Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAM itu universal. Universal dalam dua hal. Pertama, setiap kelompok masyarakat di muka bumi, bahkan setiap individu, punya tradisi menyampaikan salam. Bahkan, binatang pun saling memberi salam. Hal kedua terkait dengan substansi makna salam.
Salam kiranya merupakan ekspresi atau respons atas kehadiran orang lain. Ekspresi atau respons itu bisa berupa gerakan dan/atau ucapan, bergantung pada tradisi, kebudayaan, dan kebiasaan.
Kita menyampaikan salam bisa dengan menganggukkan kepala, membungkukkan badan, melambaikan tangan, berjabat tangan, mencium tangan, berpelukan, cium pipi kiri-kanan alias cipika-cipiki.
Kita bisa juga menyampaikan salam seraya berucap assalamualaikum, shalom, om swastiastu, namo buddhaya, salam kebaikan, selamat pagi, semangat pagi, salam sejahtera untuk kita semua.
Pun kita bisa mengombinasikan ucapan dan gerakan. Sesama muslim, bukan muslim dengan muslimah yang bukan muhrim, di Timur Tengah sering kali mengucapkan assalamualaikum lalu diikuti dengan saling merangkul atau cipika-cipiki. Di Barat, laki-laki dan perempuan, meski bukan muhrim, biasa mengucapkan good morning atau how are you sambil cipika-cipiki.
Apa pun ekspresinya, dengan gerakan, dengan ucapan, atau kombinasi keduanya, substansi makna salam ialah menghormati, mendoakan, serta merayakan kehadiran dan keberadaan orang lain. Menyampaikan salam berarti bersilaturahim. Menebar salam berarti menebar kebaikan.
Menebar kebaikan semestinya kepada siapa pun, tidak pandang bulu, tak peduli latar belakang agama, budaya, tradisi. Salam justru hendak menerobos sekat-sekat kultural. Salam hendak merayakan keberagaman.
Itulah sebabnya Presiden Jokowi memborong semua ekspresi ucapan salam agama-agama resmi di Indonesia di awal setiap pidato.
Presiden Jokowi, dengan mengucapkan salam borongan itu, hendak bersilaturahim, mendoakan, serta menebar kebaikan kepada semua penganut agama-agama.
Kita pun terbiasa mendengar salam borongan Presiden Jokowi dan menerimanya sebagai satu kearifan negarawan sampai terbit fatwa yang melarang mencampuradukkan salam agama-agama.
Perbincangan tentang fatwa itu berlangsung di dunia nyata maupun maya. Di tengah pro-kontra itu, Presiden tetap memborong salam ketika mengawali pidatonya. Banyak yang mengapresiasi Presiden.
Akan tetapi, mohon maaf, semestinya Bapak Presiden juga mengucapkan salam agama-agama lokal, semisal sampurasun, bukan cuma salam-salam agama impor.
Bayangkan betapa panjangnya pidato Presiden bila harus melakukan itu. Daripada repot, kata Gus Dur, ucapkan saja selamat pagi, siang, sore, atau malam. Toh, maknanya serupa.
Namun, ide lama Gus Dur itu juga mengundang pro-kontra ketika itu. Kita memang gemar mempersoalkan salam sejak dulu.
Seorang teman di satu grup pertukaran pesan berkomentar kira-kira, "Negeri lain sudah terbang ke matahari, kita masih sibuk diskusi ucapan salam."
Kita sepertinya sedang berebut terbang ke surga.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.
'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved