Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Gubernur NTT dan Uskup Ruteng

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
25/6/2020 05:00
Gubernur NTT dan Uskup Ruteng
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

ADA ungkapan satu gambar bernilai seribu kata untuk menunjukkan kekuatan sebuah foto. Kekuatan foto itulah yang menarik perhatian saya dalam pertemuan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat dan Uskup Keuskupan Ruteng Mgr Siprianus Hormat.

Viktor bertemu Sipri pada Selasa (23/6) di Ruteng. Foto pertemuan keduanya dimuat di mediaindonesia.com dalam berita berjudul Viktor: Peran Gereja dalam Pembangunan NTT Penting.

Foto itulah yang mencuri perhatian saya. Tampak Viktor membungkukkan badan, menggenggam tangan Sipri. Posisi kepala Viktor yang terekam dalam foto itu kurang dari sejengkal dari tangan yang digenggam. Saya memaknai foto itu sebagai ungkapan penghormatan sangat tinggi dari seorang gubernur kepada pemimpin keagamaan.

Gubernur yang rendah hati meski ia bukan penganut Katolik. Umat Katolik punya tradisi mencium tangan uskup. Sebenarnya yang dicium itu cincin di jari uskup. Terkesan feodal memang, tapi inilah ungkapan rasa bakti umat kepada pemimpinnya.

Penghormatan Viktor juga tersurat dalam pidatonya. Ia mengharapkan dukungan Gereja Katolik yang dianggapnya sebagai pionir pembangunan NTT. Ia tidak mau kebijakan pembangunan di NTT bertentangan dengan sikap gereja.

“Gubernur NTT akan mati kartunya jika gereja berbeda dengan gubernur. Itu langsung pincang. Itu ibarat lari, langsung ligamen putus. Jadi, kalau dengar bapak uskup sudah berbeda dengan gubernur, ligamen gubernur putus. Itu jalan pun sudah setengah mati. Pakai tongkat sudah itu. Yang awalnya dengan sprint tiba-tiba jalan pakai tongkat,” ujar Viktor.

Gereja Katolik memang tidak boleh berpolitik praktis. Akan tetapi, dosen STFK Ledalero Alexander Jebadu dalam tulisanya menyebutkan Gereja Katolik di Pulau Flores telah menunaikan pelayanan kenabiannya dengan bersikap solider dengan masyarakat petani-petani miskin di pulau ini.

Para petani miskin itu, tulis dia, berjuang mempertahankan tanah-tanah pertanian dari serbuan sekelompok orang superkaya negara-negara industri yang dieksekusi perusahaan-perusahaan transnasional di bidang pertambangan yang didorong sistem ekonomi neoliberal saat ini.

Pendapat Jebadu itu sejalan dengan seruan Kardinal John O’Connor bahwa jikalau umat Katolik tidak ikut terlibat dalam kehidupan politik atau ikut terlibat tetapi tidak menyuarakan dan menegakkan moralitas dan spiritualitas Katolik, gereja harus merasa diri gagal menjalankan misinya.

Uskup Sipri, langsung atau tidak langsung, tengah menunaikan pelayanan kenabiannya dalam membela para petani di wilayah keuskupannya yang mencakup Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.

Dalam konteks itulah Uskup Sipri mendukung keputusan Gubernur NTT untuk meninjau kembali seluruh perizinan tambang di wilayah NTT yang telah dibuat sebelumnya.

Moratorium tambang itu ditetapkan melalui Peraturan Gubernur NTT Nomor 359/KEP/HK/2018 tentang Penghentian Sementara Pemberian Izin Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara di provinsi ini.

“Dari lubuk hati paling dalam, kami meminta pada Bapak Gubernur untuk tidak melanjutkan proses perizinan penambangan batu gamping di Lengko Lolok dan pembangunan pabrik semen di Luwuk,” tulis Uskup Sipri dalam materi paparannya kepada Gubernur.

Terkait dengan izin batu gamping di Lengko Lolok dan pabrik semen di Luwuk, Gubernur dan Uskup telah berdiskusi empat mata. Keduanya sepakat pemerintah dan gereja mesti bergandengan tangan dalam membangun kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat NTT.

Sikap Sipri itu sejatinya sejalan dengan pembangunan NTT yang digagas Viktor dalam visinya NTT bangkit menuju masyarakat sejahtera dalam bingkai NKRI. Visi itu dijabarkan dalam misi pembangunan yang bersifat inklusif dan berkelanjutan.

Berkelanjutan itu pada hakikatnya ialah pembangunan berwawasan ekologis dan mendukung integritas ciptaan. Pilihan cerdas untuk NTT ialah pariwisata dan pertanian, bukan pertambangan. 

Sikap Viktor patut diapresiasi. Ia tak mau gegabah menyikapi rencana investasi tambang gamping dan pabrik semen di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur. “Tentunya ketika ada dua kepentingan yang berseberangan, kita akan berhitung betul. Yang mana yang akan menguntungkan NTT ke depan.”

Tambang batu gamping dan pabrik semen tentu saja tidak menguntungkan NTT, Flores khususnya, karena dapat menimbulkan kerusakan lingkungan yang parah. Apalagi, daerah yang akan dijadikan tambang itu merupakan kawasan karst aktif yang berfungsi sebagai water storage. Pada titik itulah saya yakin Viktor akan membatalkan rencana tambang dan pabrik semen, apalagi ia tidak mau berseberangan dengan gereja.



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)