Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Tamu Kehormatan

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
06/10/2015 00:00
Tamu Kehormatan
()
BUKU memang belum bisa menggantikan gosip di sini.

Kitab belum menjadi sahabat dekat kita di negeri yang ramai dengan tradisi lisan ini.

Di banyak waktu terbuang pun, membaca belum menjadi kebutuhan.

Kita tahu sebagian kecil kita memajang buku, tetapi hanya sebagian kecil yang dibaca.

Dari yang sebagian kecil itu, hanya sebagian kecil lagi yang dicerna.

Kita tahu produksi buku kita, negeri yang berpenduduk hampir separuh komunitas ASEAN, hanya setara Malaysia dan Vietnam sekitar 18 ribu judul per tahun.

Memang tak sepadan membandingkan kita dengan Jepang, India, terlebih lagi Tiongkok dengan 140 ribu judul buku per tahun.

Dengan kondisi serupa itu, memang Indonesia hari ini belum menjadi tempat subur bagi para penulis dan pembaca.

Justru karena itu, mari kita sambut Pekan Raya Buku Internasional Frankfurt (Frankfurter Buchmesse/Frankfurt Book Fair/FBF), Jerman, 13-18 Oktober.

Indonesia ialah negara Asia Tenggara pertama yang menjadi tamu kehormatan (guest of honor) dalam FBF.

Menurut Ketua Panitia Indonesia, Goenawan Mohamad, inilah penantian 26 tahun untuk tampil di perhelatan buku yang diadakan sejak abad 17 itu.

Sebagai tamu kehormatan Indonesia mengusung tema 17.000 Islands of Imagination.

Waktu dua tahun sejak diberi tahu panitia FBF pada 2013 memang terasa pendek karena ada sekitar 200 buku harus diterjemahkan ke bahasa Jerman, Inggris, dan bahasa lain.

Kita tahu menerjemahkan buku sastra dan budaya, terutama, tidaklah mudah.

Sedikitnya penulis Indonesia dengan 8.000 buku akan hadir dalam perhelatan buku terakbar di dunia itu.

Menurut Goenawan, inilah satu-satunya kesempatan Indonesia bersolek dengan megah di pameran bergengsi.

Karena itu, "Haram hukumnya untuk gagal," katanya.

FBF tak hanya acara pemasaran teramat penting untuk buku, tetapi juga acara penting untuk memfasilitasi negosiasi penjualan hak dan lisensi secara internasional.

Lebih dari 7.000 peserta individu dari sekitar 100 negara akan menghadirkan lebih dari 400 ribu buku.

Sekitar 11 ribu wartawan dari sedikitnya 70 negara meliput acara itu.

Seperti yang sudah-sudah, tamu kehormatan menjadi salah satu sorotan utama peliputan.

Indonesia tak bisa main-main.

Dengan tamu kehormatan, FBF akan selalu memiliki karakter berbeda setiap tahun.

Bagi Indonesia, penampilannya di FBF akan kian jelas memperkenalkan budaya dan sastra Indonesia di panggung internasional, tentu kemudian industri buku Tanah Air mestinya harus kian menggeliat.

Kita ingin di banyak waktu terbuang, orang bertumbuh minatnya untuk membaca.

Bukan bergosip.

Rasanya iklan di media massa yang menganjurkan kita meluangkan sedikitnya 15 menit sehari untuk membaca (buku) terasa masih kurang.

Seperti beberapa negara yang kultur membacanya sudah maju, sungguh baik jika ada anjuran dari sekolah, di setiap jenjang sekolah, misalnya selama sekolah lanjutan pertama wajib membaca 10 buku sastra dan budaya, sekolah lanjutan atas 15-20 buku, dan seterusnya.

Ini tidak saja menggeliatkan sastra dan budaya, juga minat baca, dan industri buku.

Kita pun tak terus diolok-olok penyair Taufiq Ismail bahwa siswa kita rabun sastra.

Sedih!

Dengan berbagai kendala dan kritik menjadi tamu kehormatan di ajang FBF sungguh penting.

Dana Rp144 miliar untuk 17.000 Pulau Imajinasi di panggung buku internasional yang amat penting tentu jadi tak terasa besar.

Selamat menjadi tamu kehormatan!

Kita menunggu hasil dari acara yang oleh Goenawan Mohamad diharamkan gagal itu.


Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.