Headline

Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.

Daulat Uang Pilkada

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
13/8/2020 05:00
Daulat Uang Pilkada
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PILKADA itu ibarat keluar kandang singa masuk mulut buaya. Tujuan pilkada langsung antara lain mengurangi praktik politik uang dalam pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Faktanya, politik uang pada pilkada langsung malah semakin menjadi-jadi.

Politik uang menjadi normal baru dalam politik. Istilah itu diperkenalkan oleh Burhanuddin Muhtadi dalam tulisannya berjudul Politik Uang dan New Normal dalam Pemilu Pasca-Orde Baru.

Tulisan Burhanuddin itu dimuat di Integritas, jurnal antikorupsi milik KPK (2019). Akibat politik uang, pemilu gagal menjadi instrumen dalam melahirkan pejabat publik yang berintegritas.

Burhanuddin juga menyumbangkan tulisan dalam buku Pembiayaan Pemilu di Indonesia yang diterbitkan Bawaslu (2018). Tulisannya berjudul ‘Komoditas Demokrasi: Efek Sistem Pemilu terhadap Maraknya Jual Beli Suara’.

Mengutip survei nasional pasca-Pileg 2014, Burhanuddin menemukan fakta bahwa satu di antara tiga orang pemilih terpapar praktik jual-beli suara sehingga menempatkan Indonesia di peringkat ketiga negara di dunia yang paling banyak melakukan politik uang. Indonesia hanya kalah bersaing dibandingkan dengan Uganda (41%) dan Benin (37%).

Virus politik uang dalam pemilu itu menjangkiti pilkada secara langsung yang digelar sejak 2005. Politik uang selalu mewarnai setiap kali pilkada digelar, termasuk pilkada di 270 daerah yang digelar pada 9 Desember 2020.

Hasil survei Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (2020) menyatakan mayoritas masyarakat di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan mau menerima uang dari paslon kepala daerah. Berdasarkan hasil survei itu, masyarakat di Sumatra yang mau menerima politik uang sebesar 62,95%, sedangkan di Jawa 60% dan di Kalimantan sebanyak 64,77%.

Politik uang ialah cara primitif meraih suara. Akan tetapi, jujur diakui bahwa cara primitif itu paling ampuh. Survei menyebutkan 24,5% penerima politik uang akan memilih paslon yang telah memberikan uang.

Studi yang dilakukan Robi Cahyadi Kurniawan dan Dedy Hermawan (2019), mengutip Schaffer, menyebut empat jenis motivasi pemilih terima tawaran politik uang. Pertama, kebutuhan ekonomi jangka pendek para pemilih melihat keuntungan pribadi sesaat.

Kedua, rasa khawatir tentang kemungkinan pembalasan dari kandidat jika pemilih menolak tawaran politik uang. Ketiga, terkait rasa kewajiban pribadi mereka kepada broker (tim sukses) yang telah memberikan uang atau barang, biasanya terdiri dari orang dekat, teman, atau anggota keluarga. Keempat, keyakinan bahwa politik uang merupakan tanda kebajikan.

Motif ketiga dan keempat ialah satu penjelasan mengapa politik uang seringkali sulit dihilangkan. Survei persepsi publik KPK (2013) menyebutkan 71,72% masyarakat menganggap politik uang sebagai kelumrahan.

Terus terang, politik uang salah satu faktor yang menyebabkan pilkada berbiaya selangit. Perludem menemukan empat jenis pengeluaran yang menyebabkan tingginya biaya. Pertama, biaya mahar politik atau uang sewa perahu kepada partai politik. Kedua, biaya untuk kampanye dan politik pencitraan. Ketiga, biaya survei elektabilitas disertai konsultasi pemenangan. Keempat, menyogok pemilih dengan uang.

KPK menemukan mahar politik di Pilkada 2018. Menurut KPK, berdasarkan survei yang dilakukan, ada 20 responden yang mengaku ada mahar Rp50 juta sampai Rp500 juta per kursi. Dengan demikian, kalau calon bupati membutuhkan dukungan minimal 7 kursi di DPRD, mahar yang disiapkan antara Rp350 juta sampai Rp3,5 miliar.

Menarik membaca hasil penelitian Haryanto dkk terkait Pilkada Kota dan Kabupaten Madiun 2018. Setiap paslon menjadikan politik uang sebagai senjata pamungkas untuk memenangi pilkada.

Penelitian itu menemukan fakta bahwa setiap pasangan calon memiliki dua tim yang mengelola pengeluaran kampanye. Pertama, adalah bendahara resmi yang bertugas mengurus administrasi keuangan yang akan dilaporkan ke KPUD. Kedua, tim yang mengelola pengeluaran yang tidak dilaporkan ke KPUD.

Negara punya instrumen mencegah politik uang. Undang- Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada menempatkan politik uang sebagai kejahatan: pemberi dan penerima bisa dipidana. Sayangnya, hukuman itu garang sebatas teks, tetapi miskin dalam praktik, daulat uang terus dipelihara penuh kesadaran.



Berita Lainnya
  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita