Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMANYA Tuhan. Umurnya 43, pekerjaannya tukang kayu di Banyuwangi, Jawa Timur. Seperti nama lainnya, namanya pun ditulis dengan awal huruf besar, 't' besar. Nama itu ramai dibahas di media sosial karena tak lazim.
Ada juga orang bernama Saiton, 36, guru di Palembang. Nama itu pun dengan 's' besar. Kalau mereka duduk berdampingan, bersahabat, terjadilah Tuhan berteman dengan Saiton. Hubungan manusiawi karena keduanya memang manusia, anak bangsa Indonesia.
Yang bernama Tuhan itu bukanlah Tuhan Allah, Sang Pencipta Langit dan Bumi. Yang bernama Saiton pun bukan setan penggoda Hawa hingga terlempar dari firdaus. Nama itu sekadar nama, tiada hubungan dengan Tuhan dan setan.
Di Spanyol, dengan mayoritas pemeluk Katolik, lazim orang bernama Jesus. Sebutlah Jesus Navas Gonzalez, pemain Manchester City. Nama itu tidak bermaksud menggantikan Jesus dari Nazareth, yang lahir dari kandungan Bunda Maria. Di sana nama itu bukan masalah.
Sebaliknya, bayangkanlah di negeri ini, ada orang bernama Jesus Hutabarat, jemaat HKBP pula. Saya yakin, beramai-ramai orang Batak, khususnya sesama Hutabarat, meminta ganti nama. Saya pun percaya pendeta HKBP enggan membaptisnya. Orangtuanya bisa-bisa dicap 'gila'.
Seseorang diberi nama, umumnya, sesuka orangtuanya. Ada karena kebiasaan. Dahulu, kabarnya, ada kebiasaan puak tertentu memberi nama sesuai apa yang dilihat ayahnya ketika sang jabang bayi lahir ke bumi.
Bila ayah sedang melihat bangku, anak itu diberi nama Bangku. Kalau sedang melihat roti, ya, si Roti-lah namanya. Bagaimana kalau melihat lalat? Masak diberi nama Lalat?
Itu kiranya lebih baik daripada ketika baru lahir diberi nama panjang dan hebat, Jujur Patriot Harapan Bangsa, tetapi di masa depan, setelah menjadi pejabat publik, ditangkap KPK karena korupsi.
Orang Inggris, yang katanya berperadaban tinggi, pun sesukanya memberi nama. Contoh, Danny Drinkwater, alias Danny Minumair, pemain klub Leicester City.
Drinkwater pertama kali bermain untuk timnas Inggris umur di bawah 18 dan mencetak gol kedua dari kemenangan 2-0 saat melawan Ghana. Di Eropa sana, nama itu bukan soal. Namun, di sini?
Cobalah beri nama anak Minumair, bahkan lebih keren Minumsusu atau Minumjus, anak itu bakal putus sekolah karena tak sanggup menghadapi cemoohan dan olok-olok temannya.
Apalah artinya sebuah nama?
William Shakespeare bisa salah, bisa benar. Salah karena nama mengandung makna.
Sebuah nama bahkan bisa jadi hasil kajian numerologi, yakni studi mengenai angka, seperti angka pada tanggal dan tahun kelahiran serta pengaruhnya pada kehidupan.
Tentu saja ada yang setelah dewasa datang ke pengadilan negeri untuk mengubah nama pemberian orangtuanya karena membawa sial. Tak usah pula heran, ada yang setelah terkenal mengubah nama panggilannya menjadi nama selebritas dan komersial.
Kembali ke nama Tuhan dan Saiton, dalam hal ini kiranya Shakespeare benar, apalah artinya sebuah nama.
Mawar tetaplah mawar, apa pun nama lainnya, selama tetap harum.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved