Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Agar Indonesia Tidak Kolaps

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
24/6/2020 05:00
Agar Indonesia Tidak Kolaps
Ilustrasi(MI/Ebet)

BERTRAND Zobrist ialah ahli genetika yang juga miliarder. Dia percaya harus ada tindakan demi mengurangi populasi Bumi. Ia menciptakan virus bernama inferno untuk memusnahkan setengah populasi Bumi demi menyelamatkan separuh isinya. Inferno bahasa Latin bermakna ‘neraka’. Zobrist meyakini setelah setengah populasi Bumi musnah, renaisans hadir.

Zobrist bunuh diri ketika diburu agen pemerintah. Namun, dia telah meletakkan virus tersebut di suatu tempat. Melalui penelusuran rumit, ahli simbol Universitas Harvard Profesor Robert Langdon bersama World Health Organization menemukan virus itu diletakkan di bawah tanah bangunan Hagia Sophia di Istanbul, Turki. Langdon dan WHO berhasil mencegah penyebaran virus.

Kisah di atas ada dalam novel Dan Brown berjudul Inferno. Inferno diadaptasi ke dalam film dengan judul sama dan dirilis Oktober 2016. Film Inferno baru-baru ini diputar ulang di jaringan televisi berlangganan internasional dan televisi dalam negeri. Pemutaran ulang Inferno kelihatannya untuk ‘memperingati’ pandemi virus korona yang tengah melanda Bumi.

Sebagian fakta sejarah memperlihatkan setelah kehancuran, muncul kemajuan. Jepang yang hancur karena bom atom yang dijatuhkan Amerika mengalami kemajuan luar biasa di segala segi kehidupan. Tak usah jauh-jauh, setelah hancur diterjang tsunami, Aceh mengalami kemajuan. Minimal jalan-jalannya kini beraspal mulus dan warung-warung kopinya ramai pengunjung setiap malam.

Namun, sebagian fakta sejarah membuktikan peradaban betul-betul berakhir dengan kepunahan setelah mengalami krisis; peradaban sekurang-kurangnya tenggelam dalam krisis berkepanjangan, tak bisa segera bangkit. Romawi contoh peradaban yang musnah setelah mengalami krisis lingkungan dan krisis kepemimpinan. Tak perlu jauh-jauh, Timor Leste, mohon maaf, contoh negara yang tenggelam dalam krisis berkepanjangan meski sudah terbebas sejak 20 tahun silam dari krisis ‘teraneksasi’ Indonesia.

Itu artinya krisis tak otomatis mendatangkan kemajuan. Krisis berwajah ganda serupa dua sisi mata uang. Di satu sisi tergambar peluang menantang dan sisi satunya lagi tergambar bahaya menghadang.

Kata sosiolog Arnold Toynbee, kebangkitan setelah krisis hanya milik peradaban yang mampu merespons peluang. Peradaban atau negara yang sanggup merespons peluang bakal tampil sebagai pemenang. Jepang bangkit dan mencapai kemajuan karena sukses merespons krisis akibat dijatuhi bom atom.

Krisis kesehatan yang berdampak pada krisis ekonomi akibat pandemi covid-19 juga membentangkan peluang. Dari sisi kesehatan, terbentang peluang bagi negara-negara untuk menciptakan vaksin. Dari sisi ekonomi, peluang memulihkan ekonomi menantang semua negara.

Tiongkok sebagai negara pertama yang mengalami krisis pandemi covid-19 sepertinya menjadi negara yang sanggup merespons peluang. Boleh jadi negara ini yang pertama menemukan vaksinnya. Negara ini pula yang lebih cepat memulihkan ekonominya karena dia keluar lebih dulu dari pandemi covid-19. Tiongkok diprediksi menjadi negara pemenang mengalahkan Ame rika. Mungkin itulah sebabnya Amerika menuduh Tiongkok serupa Zebrist telah merekayasa virus.

Indonesia mesti mampu merespons peluang dari pandemi covid-19. Di bidang kesehatan, kita mesti melakukan invensi dan investasi. Kita sukses mengembangkan ventilator dan alat rapid test. Bagus sekali bila kita menemukan vaksinnya.

Di bidang pemulihan ekonomi, kita ambil contoh dunia pariwisata sebagai sektor ekonomi yang paling terpuruk gara-gara pandemi covid-19. Tepat bila negara ini kelak, setelah ditemukannya vaksin, merespons peluang di dunia pariwisata dengan quality tourism, bukan lagi mass tourism. Kita tak perlu lagi berkutat mendatangkan 20 juta turis mancanegara ke Indonesia.

Mass tourism memicu apa yang oleh majalah TIME disebut tourism trap. Turisme massal menjebak kita dalam krisis lingkungan. Profesor geografi University of California Jared Diamond bilang krisis lingkungan menjadi penyebab kolapsnya peradaban. Itu artinya turisme massal mendatangkan krisis dan dalam jangka panjang bisa meruntuhkan peradaban.

Indonesia harus sanggup merespons peluang di balik pandemi covid-19. Bila tak bisa jadi pemenang, merespons peluang di balik pandemi virus korona secara jitu, sekurang-kurangnya membuat peradaban kita tak tenggelam dalam krisis berkepanjangan, apalagi kolaps menjadi negara gagal.

 

 



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)