Dukungan dari koperasi membuat para peternak di Belanda mendapatkan pengetahuan yang paripurna serta manajemen keuangan yang baik. Itulah yang membuat kehidupan para peternak di Belanda relatif baik dan bisa fokus mengelola peternakan mereka. Bahkan peternakan sapi perah menjadi bisnis turun-menurun.

Frisienland-Campina yang menaungi para peternak Belanda merupakan perusahaan produk susu terbesar kelima di dunia. Omzet bisnis mereka mencapai 11,2 miliar euro atau sekitar Rp200 triliun per tahun. Perusahaan itu dimiliki 19 ribu peternak yang ada di Belanda, Jerman, dan Belgia.

Kita pantas kagum kepada negara-negara di Eropa. Meski banyak konglomerasi yang mereka bangun, tidak sedikit koperasi yang berhasil. Di Jerman ada Koperasi Raifeisen yang menguasai bank ritel di Eropa dan bahkan stasiun pengisian bahan bakar umum.

Menurut Direktur Dairy Development Program Friesland Campina Global, Sybren Attema, Indonesia seharusnya mengembangkan koperasi. Itulah yang akan memperkuat perkembangan peternakan sapi perah dan sekaligus memperkuat kehidupan para peternak.

Proklamator Bung Hatta sejak awal berpikiran, bentuk ekonomi yang paling cocok dengan Indonesia ialah koperasi. Bahkan dalam konstitusi ditegaskan, ekonomi Indonesia ialah ekonomi pasar yang sosial. Namun, kita tidak pernah mampu membangun koperasi yang menyejahterakan anggotanya.

Koperasi hanya dijadikan sekadar tameng. Praktik yang dijalankan ialah ekonomi pasar yang liberal dan hanya menguntungkan pengurusnya. Kementerian Koperasi memuluskan jalan kapitalisme dan gagal untuk membangun koperasi yang profesional.

Padahal koperasi merupakan model yang paling ideal bagi masyarakat yang menganut sistem gotong royong. Seperti di Belanda, Jerman, Belgia itu, sebanyak 19 ribu peternak dibagi ke dalam 100 distrik. Setiap distrik memilih 10 perwakilan untuk duduk di dewan. Merekalah yang kemudian menunjuk Chief Executive Officer Friesland-Campina.

CEO mempunyai keleluasaan seperti perusahaan besar lain mengambil kebijakan eksekutif. Hanya untuk keputusan besar seperti ketika mereka mengakusisi Campina, CEO harus mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Peternak.

Kita memiliki begitu banyak petani. Lebih dari 50% warga bangsa ini bergantung pada sektor pertanian. Namun, kebanyakan dari mereka tergolong kelompok masyarakat miskin. Kita tidak mampu membuat pertanian sebagai kekuatan bangsa dan meningkatkan kualitas hidup para petani.

Bangsa ini membutuhkan orang-orang yang peduli kepada sesama. Bahwa kehidupan yang lebih baik merupakan hak seluruh warga bangsa. Mereka yang lebih tercerahkan harus mau menyingsingkan lengan baju untuk membantu. Itu dilakukan dengan membangun koperasi yang kuat seperti halnya Friesland-Campina menyejahterakan peternak di Belanda.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.