Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Pilih Kasih

03/10/2015 00:00
Pilih Kasih
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Seno)

MENTERI Perencanaan Pembangunan Nasional Sofjan Djalil mendapat tugas khusus dari Presiden Joko Widodo untuk menjelaskan keputusan tender kereta berkecepatan sedang (KBS) kepada pemerintah Jepang.

Kepada Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga, Kepala Bappenas menjelaskan bahwa Indonesia telah memilih Tiongkok sebagai pemenang proyek pembangunan kereta Jakarta-Bandung.

Adapun alasan yang disampaikan Sofjan, penawaran yang diberikan Tiongkok jauh lebih baik.

Tiongkok menawarkan sistem pembiayaan melalui cara business to business sehingga tidak ada anggaran negara yang harus disediakan Indonesia dan juga tidak ada blanket guarantee yang harus diberikan pemerintah.

Terhadap penjelasan Indonesia itu, Suga mengatakan, "Difficult to understand and extremely regrettable."

Menurut pemerintah Jepang, tidak masuk akal tidak ada pendampingan modal pemerintah dalam proyek pembangunan infrastruktur seperti itu.

Kekecewaan Jepang sangat masuk akal karena tender proyek infrastruktur sangat terbuka.

Jepang bukan hanya merasa memiliki teknologi yang lebih tepercaya, tetapi studi kelayakan pembangunan kereta itu sudah dilakukan selama tiga tahun bersama Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Tiongkok sendiri baru memasukkan proposal pada kesempatan terakhir dan studi kelayakan hanya dilakukan tiga bulan.

Jepang merasa tidak ada levelled playing field dalam proses tender proyek kereta ini.

Pemilihan pemenang lebih didasarkan atas 'pilih kasih'.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui Tiongkok menang karena lobi dilakukan langsung Presiden Xi Jinping.

Cara yang dilakukan Presiden Jokowi bukan hanya menyakitkan negara yang selama ini menjadi partner bisnis utama Indonesia, tetapi akan memengaruhi upaya Indonesia dalam menarik investasi.

Dalam paket deregulasi kedua yang diumumkan Selasa (29/9), pemerintah menawarkan berbagai kemudahan. Izin investasi di kawasan industri misalnya, dijamin selesai dalam 3 jam. Izin penggunaan lahan kehutanan dipermudah dari semula 14 izin menjadi 6 izin saja.

Persoalannya, apakah kalangan dunia usaha percaya bahwa dalam praktiknya nanti akan sama dengan yang dijanjikan?

Apa yang terjadi dalam proyek pembangunan KBS menunjukkan pemerintah tidak bisa bersikap adil.

Cara 'pilih kasih' begitu kasar dan alasannya pun tidak cerdas.

Belum lagi seperti sering saya sampaikan di kolom ini, kita rendah dalam penghormatan terhadap kontrak.

Undang-Undang Minerba 2009 misalnya, bisa langsung diterapkan pada kontrak yang sedang berjalan. Padahal, tidak ada UU yang boleh berlaku surut. Namun, itulah Indonesia.

Kita bisa 'suka-suka' sehingga tidak usah heran apabila pengusaha pun 'suka-suka' untuk berinvestasi di Indonesia.

Sulit kita berharap paket deregulasi yang baru akan menarik datangnya investasi.

Dalam situasi seperti sekarang yang dibutuhkan kebijakan countercyclical.

Aneh pemerintah tetap mengambil jalan seakan-akan kondisi yang kita hadapi ini normal. Padahal, jelas keadaan sekarang ini abnormal.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.