Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Sisi Terang

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
29/5/2020 05:00
Sisi Terang
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PESAN yang disampaikan Konsul Jenderal Republik Indonesia di New York, Arifi Saiman, sangatlah melegakan. Dalam pesan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dilaporkan, produk alat pelindung diri PT Sritex dinyatakan lolos uji laboratorium oleh Intertek, Cortland, New York, dan berhak mendapatkan sertifikasi ISO 16604 Class 3.

APD buatan putra-putra Indonesia itu dinyatakan memiliki ketahanan terhadap penetrasi bacteriophage dengan ukuran yang sangat kecil. Tingkat kualitas dari produk yang dihasilkan lebih tinggi daripada tingkat kualitas sertifikasi ISO 16604 Class 2 yang merupakan syarat minimum APD berstandar internasional yang ditetapkan WHO.

Wabah covid-19 tidak hanya memberikan sisi gelap yang menimbulkan kesedihan dan ketakutan. Ada sisi terang yang seharusnya membesarkan hati kita sebagai bangsa. Ternyata di dalam ketertekanan selama dua setengah bulan ini memunculkan kreativitas dari anak bangsa untuk melahirkan karya besar yang bisa dibanggakan.

Produk APD ini hanya salah satu. Pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei lalu, Presiden Joko Widodo meluncurkan tujuh karya anak bangsa yang dibutuhkan untuk penanganan covid-19. Selain rapid test, ada ventilator dan juga mobile lab yang berstandar bio-security level 2.

Kita memang tidak boleh terus larut dalam ketidakberdayaan. Sepanjang ada kemauan selalu ada jalan untuk keluar dari kondisi yang mengimpit. Kita bisa menghasilkan produk yang dibutuhkan seluruh masyarakat dunia. Ketua Gugus Tugas Doni Monardo selalu mengatakan, kita akan bisa menjadi pahlawan dunia ketika mampu menghasilkan produk berkualitas yang berkaitan dengan penanganan covid-19.

Seluruh dunia sekarang ini membutuhkan APD. Sepanjang belum ditemukan vaksin untuk covid-19 dan masih ada kasus terkonfirmasi yang ditemukan, dibutuhkan APD guna melindungi petugas medis yang menangani langsung pasien yang terpapar virus korona.

Bahkan, semua karya ini bisa menjadi modal bangsa ini untuk menapaki perjalanan ke depan. Kita belum tahu wabah apa yang akan terjadi di masa mendatang. Sekarang kita sudah bisa lebih siap, dan bahkan memiliki berbagai peralatan medis yang akan dibutuhkan masyarakat dunia.

Sudah saatnya kita untuk tidak hanya tergantung kepada bangsa lain. Selama ini kita terlalu tergantung kepada produk-produk impor. Semua peralatan medis, bahkan juga obat-obatan semuanya harus dibeli dari luar negeri. Negeri dengan 260 juta jiwa ini tidak bisa terus mengandalkan kepada bangsa lain.

Industri kesehatan bisa menjadi andalan baru dari bangsa ini. Kita terus dorong perkembangan industri kesehatan, termasuk industri farmasi. Kita harus ubah mentalitas sekadar sebagai pedagang atau bahkan pemburukan rente. Kita harus menjadi produsen industri kesehatan yang unggul.

Sekarang kita sedang terus berupaya menekan penularan covid-19 di tengah masyarakat. Penerapan protokol kesehatan dan disiplin semakin digalakkan. Presiden sudah meminta Tentara Nasional Indonesia untuk ikut terlibat dalam penegakan disiplin masyarakat. Selama ini disiplin menjadi bagian sikap keseharian prajurit TNI dan sepantasnya untuk juga ditularkan kepada seluruh anggota masyarakat.

Tidak bosan kita sampaikan, kita tidak akan bisa menjadi bangsa besar apabila tidak mampu menerapkan disiplin. Hanya dengan sikap disiplin akan dilahirkan etos kerja yang tinggi dan dengan itulah kita akan bisa menghasilkan produk yang bisa dibanggakan.

Kita harus belajar dari bangsa Jepang dan Korea Selatan. Bangsa Korea sama waktunya dengan kita dalam meraih kemerdekaan. Namun, mereka bisa melompat menjadi negara industri maju karena mampu menegakkan disiplin dan membangun etos kerja. Mereka mampu menanamkan kultur kerja keras pada seluruh warga bangsanya.

Sepanjang kultur kita masih lembek seperti sekarang, kita hanya terus bisa mengeluh. Sekarang ini banyak warga yang hanya sekadar berkata-kata, berkomentar, dan mengkritik dalam menghadapi wabah covid-19. Seakan-akan wabah ini hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan setiap langkah yang diambil dilihat dari sisi kelemahan semata.

Sekarang ini yang dibutuhkan adalah berbuat. Sekecil apa pun kontribusi yang bisa diberikan, lakukan sebaik mungkin. Semua komponen bangsa harus terpanggil dan berupaya untuk berperan serta. Kita harus belajar dari bangsa Selandia Baru dan Taiwan yang menanggalkan kepentingan pribadi dan kelompok demi keselamatan bangsa dan negara.

Termasuk ketika sekarang pemerintah sedang bersikap untuk memasuki kehidupan normal yang baru karena kita harus berkohabitasi dengan covid-19. Pilihan ini harus diambil karena bagaimana pun kita harus melanjutkan kehidupan. Ketua Gugus Tugas Doni Monardo menyebutkan kenormalan baru merupakan sebuah keniscayaan untuk mencegah jangan sampai a hungry man become an angry men. Perut kosong bisa membuat orang tidak bisa berpikir normal.

 



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)