Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

RCEP 2020

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
05/11/2019 05:10
RCEP 2020
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

SAAT berdiskusi pada Trade Expo Indonesia 2019 pertengahan Oktober lalu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengingatkan kalangan dunia usaha untuk bersiap-siap memanfaatkan pasar baru yang akan terbentuk. Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) akan menjadi peluang baru karena merupakan kawasan perdagangan bebas bagi negara-negara di kawasan yang mencakup 10 negara ASEAN, juga Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, India, Selandia Baru, dan Australia.

RCEP merupakan kawasan besar karena mencakup 30% nilai perdagangan dunia. Pasar yang terbangun juga luar biasa karena 16 negara yang bergabung di dalamnya sama dengan setengah jumlah penduduk dunia yang mencapai 7 miliar jiwa.

Pelaksanaan kawasan perdagangan yang seharusnya mulai berlaku November 2019 ini ditunda tahun depan. Pertemuan para pemimpin untuk membahas RCEP di Bangkok, Thailand, sepakat menunda masa berlakunya menyusul keberatan yang disampaikan India.

Perdana Menteri India Narendra Modi meminta dilakukan penundaan karena belum siapnya usaha kecil dan menengah di negaranya menghadapi pasar terbuka. Modi khawatir para pengusaha kecil dan menengah di India kalah bersaing dan terlindas produk-produk asal Tiongkok yang membanjiri negaranya.

Pasar bersama memang menjadi peluang bagi negara-negara yang mampu menciptakan efisiensi dan menghasilkan produk berkualitas. Namun, sebaliknya pasar terbuka itu menjadi ancaman bagi negara yang tidak mampu menghasilkan produk yang dibutuhkan pasar dan bisa bersaing harganya.

Penundaan pelaksanaan RCEP merupakan kesempatan baik juga bagi kita untuk melakukan konsolidasi, sejauh mana sebenarnya produk-produk kita mempunyai keunggulan dan mampu bersaing di pasar bersama itu.

Kita memang melihat banyak produk kita memiliki keunggulan. Setidaknya kalau kita lihat data perdagangan terakhir yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik, kita mengalami surplus perdagangan untuk produk nonmigas. Defisit perdagangan terjadi karena defisit migas jauh lebih tinggi daripada hasil ekspor nonmigas.

Dari lima industri unggulan, memang kita memiliki kekuatan di produk makanan dan minuman. Dari 10 produk paling dikenal di kawasan ini, Indomie merupakan produk asal Indonesia yang paling populer, sama dengan produk minuman seperti Coca-Cola.

Kita juga memiliki keunggulan untuk produk-produk kehutanan. Kertas dan karton pembungkus kita sebenarnya mempunyai harga yang bersaing dan merupakan produk berkualitas. Bahkan, untuk produk rayon yang bisa dibuat menjadi bahan pakaian, kita juga memiliki keunggulan kuat. Hanya produk furnitur yang dulu menjadi bisnis Joko Widodo sebelum menjadi presiden, sekarang ini diambil alih Vietnam.

Sekarang yang diperlukan pemetaan secara detail dan menyeluruh. Ini penting agar kita tahu benar produk yang menjadi andalan dan berapa besar pasar yang bisa kita raih. Jangan sampai kita gelagapan ketika pasar bersama itu menjadikan Indonesia sebagai pasar besar.

Bahkan, kita harus memikirkan national supply chain. Ini penting agar pasar bebas nanti tidak hanya dinikmati para pengusaha besar. Kita harus mulai membangun bagaimana pengusaha kecil dan menengah menjadi pemasok bagi pengusaha besar agar bisa dihasilkan produk lebih kompetitif.

Apa yang dikhawatirkan India harus juga menjadi perhatian pemerintah sebab 99% dari pengusaha kita ialah pengusaha kecil dan menengah. Kalau tidak menjadi bagian dari sistem produksi besar, mereka akan terlindas oleh persaingan.

Lagi-lagi the devil is in detail. Kita tidak boleh gegabah karena sekali kita masuk ke pasar besar, kita harus siap menghadapi persaingan lebih ketat. Kunci dari memenangi persaingan bebas itu tidak lain ialah efisiensi. Segala peraturan yang membebani para pengusaha harus bisa kita hapus.

Kita harus belajar dari pengalaman AS dan juga Inggris. Karena tidak mampu menciptakan efisiensi, mereka lari dari globalisasi. Dua negara yang dulu mendengungkan globalisasi, sekarang justru paling keras menerapkan deglobalisasi.

Ternyata memilih jalan berbeda tidaklah mudah. Lihat saja bagaimana Inggris Raya yang terus berkutat dari urusan Brexit karena ingin lepas dari Uni Eropa. Presiden AS Donald Trump, yang mencoba memproteksi pasar dalam negeri, ternyata harus menghadapi perlambatan ekonomi dan bahkan resesi.



Berita Lainnya
  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.