Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Jatigede

Suryopratomo/Dewan Redaksi Media Group
05/9/2015 00:00
Jatigede
(MI/Seno)
BENDUNGAN Jatigede yang digagas pembangunannya sejak 1963 akhirnya bisa direalisasikan. Bendungan mulai digenangi, Senin (31/8). Air yang berasal dari Sungai Cimanuk akan mengisi Waduk Jatigede. Dibutuhkan waktu sekitar 265 hari untuk mengisi waduk dan kemudian dipergunakan untuk mengairi sawah di sekitar Sumedang, Jawa Barat.

Pembangunan Waduk Jatigede sudah pasti membawa dampak. Setidaknya warga di beberapa desa di sekitaran waduk harus direlokasi. Mereka merelakan tanah yang ditempati kepada negara dan sebagai gantinya menerima uang untuk membeli lahan serta tempat tinggal di lokasi yang baru.

Itulah pengorbanan yang harus diberikan demi tercapainya kehidupan bersama yang lebih baik. Mereka yang rela menyerahkan tanah untuk kepentingan bangsa yang lebih besar ialah pahlawan yang sesungguhnya. Tidak semua orang mempunyai kemampuan untuk berkorban kepada bangsanya.

Tanggung jawab dari pemimpin bangsa untuk menjadikan pengorbanan warga masyarakat itu tidak sia-sia. Waduk Jatigede harus dikelola dengan sebaik-baiknya bagi kemakmuran seluruh bangsa. Listrik sebesar 110 Mw yang dihasilkan dari waduk itu harus bisa menerangi rumah banyak warga. Air yang dialirkan dari sana harus membuat tanah menjadi lebih subur dan menghasilkan produksi lebih banyak.

Pengawasan dari kelompok masyarakat harus ditujukan untuk membuat Waduk Jatigede benar-benar memberi manfaat bagi rakyat banyak. Jangan sampai terjadi salah guna kesempatan yang merugikan rakyat. Kita tidak boleh membuat pengorbanan dari warga desa yang tanahnya tergenangi air menjadi sia-sia.

Kita bisa belajar dari perjalanan bangsa Tiongkok untuk mengelola Sungai Yangtze. Berpuluh-puluh tahun sungai itu membawa penderitaan bagi warga karena banjir yang terjadi ketika musim hujan tiba. Manusia harus memanfaatkan anugerah Yang Mahakuasa dengan mengelola sungai agar bisa memberi manfaat.

Pada 1994 dimulai pembangunan bendungan untuk mengelola Sungai Yangtze. Sekitar satu juta km2 daerah tangkapan air dibebaskan. Jutaan orang terpaksa dipindahkan. Hilangnya situs-situs purbakala dan perubahan lingkungan memancing protes dari kelompok masyarakat internasional. Namun, pemerintah Beijing tetap melakukan pembangunan yang mereka nilai dibutuhkan rakyat Tiongkok.

Sekarang di kawasan itu terbangun Bendungan Three Gorges. Sungai Yangtze tidak pernah menimbulkan banjir bagi warga. Dari bendungan itu dihasilkan pembangkit listrik sebesar 22.500 Mw. Jutaan hektare daerah pertanian bisa sepanjang waktu diairi. Sungai Yangtze menjadi salah satu wisata air di Provinsi Hubei.

Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang diberikan kesuburan oleh Tuhan. Banyak sungai membentang di wilayah itu mulai dari Sungai Citarum, Sungai Cimanuk, Sungai Citanduy, Sungai Ciliwung, Sungai Cisadane. Seperti umumnya karakter sungai, ia akan bermuara di laut dan hilang kalau kita tidak mendayagunakannya.

Tugas kita untuk menahan selama mungkin air sungai di tanah. Air itulah yang akan memberi manfaat kepada manusia, baik untuk keperluan pertanian maupun tenaga listrik. Pembangunan Bendungan Jatigede merupakan bagian dari tugas manusia memanfaatkan air untuk kehidupan. Oleh karena itu tidak ada yang keliru dengan pilihan untuk membangun bendungan. Tantangannya, bagaimana bisa memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Tantangan kita tidak lagi ada di belakang. Kita tidak perlu lagi berdebat, mengapa bendungan itu harus dibangun. Tantangan kita berada di depan. Bagaimana menjadikan kembali Jawa Barat sebagai lumbung pangan nasional dan Bendungan Jatigede seperti halnya Bendungan Jatiluhur menjadi penopangnya.


Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.