Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Kasihan Negeriku

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
11/10/2019 05:30
Kasihan Negeriku
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI)

LAPORAN United Nation Industrial Development Organization terbaru menyebutkan betapa tertekannya pertumbuhan industri di dunia akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Semua kawasan mengalami perlambatan dan mereka sekarang berpikir keras mencari jalan keluar dari kesulitan ini.

Pertumbuhan industri manufaktur di Amerika Utara pada kuartal I 2019 tercatat hanya 1,8% (year on year), padahal kuartal terakhir tahun lalu masih mencatat pertumbuhan 2,5%. Hal yang sama dialami Uni Eropa yang ditambah kepenatannya karena persoalan rencana keluarnya Inggris dari UE tidak berujung. Pertumbuhan industri manufaktur di kawasan itu hanya tumbuh 0,3%.

Kondisi lebih parah dihadapi negara-negara Asia Timur. Industri manufaktur Jepang tumbuh minus 1,1%, Korea Selatan minus 1,7%, Taiwan minus 3,7%, dan Singapura minus 0,3%.

Menurut UNIDO, hanya dua negara Asia yang industri manufakturnya masih tumbuh baik, yaitu Indonesia dan Vietnam. Industri manufaktur Indonesia tumbuh sebesar 5,1% dan Vietnam tumbuh sebesar 4,1% pada kuartal I tahun ini.

Bagaimana lalu kita menyikapi semua ini? Hanya bangsa Indonesia yang tidak pernah percaya diri dan tidak suka mendengar berita positif seperti itu. Selalu yang dikembangkan ialah kesulitan, ketidakberdayaan, dan hal yang serbanegatif tentang negeri ini.

Memang, banyak hal yang perlu kita perbaiki. Di bidang investasi, misalnya, arus modal yang masuk tidak sebesar seperti yang seharusnya bisa kita dapatkan. Namun, persoalan sebenarnya terletak pada kita sendiri. Kita mau agar investasi masuk deras ke Indonesia, tetapi kita tidak mau bersahabat kepada investor.

Berbagai peraturan yang ada bukannya memperlancar, tetapi justru cenderung menghambat. Urusan tanah merupakan yang paling merepotkan. Masalahnya, aturan hukumnya mengikat diri kita sendiri sehingga kata Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, stafnya selalu ragu-ragu menyelesaikan urusan tanah karena takut terkena kasus hukum.

Belum lagi yang berkaitan dengan urusan teknis. Seorang pengusaha yang mengurus perizinan untuk pembuatan kapal tangkap, misalnya, sudah tiga tahun izinnya tidak pernah dikeluarkan. Kalau ditanya apa kekurangan dari perizinan yang diajukan, anehnya jawabnya tidak ada yang kurang.

Sekarang ramai dibicarakan soal relokasi industri dari Tiongkok yang tidak masuk ke Indonesia. Mereka memilih Vietnam, Thailand, atau Malaysia sebagai tujuan relokasi. Apa alasannya? Karena aturan impor barang modal bekas ke Indonesia tidak diizinkan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sekarang mencoba mengubah aturan izin impor barang modal yang akan relokasi ke Indonesia. Ini tentunya sebuah terobosan untuk mempermudah terjadinya relokasi industri. Namun, praktiknya tetap tidak mudah karena kebijakan itu harus diharmonisasi terlebih dulu dengan pihak Bea dan Cukai.

Kita tahu koordinasi merupakan hal yang paling sulit dilakukan. Semua menyadari persoalan itu, tetapi tidak pernah ada yang berupaya untuk memudahkannya. Tetap saja adagium yang berlaku ialah 'kalau bisa dipersulit, mengapa harus dipermudah'. Apalagi tidak ada indikator kinerja yang mengaitkan apa yang dikerjakan dengan peningkatan investasi.

Sekarang bahkan investor asing akan berpikir dua kali untuk berbisnis ke Indonesia. Kejadian kemarin di Pandeglang merupakan cerminan buruknya tingkat keamanan di Indonesia. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto ditusuk orang yang tidak dikenal ketika turun dari mobil saat hendak mengunjungi sebuah pesantren.

Kejadian ini jelas merupakan promosi buruk tentang Indonesia. Demokrasi yang hendak kita bangun mulai keluar dari rel. Percobaan pembunuhan terhadap tokoh politik menjadi model yang baru.

Kita tidak boleh membenarkan tindakan seperti ini, apalagi dibiarkan terus berkembang. Kalau tidak, demokrasi kita akan diwarnai dengan darah. Padahal, demokrasi mensyaratkan penyelesaian semua perbedaan harus dilakukan secara beradab.

Kita pantas kasihan kepada negeri ini kalau yang dikembangkan ialah sikap saling tidak suka, sikap saling tidak percaya. Kita akan terjebak pada kondisi yang dikatakan 'bellum omnium contra omnes, perang semua melawan semua'. Kalau sikap kita seperti itu, kita pasti tidak pernah akan ke mana-mana, padahal banyak negara lain melihat betapa beruntung dan potensialnya negeri ini.
 



Berita Lainnya
  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.